Pencarian Hak Kekayaan Intelektual
Formula Pupuk Organik Hayati Untuk Tanaman Singkong
Invensi ini berkaitan dengan suatu proses pembuatan pupuk organik hayati (POH) spesifik untuk tanaman singkong/singkong kaya beta karoten (KBK) dan proses pembuatannya. Isolat bakteri starter terdiri dari 10 isolat RPPT (Rhizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman) potensial dan terseleksi hasil isolasi dari perakaran tanaman singkong dan singkong kaya beta karoten (KBK) yang termasuk dalam genus Burkholderia, Paenarthrobacter, Klebsiella, Kocuria, Rhizobium dan Bacillus. Tahap awal dalam invensi ini adalah pembuatan starter, dengan kerapatan 107 – 108 CFU/ml dari masing-masing bakteri. Bahan pembuatan pupuk organik hayati dalam invensi ini terdiri starter bakteri sebanyak 1-2%, tauge sebanyak 5-7%, gula merah sebanyak 3-4%, pakan ikan sebanyak 2-4%, tepung jagung sebanyak 2-4%, agar-agar sebanyak 0,04-0,06%, telur ayam sebanyak 0,3-0,4%, dedak sebanyak 2-4%, molase sebanyak 5-7%, air kelapa muda sebanyak 3-4%, TSP/kapur sebanyak 0,75-1,5%, dan asam humat sebanyak 0,05-0,15% dan air mineral.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 13 Desember 2019
- Detail
Proses Pembuatan Nanoenkapsulan Berbasis Metabolit Sekunder Dan Produk Yang Dihasilkannya
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan nanoenkapsulan berbasis metabolit sekunder hasil fermentasi aktinomisetes TP5 dan TT41 dengan kandungan senyawa bioaktif sebagai antibakteri dan antifungi serta metode pembuatannya. Nanoenkapsulan menurut invensi ini terdiri dari limbah cair tahu, molase, mikroba starter TP5 dan TT41, alginate, dan larutan CaCl2, dengan metode pembuatannya terdiri dari membuat media fermentasi dari limbah cair tahu dan molase dengan cara mensterilkan media fermentasi dalam autoclave; menumbuhkan mikroba TP5 dan TT41 pada media agar miring potato dextrose agar (PDA); menghomogenkan mikroba TP5 dan TT41 dalam media potato dextrose broth (PDB) dengan cara mensuspensikan masing-masing satu ose mikroba TP5 dan TT41 dalam media PDB; melakukan fermentasi TP5 dan TT41 pada limbah cair tahu dan molase; melakukan pemanenan hasil fermentasi; memisahkan supernatan dengan cara filtrasi dan sentrifugasi; melakukan sintesis nanoenkapsulan dari supernatan dengan cara mencampurkan alginat, cairan fermentasi, dan CaCl2; melakukan pemisahan antara supernatan dan enkapsulan dengan cara sentrifugasi; dan melakukan pengeringan enkapsulan dengan metode pengeringan beku menggunakan freeze dryer.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 13 Desember 2019
- Detail
Proses Produksi Senyawa Fenol dari Lindi Hitam dan Produk Yang Dihasilkannya
Invensi berhubungan dengan proses produksi senyawa fenol dari lindi hitam yang berasal dari limbah perlakuan awal bioetanol generasi 2 berbasis tandan kosong sawit serta produk-produk yang dihasilkannya. Proses produksi senyawa fenol dari lindi hitam menurut invensi ini mencakup tahapan – tahapan yaitu pengambilan lindi hitam, penambahan HCl, pengadukan, pengecekan pH, memproses lindi hitam netral secara hidrotermal liquifaksi, pendinginan reactor, pengambilan hasil proses, penyaringan vakum, dan pemisahan residu dengan produk cair untuk mendapatkan senyawa fenol. Produk yang dihasilkan menurut invensi ini berupa senyawa fenol yang terlarut dalam produk cair hasil proses HTL dari lindi hitam yang dinetralkan dengan HCl. Senyawa fenol yang dihasilkan dapat memberikan nilai tambah limbah dan menjadi sumber alternatif senyawa kimia berbasis biomassa.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 13 Desember 2019
- Detail
PROSES PENGOLAHAN BAHAN BAKU INSTAN MASAKAN TRADISIONAL EMPAL GENTONG
Invensi ini berkaitan dengan suatu proses pengolahan daging sapi dan bumbu agar dapat digunakan sebagai bahan baku instan untuk makanan tradisional empal gentong. Tahapan yang diperlukan adalah persiapan daging sapi dan bahan – bahan bumbu untuk masakan empal gentong, proses pengeringan dengan mesin pengering mekanik pada suhu 55 - 60 ⁰C sampai kadar air 8 – 12 %, secara terpisah selama 12 jam dan pengemasan terhadap daging sapi beserta bumbu yang telah terkondisi pada satu kemasan atau kemasan terpisah. Dengan adanya invensi ini dapat diproduksi makanan tradisional empal gentong yang dapat dikonsumsi masyarakat modern dengan lebih praktis. Melalui proses yang dilakukan untuk membuat bahan baku instan ini juga terukur nilai kalori yang lebih tinggi daripada empal gentong yang diolah dengan proses tradisional. Dalam satu kemasan terdapat total berat bersih produk sebesar 125 gr. Penyajiannya mudah, dapat dilakukan secara praktis yaitu daging sapi yang telah diolah sebanyak 100 gr direndam dengan air panas (suhu 85⁰C – 90⁰C) sebanyak 300 ml selama 15 menit, kemudian dicampurkan dengan bumbu instan sebanyak 25 gr, dan dipanaskan pada suhu (90⁰C – 95⁰C) selama 15 menit.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 13 Desember 2019
- Detail
SISTEM KOLAM SEMI TERTUTUP UNTUK KULTIVASI MIKROALGA SKALA MASSAL
Salah satu kendala dalam kultivasi massal mikroalga yaitu tingginya kontaminasi yang berasal dari debu dan air hujan yang masuk pada media kultur. Invensi ini berupa suatu Sistem Kolam Semi Tertutup untuk budidaya massal mikroalga yang terdiri dari kolam utama, sistem penggerak media kultur, sistem sirkulasi fluida, serta sistem pemanenan. Kolam utama terbuat dari bahan terpal yang memiliki dimensi Panjang 10 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 1 meter yang mampu menampung air maximum 11.250 liter. Pada bagian atas kolam dibuat rangka lengkung dan ditutup dengan plastik transparan untuk menjaga stabilitas suhu dan melindungi kultivan dari kontaminasi luar. Pengaturan suhu kolam utama dilakukan secara manual melalui buka tutup pintu plastik di kedua ujung kolam. Suhu dalam kolam dapat dijaga pada kisaran 24-33 oC. Sistem penggerak media kultur menggunakan gelembung udara (bubble) yang dihasilkan dari mesin airpump dengan tekanan 8 Kpa. Pengaturan sirkulasi air untuk pengisian air kolam dan proses panen dilakukan menggunakan katup yang ditempatkan pada bagian saluran keluar dan masuk kolam utama. