Pencarian Hak Kekayaan Intelektual
Desain Reaktor Berpengaduk Vertikal Dan Berpengaduk Horisontal Hidrolisis
Reaktor Berpengaduk Vertikal dan Berpengaduk Horisontal Hidrolisis merupakan reaktor yang digunakan untuk memproduksi biogas dari limbah cair hasil proses kelapa sawit (palm oil mill effluent/POME). Reaktor dengan kapasitas 2000 m3 ini memiliki dimesin ID 14000 mm dan tinggi dinding reaktor 13500 mm. Reaktor ini dilengkapi dengan pengaduk vertikal dan horisontal hidrolisis untuk memastikan fluida di dalam reaktor tercampur dan homogen, sehingga dapat menghasilkan produk biogas yang lebih optimal.
- Desain Industri
- Tersertifikasi
- - 10 November 2022
- Detail
ALGIES: Algae Identification Expert System
Harmful algal blooms (HAB) merupakan salah satu respon alam terhadap pengayaan nutrien dalam sistem perairan dan semakin banyak terjadi di perairan pesisir, seperti di Teluk Lampung dan Teluk Jakarta, Indonesia. HAB menghadirkan tantangan pengelolaan lingkungan dan perikanan karena ketidakpastiannya, cakupan spasial, dan efek kesehatan yang merugikan pada organisme pesisir, termasuk manusia. ALGIES dibangun sebagai sebuah sistem pakar untuk mengidentifikasi alga yang biasa ditemukan pada kejadian HAB di Indonesia. Sistem ini menggunakan ontologi sebagai pedoman untuk menentukan spesies alga dan faktor kepastian untuk menunjukkan tingkat kepercayaan para ahli ketika memberikan pernyataan atau penilaian. Sistem telah diuji untuk mengidentifikasi 60 sampel menggunakan 51 karakteristik alga. Tes dipersempit menjadi 20 jenis alga penyebab HAB yang paling umum ditemukan di Indonesia dan dibandingkan dengan hasil identifikasi oleh para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengidentifikasi data uji dengan akurasi 73,33%. Sistem ini juga memiliki kesepakatan yang tinggi (di atas 79,75%) dengan identifikasi yang dilakukan oleh para ahli pada enam spesies alga. Peningkatan lebih lanjut dari akurasi sistem dapat memfasilitasi penggunaannya sebagai alat alternatif dalam identifikasi alga secara cepat atau bagian dari sistem peringatan dini untuk HAB.
- Hak Cipta
- Tersertifikasi
- - 10 November 2022
- Detail
GLASIR KERAMIK BERBAHAN ABU VULKANIK DAN PROSES PEMBUATANNYA
Invensi ini berhubungan dengan komposisi bahan glasir dan metode pembuatannya, khususnya komposisi dan pembuatan glasir berwarna hitam doff berbahan abu vulkanik untuk diterapkan pada bodi keramik jenis stoneware. Komposisi bahan sesuai invensi ini terdiri dari kombinasi abu vulkanik dengan air, sedangkan metode sesuai invensi ini meliputi langkah-langkah berikut: menimbang abu vulkanik, mencampurkan dengan air, menggiling abu vulkanik yang dicampur dengan air pada alat potmill yang berisi bola penggiling selama 4 jam, dengan perbandingan abu vulkanik : air : bola penggiling adalah 1:1:1, kemudian menyaring hasil penggilingan abu vulkanik dengan ayakan 200 mesh. Glasir diterapkan pada bodi keramik jenis stoneware yang sebelumnya telah dibakar pada suhu 800oC, dengan cara dikuas atau dicelup kemudian dikeringkan. Setelah proses pengeringan selesai dilakukan proses selanjutnya adalah pembakaran glasir pada suhu 1250oC.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 08 November 2022
- Detail
METODE SINTESIS BIOFOAM DARI SELULOSA NANO FIBRIL DAUN NANAS DAN PRODUK YANG DIHASILKANNYA
