Pencarian Hak Kekayaan Intelektual

PROSES PEMBUATAN PRODUK MINUMAN KESEHATAN SINBIOTIK KEFIR JAMBU BIJI MERAH DIPERKAYA DENGAN SERAT SEBAGAI ALTERNATIF MENGATASI DISLIPIDEMIA
Invensi ini berhubungan dengan suatu pembuatan minuman kesehatan khususnya berupa minuman sinbiotik berbahan dasar jambu biji merah yang diperkaya dengan serat inulin, sehingga bermanfaat untuk kesehatan tubuh khususnya sebagai alternatif membantu mengatasi dislipidemia. Komposisi produk minuman kesehatan menurut invensi ini digunakan ekstrak jus buah jambu sebagai bahan dasar, susu sapi segar, grain/biji kefir, sukrosa, maltodextrin, dan inulin. Invensi ini juga mengungkapkan proses pembuatan minuman kesehatan sinbiotik kefir jambu biji merah yang meliputi tahapan sebagai berikut : membuat starter kefir, membuat sari buah jambu biji merah dan air sebesar 1:3, yang meliputi sortasi buah jambu biji merah, penghancuran, penyaringan hasil ekstraksi lolos ukuran 80 mesh, pasteurisasi 75-80oC, pendinginan pada suhu kamar, dan proses formulasi pembuatan minuman kesehatan kefir jambu biji merah, pencampuran sukrosa sebanyak 5-8%b/v, maltodektrin 13-15% dan inulin 1-3%, dan inokulasi starter susu kefir 12%b/v, dan fermentasi 12-24 jam. Produk minuman fermentasi ini telah diuji memiliki rasa manis sedang dan rasa asam ringan, serta memiliki rasa yang unik khas jambu biji merah serta memiliki kemampuan dalam hal penghambatan aktivitas lipase pancreas secara in vitro (antidislipidemia) sebesar 62,66-78.51%, dan aktivitas antioksidan sebesar 80.19%-89.44%.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 24 Juni 2024
- Detail

LARUTAN BIOCOATING BERBASIS KITOSAN-MINYAK CENGKEH UNTUK MEMPERPANJANG MASA SIMPAN TELUR SEGAR
Invensi ini berhubungan dengan teknologi pembuatan lapisan pelindung (coating) telur ayam segar berbahan dasar kitosan-minyak cengkeh. Coating berfungsi melapisi kulit luar telur segar untuk memperpanjang masa simpan telur. Penggunaan minyak cengkeh dalam formulasi bertujuan untuk memperkuat daya antimikroba pada formula coating berbahan dasar chitosan. Formulasi larutan coating meliputi larutan kitosan, CaC03, dan minyak cengkeh. Larutan biocoating yang dihasilkan memiliki ukuran partikel sebesar 13,4-65 nm; PdI (polydispersity index) sebesar 0,303 – 0,909; dan nilai sudut kontak awal sebesar 76-55°(θ) dan sudut kontak akhir sebesar 46- 28° (θ). Sehingga telur segar yang dilapisi oleh larutan biocoating pada invensi ini dapat memperpanjang umur simpannya sampai 7 minggu pada suhu ruang (25 – 30oC).
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 21 Juni 2024
- Detail

