Pencarian Hak Kekayaan Intelektual
METODE PEMBUATAN KAWAT NANO PERAK
Invensi ini adalah suatu metode pembuatan kawat nano perak untuk memperoleh material yang memiliki sifat inhibitor. Tahapan proses pembuatan kawat nano perak diawali dengan memanaskan larutan pertama berupa perak nitrat (0,10 M) hingga mencapai suhu 160ºC. Penambahkan campuran larutan polivinil pirolidon (0,15 M) dan besi (III) klorida (0,10 mM) ke dalam larutan pertama dengan menggunakan syringe pump dan diproses selama 2,5 jam. Semua larutan dilarutkan ke dalam pelarut etilen glikol. Larutan campuran dilakukan tahapan selanjutnya, berupa sonikasi selama 1 jam dengan penambahan aseton (1:1) dan sentrifugasi menggunakan etanol secara berulang karena kawat nano perak masih terbentuk gumpalan dan mengandung pengotor sehingga dapat menghilangkan sisa-sisa pengotor yang masih menempel di dalam kawat nano perak. Aspek selanjutnya dari invensi ini untuk melihat kawat nano perak yang dihasilkan dengan dilakukan karakterisasi menggunakan SEM.
- Paten
- Terdaftar
- - 13 September 2022
- Detail
FORMULASI DAN PROSES PEMBUATAN MINUMAN FUNGSIONAL BERBASIS LIDAH BUAYA DAN EKSTRAK BUAH CIPLUKAN
Invensi ini berhubungan dengan suatu minuman fungsional dan proses pembuatannya, khususnya berupa minuman herbal berbahan dasar lidah buaya dan ciplukan yang diformulasi dengan bahan-bahan seperti jahe merah, gula, madu, garam, CMC, asam sitrat dan Na-benzoat. Hasil uji fisik menunjukkan rerata pH 4,210; TPT 14,875; viskositas 2,638; dan densitas 1,041. Hasil uji fitokimia menunjukkan komposisi perlakuan 201 memberikan hasil terbaik kandungan antioksidan, fenol, daflavonoid. Hasil uji hedonik menunjukkan pada atribut rasa dan penerimaan umum terbaik ditunjukkan oleh komposisi perlakuan 706, dan tidak berbeda nyata pada atribut lain (aroma, warna, viskositas,dan kepahitan). Kesimpulan antar variabel fisik, fitokimia, dan hedonik, dirangkum dalam table skoring yang menunjukkan komposisi perlakuan terbaik ialah 117, 201, dan 706.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 12 September 2022
- Detail
FORMULA STARTER KERING BAKTERI PROBIOTIK Lactobacillus plantarum DD10 DAN PROSES PEMBUATANNYA
Invensi ini berhubungan dengan formula starter kering bakteri probiotik Lactobacillus plantarum DD10 dan proses pembuatannya. Formula starter kering bakteri probiotik Lactobacillus plantarum DD10 terdiri dari: Lactobacillus plantarum DD10 dan bahan pengisi yang terdiri dari bubuk susu skim, mononatrium glutamat, dan asam askorbat. Proses pembuatan starter kering bakteri probiotik terdiri dari: menumbuhkan bakteri asam laktat Lactobacillus plantarum DD10 pada media MRS agar miring; menyiapkan seed culture Lactobacillus plantarum DD10 pada media MRS cair; menginokulasi seed culture ke dalam media fermentasi yang terdiri dari susu skim dengan konsentrasi 50-150 g/L, dan menginkubasinya selama 16-20 jam pada suhu 35-40°C; menambahkan bahan pengisi yang terdiri dari susu skim sebanyak 100-200 gram per 100 mL, mononatrium glutamat 0,5-2 gram per 100 mL, asam askorbat 0,5-2 gram per 100 mL ke dalam kultur bakteri asam laktat, dan mengeringkan starter bakteri menggunakan oven vakum pada suhu 30-35°C dan tekanan -70 cmHg selama 24-40 jam. Invensi ini menghasilkan starter kering bakteri probiotik Lactobacillus plantarum DD10 dengan kepadatan 1x107 sampai dengan 5x107 cfu/g dengan viabilitas sel pada penyimpanan suhu 4˚C yang dapat bertahan sampai dengan 180 hari.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 12 September 2022
- Detail
METODE AKLIMATISASI PLANLET Stevia rebaudiana Bertoni SECARA SEDERHANA MENGGUNAKAN STEK MIKRO