Invensi ini berkaitan dengan metode sintesis biofoam dari selulosa nano fibril (CNF) daun nanas dan karakteristik produk biofoam yang dihasilkan, dengan metode sintesis yang digunakan adalah pickering emulsion. Pada metode tersebut, busa yang terbentuk akibat penambahan sodium dodecyl sulphate (SDS) akan distabilkan oleh partikel CNF melalui efek pickering. Selain itu, penambahan cationic polyacrylamide (CPAM) berfungsi untuk mengikat gelembung udara yang telah stabil sehingga gelembung tersebut akan terperangkap dalam matrix (pulp daun nanas). Melalui proses pengeringan, gelembung udara dalam matrix akan membentuk rongga sehingga diperoleh biofoam. Biofoam yang disintesis dari CNF daun nanas memiliki daya serap air 170,601-188,863%; sudut kontak 92,163-105,749 derajat; densitas 0,080-0,096 gr/cm3; biodegradable 21,907-35,363% dalam waktu 20 hari; porositas 93,581-94,651%; kuat tekan 4,479-6,135 MPa, dan kuat tarik 0,205-0,412 MPa. Kebaruan pada invensi ini terletak pada 1) jenis biomassa yang digunakan sebagai sumber nanoselulosa, yaitu daun nanas, 2) jenis CNF yang digunakan pada pembuatan biofoam, yaitu CNF non-ionik, 3) karakteristik biofoam yang dihasilkan, yaitu memiliki kekuatan mekanik yang tinggi sehingga dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi, seperti kemasan pangan yang tidak berkuah, pelindung elektronik, insulator, dan lain-lain.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 08 November 2022
- Detail
METODE DAN KOMPOSISI PEMBUATAN BIOKOMPOSIT BERBAHAN HIGH DENSITY POLY ETHYLENE, RUMPUT LAUT MERAH DAN SERBUK SABUT KELAPA UNTUK BAHAN KEMASAN KAKU (RIGID)
Invensi ini berhubungan dengan suatu komposisi dan proses pembuatan biokomposit berbahan dasar High Density Poly Ethyelene (HDPE) dan rumput laut merah dengan penambahan serbuk sabut kelapa untuk bahan kemasan kaku (rigid). Tahapan proses meliputi pencampuran HDPE dan serbuk karaginan atau serbuk residu Agar dengan perbandingan (5:1), serta penambahan serbuk sabut kelapa dengan konsentrasi 1-10% (b/b), dalam suatu alat pencampur (rheomixer). Proses pencampuran dengan metode melt-mixing pada Rheomix pada suhu 135-145°C, pada kecepatan rotor 60-80 rpm, selama 5-10 menit. Bongkahan biokomposit hasil pencampuran dalam rheomix dicetak menggunakan teknik injeksi pada suhu silinder 150-160 °C, suhu cetakan 35-40°C dengan tekanan 700-800 bar, selama 20-25 detik dan terbentuk suatu biokomposit. Berdasarkan invensi ini, diperoleh biokomposit dengan karakteristik kuat tarik berkisar 20,51-22,29 MPa, modulus elastisitas berkisar 0,78-1,12 GPa, suhu pelelehan berkisar 127,9⁰C-130,4⁰C dan indeks kristalinitas berkisar 42,53-52,66%.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 08 November 2022
- Detail
Software Ingest Data Satelit Orbit Polar Pita-L
Satelit yang datanya diakuisisi oleh Pusat Riset Penginderaan Jauh Pekayon Jakarta adalah satelit NOAA dan METOP. Sebuah sistem telah didesain dan dibangun untuk menerima dan merekam data satelit. Informasi mengenai status akuisisi dan porses akuisisi disajikan dalam bentuk aplikasi windows. Software ingest dibangun menggunakan kompiler Microsoft Visual C++ 2017, dengan Microsoft Fundamental Class. Terdapat 2 (dua) perangkat yang diintegrasikan pada modul ini, serta menggunakan utiliti freeware untuk menghitung posisi dan kecepatan satelit mengorbit bumi menggunakan metode SGP4 (Simplified General Perturbations propagator). Dalam memprediksi pergerakan objek yang mengorbit bumi, diperlukan elemen orbit satelit yang akan diakuisisi. Data yang diperlukan adalah Two-Line mean Element (TLE) untuk satelit dalam kelompok cuaca (weather.txt). Sistem software ini dapat melakukan sinkronisasi data perekaman dan pengolahan secara otomatis. Dari awal akuisisi sampai akhir perekaman dat dan data tersimpan di hardisk. Hasil quicklook dapat langsung dilihat di aplikasi.
- Hak Cipta
- Tersertifikasi
- - 08 November 2022
- Detail
PROSES PRODUKSI SENYAWA (+)-EPOKSIDON, (-)-PILLOSTINE, DAN GENTISIL ALKOHOL DARI JAMUR Phomopsis sp. TcBtBo-6 SEBAGAI BAHAN OBAT ANTIBAKTERI, ANTIMIKOBAKTERIA, ANTICANDIDA DAN ANTIOKSIDAN
Invensi ini berkaitan dengan proses produksi mencakup kultivasi, ekstraksi, isolasi, dan identifikasi senyawa (+)-epoksidon, (-)-pillostine dan gentisil alkohol dari jamur Phomopsis sp. TcBtBo-6 sebagai antibakteri, antimikobakteria, anticandida, dan antioksidan. Sejauh ini, belum terdapat informasi terkait isolasi metabolit sekunder, struktur kimia, dan kapasitas bioproduksi (+)-epoksidon, (-)-pillostine dan gentisil alkohol dari Phomopsis sp. TcBt1Bo-6. Hasil pengujian menunjukkan (+)-epoksidon bersifat antibakteri E. coli, antimikobakteri M. smegmatis, dan anticandida C. albicans dengan kategori moderat (nilai MIC 25-50P µg/mL), senyawa(-)-phillostine bersifat antibakteri E. coli, dengan kategori moderat (nilai MIC 12,5P µg/mL), senyawa gentisil alkohol bersifat antimikobakteri M. smegmatis, antibakteri S.aureus, dan anticandida C. albicans dengan kategori moderat (nilai MIC 25P-50 µg/mL)dan bersifat antioksidan sangat kuat menangkap radikal bebas DPPH dengan IC50 sebesar 4,15 µg/mL (AAI 7,43). Hasil kapasitas produksi (+)-epoksidon sebesar 189,430 mg/L yang lebih baik dari Phoma herbarum. Senyawa minor dihasilkan dengan kapasitas produksinya lebih rendah dari jamur Penicillium sp. dan Diaporthe sp. E., namun jamur Phomopsis sp. TcBt1Bo-6 dapat dijadikan alternatif sumber metabolit bioaktif diatas.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 07 November 2022
- Detail
METODE PENGUKURAN SENYAWA TRIHALOMETAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS DENGAN DETEKTOR PENANGKAP ELEKTRON (GC-ECD)
Invensi ini berkaitan dengan suatu metode pengukuran senyawa Trihalometans secara kromatografi gas yang dilengkapi dengan detektor penangkap elektron menggunakan kolom HP-5 dengan dimensi 30 m x 0,32 mm i.d, 0,25 µm; dengan perwujudannya kondisi pengukuran sebagai berikut : menggunakan tert-Butil Metil Eter (MTBE) sebagai pelarut; nitrogen sebagai gas pembawa dan pendorong dengan laju alir 30 mL/menit; suhu injektor 250 0C; suhu detektor 300 0C; elusi dilakukan dengan suhu kolom terprogram 700C ditahan 1 menit lalu dinaikkan sampai 160 0C dengan kenaikan suhu 10 0C/menit, ditahan 1 menit lalu dinaikkan sampai 260 0C dengan kenaikan suhu 10 0C/menit; mode tidak terbagi; laju alir gas 2,99 mL/menit; tekanan 13,259 psi; total laju alir 16 mL/menit; laju alir pembersihan septum 3 mL/menit; laju alir pembersihan 10 mL/menit; memiliki kurva kalibrasi yang memberikan hasil yang linier dalam rentang konsentrasi 0,12 – 2,40 ng/mL. Persamaan regresi kurva kalibrasi untuk senyawa triklorometan (TCM) adalah y = 1920,3x -241,45 dengan koefisien korelasi lebih dari 0,999; senyawa bromodiklorometan (BDCM) adalah y = 3707,5x – 603,02 dengan koefisien korelasi lebih dari 0,999; senyawa klordibromometan (CDBM) adalah y = 3198,3x – 279,24 dengan koefisien korelasi lebih dari 0,999; dan senyawa tribromometan (TBM) adalah y = 67,259x + 7,2948 dengan koefisien korelasi 0,998.