Dataset Life Cycle Inventory (LCI) Produksi Tenaga Listrik Teknologi Co-Firing Biomassa Sawdust 12%
Pemerintah Indonesia sedang melaksanakan program co-firing biomassa nasional untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di pembangkit listrik dalam skala besar. Namun dampak lingkungan dari program ini, dalam kondisi aktual, belum dikaji dan dievaluasi secara menyeluruh. Penelitian ini melibatkan kerja sama dengan operator pembangkit listrik tenaga batubara (PLTU) di Banten untuk mempelajari kondisi aktual menggunakan metodologi analisis Life Cycle Assessment (LCA) dengan batasan sistem Cradle-to-Gate. Product Category Rules (PCR) digunakan untuk menentukan kategori dampak lingkungan yang dikaji. Data operasional yang digunakan adalah dua unit PLTU yang masing masing mengoperasikan co-firing batubara dan sawdust dengan rasio co-firing 12%. Hasil penelitian ini memberikan wawasan mengenai dampak lingkungan dari pengoperasian cofiring biomassa. Diharapkan hasilnya dapat dijadikan acuan dalam menyusun strategi untuk menjaga keberlanjutan program ini dalam jangka panjang. Dataset yang dihasilkan dari penelitian ini adalah dataset Life Cycle Inventory (LCI) untuk perhitungan dampak lingkungan produksi tenaga listrik teknologi co-firing biomassa bahan bakar sawdust 12% di Indonesia dengan menggunakan metodologi Life Cycle Assessment (LCA).
- Hak Cipta
- Tersertifikasi
- - 20 Juni 2024
- Detail

TEKNIK PRODUKSI BENIH BARONANG EMAS Siganus guttatus DENGAN SISTEM EKSTENSIF MENGGUNAKAN INDUK HASIL BUDIDAYA
Invensi ini mengungkap teknik produksi benih baronang emas, Siganus guttatus dengan sistem ekstensif menggunakan induk hasil budidaya, merupakan bidang akuakultur khususnya berkaitan dengan pembenihan ikan payau-laut yang dilakukan dalam wadah budidaya sistem terbuka. Tahapan metoda ini terdiri dari dua tahapan, pertama adalah produksi larva ikan baronang emas menggunakan induk hasil budidaya yang dimatangkan gonadnya dengan pakan formulasi dikombinasikan dengan pakan segar selada laut Ulva lactuca. Pakan maturasi induk diformulasikan sesuai spesifikasi nutrisi ikan baronang dari bahan-bahan berkualitas termasuk makroalga Gracilaria yang merupakan pakan alami ikan baronang di alam. Tahap kedua adalah menebar larva berumur satu hari(D1)setelah pemupukan dilakukan untuk menumbuhkan pakan alami di tambak ataupun di bak besar 90T di ruang terbuka. Pertumbuhan pakan alami mencapai puncaknya seminggu setelah pemupukan menggunakan pupuk inorganik ataupun organik dengan dosis tertentu, sehingga larva dapat ditebar pada saat itu. Berbagai jenis dan ukuran pakan alami yang tumbuh memberikan banyak pilihan makanan bagi larva. Selama masa pemeliharaan, perkembangan larva, pertumbuhan pakan alami dan kualitas air dimonitor. Pada umur 25-30 hari, benih bisa dipanen dengan sintasan yang bervariasi dan nilai tertinggi yang telah dicapai adalah 21.7%.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 15 Juni 2024
- Detail

PROSES PEMBUATAN BIOCARRIER TERIMOBILISASI JAMUR PELAPUK PUTIH DAN PRODUK YANG DIHASILKANNYA
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan biocarrier kaldnes terimobilisasi jamur pelapuk putih Trametes hirsuta EDN 082 yang digunakan sebagai penghilang warna sintetis tekstil. Proses pembuatan kaldnes terimobilisasi jamur dilakukan dengan mencuci kaldnes berukuran diameter 9-25 mm, dikeringkan dan disterilisasi. Sebanyak 50-80% (b/v) kaldnes steril ditambahkan suspensi jamur berumur 5-7 hari. Campuran selanjutnya diinkubasi selama 3-7 hari dengan suhu 27-30°C pada inkubator goyang dengan kecepatan 70-100 rpm. Kaldnes terimobilisasi jamur ditiriskan dan dikering-anginkan selama 24 jam, disimpan pada suhu 4°C dan siap diaplikasikan. Aplikasi dilakukan dengan memasukkan kaldnes terimobilisasi jamur yang berukuran 9-25 mm sebanyak 50-80% (b/v) ke dalam larutan pewarna sintetis Remazol Brilliant Blue R (RBBR) dan Reactive Black 5 (RB5) konsentrasi 100 ppm yang dilarutkan dalam media MGP yang terdiri dari 20 g/L malt ekstrak, 20 g/L glukosa, dan 1 g/L pepton. Persentase penghilangan warna yang dihasilkan berturut-turut sebesar 95% dan 99% selama 1-3 hari. Kaldnes terimobilisasi jamur Trametes hirsuta EDN 082 mampu menghilangkan warna sintetis tekstil sebesar 37- 99% selama 1−3 hari dan mampu digunakan ulang selama 10 siklus pemakaian dengan 1- 3 hari per siklus.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 13 Juni 2024
- Detail

PROSES PEMISAHAN TiO2 DAN Fe2O3 DARI MINERAL ILMENIT MELALUI LEACHING HCl YANG DIINISIASI ROASTING SODA ABU
Invensi ini mengenai proses pemisahan titanium dioksida (TiO2) dan besi (III) Oksida (Fe2O3) dari mineral ilmenit melalui proses leaching HCl yang diinisiasi roasting soda abu (Na2CO3) yang kemudian diaplikasikan sebagai fotokatalis pada degradasi zat warna. Ilmenit merupakan mineral hasil produk samping pengolahan timah yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga memiliki nilai jual yang rendah. Material TiO2 dan Fe2O3 mempunyai banyak aplikasi seperti fotokatalis, sensor, dan panel surya. Invensi ini berfokus pada (1) pemisahan TiO2 dan Fe2O3 dari ilmenit dengan metode yang sederhana dan efisien, yaitu proses leaching HCl yang diinisiasi roasting soda abu (2) produk material TiO2 dan Fe2O3 yang terbentuk dari pemisahan sebagai fotokatalis pada degradasi zat warna. Metode leaching HCl yang diinisiasi roasting soda abu meninigkatkan efektivitas ekstraksi TiO2 dari ilmenit dengan pemisahan Fe yang baik dengan kemurnian TiO2 sebesar 82% dan Fe2O3 sebesar 87%.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 13 Juni 2024
- Detail

ALAT PEMEGANG TARGET GANDA PADA PRODUKSI RADIOISOTOP F-18 DAN Cu-64 SECARA SIMULTAN BERBASIS SIKLOTRON
Invensi ini berkaitan dengan alat pemegang target ganda dan metode produksi radioisotop cair fluorine-18 (F-18) dan radioisotop padat tembaga-64 (Cu-64) secara simultan. Pada invensi ini, produksi F-18 menggunakan metode iradiasi langsung dengan berkas proton, sedangkan Cu-64 diproduksi dengan metode tidak langsung, yaitu menggunakan neutron sekunder. Produksi radioistotop F-18 dengan material target cair H218O. Sedangkan radioisotop Cu-64 menggunakan material target padat yang berupa serbuk 64ZnO. Untuk meningkatkan produksi radioisotop F-18 dan Cu-64, material target cair dan padat akan diletakkan pada satu pemegang target sehingga kedua radioisotop tersebut (F-18 dan Cu-64) dapat diproduksi secara bersamaan yang akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas mesin siklotron. Alat pemegang target merupakan sebuah Komponen yang berbentuk silinder yang terbuat dari alumunium dan memiliki dua ruang atau wadah untuk target cair (H218O) dan padat(64ZnO). Pada sisi luar alat pemegang target terdapat sirip-sirip yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi pendinginan pada saat iradiasi proton. Pemilihan material alumunium didasarkan atas sifat fisik berupa konduktivitas termal yang baik sehingga proses pendinginan menjadi efektif dan efisien.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 12 Juni 2024
- Detail