Invensi ini berkaitan dengan suatu metode aklimatisasi planlet Stevia melalui stek mikro pucuk dan buku hasil kultur jaringan. Tahapan-tahapan metode menurut invensi ini yaitu: menyiapkan eksplan sumber stek mikro, menyiapkan media tanam berupa boks plastik mika kemudian mengisinya dengan media tanam, menyiapkan stek mikro yaitu tunas pucuk dan buku, menanamnya pada media tanam, melakukan pemeliharaan di dalam ruang inkubasi, menyiapkan media aklimatisasi di nursery, melakukan aklimatisasi di nursery dan memelihara planlet hingga siap tanam di lapangan. Metode aklimatisasi Stevia menurut invensi ini memiliki tingkat keberhasilan sebesar 64-91%. Tanaman Stevia hasil aklimatisasi menurut invensi ini dapat ditanam di lapangan setelah dipelihara selama 2 bulan untuk menghasilkan bibit yang siap ditanam di lapangan.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 12 September 2022
- Detail
METODE EKSTRAKSI DEOXYRIBONUCLEIC ACID (DNA) TANAMAN SAGU (Metroxylon sagu Rottb.) MENGGUNAKAN CAMPURAN DAPAR LISIS CETYLTRIMETHYLAMMONIUM BROMIDE (CTAB) DAN SODIUM DODECYL SULPHATE (SDS)
Proses ekstraksi DNA daun sagu (Metroxylon sagu Rottb) menggunakan campuran dapar lisis Cetyltrimethylammonium Bromide (CTAB) dan Sodium Dodecyl Sulphate (SDS) dilakukan untuk kajian keragaman genetik dalam rangka konservasi plasma nutfah hutan-hutan sagu. Invensi ini berkaitan dengan suatu metode ekstraksi daun tanaman sagu, baik dalam kondisi segar atau kering. Biasanya ekstraksi menggunakan metode Doyle atau menggunakan kit pasaran yang sudah tersedia. Pada pengukuran konsentrasi dan kemurnian diperoleh konsentrasi DNA pada sampel daun sagu berkisar dari 33,8 ng/μL - 1380,3 ng/μL dengan rentang nilai kemurnian 1,43 – 2,03. Pengukuran amplifikasi memperlihatkan sampel daun sagu dengan 7 primer SSR memiliki keberhasilan persentase amplifikasi hingga 100%.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 09 September 2022
- Detail
DESAIN PRIMER UNTUK AMPLIFIKASI GEN PROTAMINE 1 (PRM1) DAN HEAT SHOCK PROTEIN FAMILY B MEMBER 9 (HSPB9) PADA SAPI BALI (Bos javanicus) DAN SAPI DONGGALA (Bos indicus)
Invensi ini berkenaan dengan desain primer untuk amplifikasi gen Protamine (PRM1) dan Heat Shock Protein Family B Member 9 (HSPB9) padaSapi Bali (Bos javanicus) dan Sapi Donggala (Bos indicus) menggunakan program komputer Primer3Plus (https://www.primer3Plus.com). Materi yang digunakan pada invensi ini adalah sampel DNA dari pejantan sapi Bali (4 ekor) dan Donggala (6 ekor). Desain primer pada invensi ini yaitu: PRM1-F: 5’- AGA TAC CGA TGC TGC CTC AC -3’ dan PRM1-R: 5’- AGG TGG CAT TGT TCG TTA GC -3’ serta HSPB9-F: 5’- TGG CCT TTA CTG AAC GGA AC -3’ dan HSPB9-R: 5’-TAG AGC CAC GGC TTC TGA AT -3’. Hasil analisis PCR dengan desain primer tersebut diperoleh single band amplikon sebesar 380 bp (PRM1) dan 399 bp (HSPB9). Hasil sekuensing pada gen PRM1 Sapi Donggala menunjukkan adanya satu titik mutasi di ekson 1 yaitu c.154G>T (R25I) yang berpotensi sebagai marka genetik sifat kualitas sperma. Selain itu, posisi basa ke-216 pada gen HSPB9 diketahui sebagai penciri genetik antara Sapi Bali dan Sapi Donggala.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 08 September 2022
- Detail
Sediaan Inokulum Silase
Invensi ini berhubungan dengan sediaan inokulum silase, khususnya berupa kombinasi bakteri asam laktat dan khamir dalam sediaan cair untuk pengawetan hijauan pakan ternak khususnya ternak ruminasia dengan komposisi dalam 1 liter sediaan inokulum cair mengandung sel L. plantarum 10.12-10.15 cfu, sel S. cerevisiae 10.9-10.11 cfu, medium deMan Rogosa Sharpe 30-40 g, medium cair malt extract: 7,5-10,0 g. Proses pembuatan sediaan inokulum silase dilakukan dengan tahapan 1) mengislasi bakteri asam laktat; 2) mengisolasi khamir; 3) menumbuhkan bakteri asam laktat dan khamir pada medium selektif. sediaan inokolum silase pada invensi ini memiliki karakteristik stabil dalam kondisi aerob, menghambat pertumbuhan bakteri Clostridia spp. serta meningkatkan kecernaan pakan hijauan yang di buat silase.