- Paten
- Pemeriksaan Substantif Tahap I
- - 06 November 2022
- Detail
METODE PEMBUATAN MIKROPARTIKEL HIGROSKOPIS BAHAN SEMAI AWAN
Invensi ini mengenai metode pembuatan mikropartikel higroskopis bahan semai awan, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan metode pembuatan yang digunakan untuk menghasilkan bahan semai awan berupa serbuk higroskopis yang terbuat dari campuran 10:1 garam NaCl krosok dengan material anti kempal yang berbasis senyawa metal oksida, yang memiliki diameter partikel 2-6 µm, yang digunakan sebagai bahan semai awan pada suatu kegiatan penyemaian awan sebagai bentuk teknologi modifikasi cuaca (TMC). Metode pembuatan ini terdiri dari: langkah pemanasan garam NaCl krosok dengan oven temperatur rendah sebelum pembuatan, lalu pencampuran garam NaCl krosok dengan material anti kempal yang berbasis senyawa metal oksida melalui mesin mixer, yang kemudian dilanjutkan dengan proses penggilingan material hasil pencampuran pertama dengan mesin cross-beater mill. Selanjutnya pada material yang dihasilkan, dilakukan langkah pencampuran ulang dan kemudian 2 kali penggilingan berturut-turut dengan mesin mixer dan cross-beater mill. Hasil pencampuran dan penggilingan ulang kemudian dipanaskan kembali dengan oven temperatur rendah, untuk kemudian digiling sebanyak 2 kali dengan menggunakan mesin jet mill. Bahan semai yang dihasilkan dari metode ini diketahui 90% atau D90 partikelnya memiliki diameter 2-6 µm atau < 7 µm, dimana berat bahan semai tersebut yang didapatkan adalah 10 kg.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 05 November 2022
- Detail
PROSES PRODUKSI XILOOLIGOSAKARIDA AMPAS AREN OLEH XILANASE JAMUR Trichoderma virens
nvensi ini berkenaan dengan metode produksi xilooligosakarida dari ampas aren oleh xilanase Trichoderma virens MLT2J2. Metode untuk preparasi ampas aren dikarakterisasi dengan tahapan pengeringan ampas aren suhu, penggilingan ampas aren, pengayakan hingga diperoleh ukuran partikel 1 mm, penambahan buffer sitrat pH 5,0 kedalam 2% ampas aren, penambahan xilanase cair, proses hidrolisis enzimatis berlangsung pada inkubator berggoyang pada kondisi suhu 30-40°C selama 0-8 jam inkubasi, dan sentrifugasi pada kecepatan putaran 5000 rpm selama 30 menit untuk memperoleh hidrolisat cair. Hidrolisat cair yang dihasilkan memiliki viskositas sebesar 1,282 – 1,468 mPa.s dengan kandungan gula reduksi sebesar 205,69 – 274,83 ppm. Ampas aren yang digunakan sebagai bahan baku dengan harga yang murah dapat mengatasi masalah limbah pengolahan pati aren melalui pendekatan enzimatis menggunakan xilanase, sehingga metode produksi xilooligosakarida ini berbiaya rendah, proses teknologinya cepat, serta ramah lingkungan dalam proses pengolahan.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 04 November 2022
- Detail