FORMULA SEDIAAN UNTUK MENANGGULANGI GANGGUAN INDUNG TELUR PADA MAMALIA BERBASIS BAHAN ALAM
Invensi ini berkaitan dengan formula sediaan berbasis bahan alam seperti ekstrak daun kelor, vitamin, dan mineral; sedemikian hingga dapat digunakan untuk menanggulangi gangguan indung telur pada mamalia akibat terganggunya produksi hormon Pregnant Mare Serum Gonadrotropin (PMSG) dan Luteinizing Hormone (LH) sedemikian hingga dapat mengurangi probabilitas terjadinya pembuahan. Adapun formula yang dimaksud yaitu ekstrak daun kelor, vitamin A, vitamin E, vitamin D3, selenium, zinc, kalsium, dan alginat algae. Produk sediaan dari formula tersebut berbentuk padat dan diberikan secara oral. Sediaan tersebut lebih lanjut telah diujicobakan pada mencit dengan dosis 0,04-0,12 % dari berat badan per ekor per hari.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 11 Juni 2024
- Detail

INOKULUM BAKTERI BACILLUS SPP. DENGAN AKTIVITAS ENZIM GELATINASE, ENZIM KOLAGENASE, DAN ANTIBAKTERI, SERTA CARA MENDAPATKANNYA
Tujuan dari invensi ini adalah menyediakan inokulum Bacillus spp. yang memiliki aktivitas gelatinase, aktivitas kolagenase untuk digunakan dalam proses isolasi peptida dari bahan baku yang mengandung sumber gelatin dan kolagen yang bersifat antibakteri patogen pangan lebih khusus Salmonella thypi dan Staphylococcus aureus. Enzim gelatinase dan kolagenase yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus spp. diperoleh dengan cara menumbuhkan sebanyak bakteri Bacillus spp. dalam media Tryptic Soy Broth (TSB) diberikan 5% (b/v) membran kerabang telur ayam, menginkubasi, memisahkan cairan fermentasi dari biomassa sel, mengambil supernatan yang merupakan enzim kasar, menguji aktivitas protease, dan menguji aktivitas kolagenase. Aktivitas enzim gelatinase pada Bacillus spp. sebagaimana klaim 1 efektif mulai hari ke 5 dengan aktivitas gelatinase antara 85 – 100%. Aktivitas enzim kolagenase pada Bacillus spp. sebagaimana klaim 1 sebesar 2 – 13 U/mL. Aktivitas antibakteri pada Bacillus sp. lebih khusus pada Bacillus nakamurai BP1 adalah sebesar 0,67 – 0,88 cm zona hambatan.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 11 Juni 2024
- Detail

Perangkat Lunak Antarmuka Interpretasi ACS (Attitude Control System)
OBDH mempunyai fungsi untuk menerima, mengatur, mengambil keputusan dan melaksanakan perintah dari dan ke satelit melalui stasiun bumi. PDHS mempunyai tugas untuk menerima data muatan yang masuk seperti data kamera untuk menyimpan, mengompres dan memformat data muatan untuk ditransmisikan melalui Antarmuka Kecepatan Tinggi ke stasiun bumi. PDHS dibangun berbasis FPGA dan mikrokontroler, FPGA berfungsi untuk menerima, mengkodekan dan menyimpan data muatan pada memori flash tertentu. Sedangkan mikrokontroler digunakan untuk menerima dan menyimpan data ACS (attitude control system) dari OBDH. Perangkat lunak antarmuka dibuat dan dikembangkan untuk menerima dan memverifikasi data ACS yang di kirim oleh OBDH sebelum diterima oleh PDHS. Verifikasi diperlukan untuk memastikan bahwa rangkaian data ACS yang dikirim oleh OBDH telah benar dan tidak terjadi kesalahan dalam penyusunannya. Kesalahan pada rangkaian data ACS akan mengakibatkan kesulitan pada operator dalam memverifikasi, dan mengolah gambar yang diperoleh dari Satelit NEO/A4. Perangkat lunak ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman delphi, yang mampu bekerja dengan data rate hingga 4Mbps, dengan waktu interpreatasi data kurang dari 250 ms.
- Hak Cipta
- Tersertifikasi
- - 10 Juni 2024
- Detail