- Hak Cipta
- Tersertifikasi
- - 07 September 2022
- Detail
ALAT PENDETEKSI DINI TSUNAMI BERBASIS KABEL BAWAH LAUT
Alat Pendeteksi Dini Tsunami berbasis Kabel Bawah Laut berfungsi sebagai perangkat pendeteksi mitigasi bencana tsunami yang di dalamnya terdapat perangkat-perangkat pendukung deteksi dini Tsunami. Terdapat tiga komponen utama yaitu Main Tray (tatakan utama), Additional Tray (tatakan tambahan), dan perangkat-perangkat deteksi dini. Main Tray dan Additional Tray berfungsi sebagai tatakan untuk peletakan perangkat pendukung deteksi dini Tsunami seperti catu daya, sensor, perangkat elektronika dan telekomunikasi. Setiap komponen akan menempati tatakan yang dipisahkan oleh sekat berbentuk setengah lingkaran dengan bahan yang bersifat menyerap gangguan elektromagnetis sehingga membentuk kompartemen-kompartemen. Untuk mengakomodir kebutuhan dalam penempatan perangkat-perangkat tersebut, disediakan lubang-lubang baut dengan posisi yang disesuaikan agar dapat memperkuat peletakan komponen sehingga tidak mudah lepas dari tatakan. Seluruh bagian didesain sedemikian rupa beserta kompartemennya dengan mengedepankan aspek memiliki kekuatan struktur yang kuat sehingga dapat bertahan selama minimal 20 tahun, dapat menahan guncangan baik gempa, longsor bawah laut, maupun tsunami, dan memiliki kesesuaian dan ketahanan terhadap radiasi gelombang elektromagnetik
- Desain Industri
- Tersertifikasi
- - 07 September 2022
- Detail
PROSES PEMBUATAN DAN PRODUK BIOSILIKA MESOPORI DARI DAUN BAMBU ANDONG SEBAGAI KATALIS PADA PIROLISIS α-SELULOSA
Invensi ini bertujuan untuk mengungkap mengenai suatu proses pembuatan produk silika mesopori yang menggunakan bahan baku daun bambu andong. Pembuatannya dilakukan dengan cara membakar daun bambu jenis andong, mencampur larutan NaOH, meneteskan secara perlahan campuran ke dalam larutan natrium silikat pada larutan surfaktan cetriamonium bromide (CTAB) dan ditambah HCl. Lalu larutan tersebut kemudian didiamkan hingga terbentuk gel dan dilanjutkan dengan proses menyaring, mencuci, mengeringkan, mengkalsinasi gel tersebut. Pada akhir proses didapat produk biosilika mesopori dalam bentuk padatan kering. Produk biosilika mesopori sebagaimana invensi ini dicirikan dengan adanya gugus fungsi Si-OH dan Si-O-Si (siloxane groups) pada biosilika mesopori yang terbentuk. Produk biosilika mesopori sebagaimana invensi ini mampu dimanfaatkan sebagai katalis pada proses pirolisis α-selulosa sehingga dapat menghasilkan kandungan hidrokarbon terbanyak sebesar 31,26% serta menaikan kandungan hidrokarbon total sebesar 6,82% dan menurunkan kandungan senyawa beroksigen sebanyak 3,1% dibanding tanpa penggunaan katalis.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 06 September 2022
- Detail
METODE PEMBUATAN KOMPOSIT NANOSELULOSA DENGAN NANO PARTIKEL TITANIUM DIOKSIDA SEBAGAI AGEN FOTOKATALITIK UNTUK DEGRADASI POLUTAN ZAT PEWARNA DAN PRODUK YANG DIHASILKANNYA
Invensi ini berhubungan dengan suatu metode pembuatan komposit nanoselulosa dengan nano partikel titanium dioksida untuk degradasi fotokatalitik polutan zat pewarna dan produk yang dihasilkannya, dimana nanoselulosa berasal dari limbah biomassa seperti tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang difungsionalisasikan dengan titanium dioksida teknis yang diproses secara ramah lingkungan menjadi nano partikel sehingga lebih dan ekonomis namun memiliki efektifitas yang sama dibandingkan dengan nano partikel titanium dioksida komersial standard pro-analisis. Tujuan invensi ini adalah untuk menyediakan metode pembuatan komposit nanoselulosa dengan nano partikel titanium dioksida sebagai agen fotokatalitik untuk degradasi polutan zat pewarna dan produk yang dihasilkannya. Metode pembuatan menurut invensi ini terdiri dari tahapan proses melakukan delignifikasi selulosa untuk mendapatkan mikroselulosa, menghidrolisis mikroselulosa untuk memproduksi nanoselulosa, menghancurkan titanium dioksida teknis hingga menghasilkan nanopartikel titanium dioksida, dan membuat komposit nanoselulosa berbasis nano partikel titanium dioksida dengan ultrasonikasi. Komposit yang dihasilkan dari metode menurut invensi ini memiliki karakteristik material berupa ukuran titanium dioksida teknis hasil proses proses High Energy Ball milling adalah 123,2 ± 37,8 nm, dan ukuran nanoselulosa delignifikasi hasil hidrolis yang memiliki aspek rasio > 50 dengan panjang skala mikron dengan diameter 10-20 nm.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 05 September 2022
- Detail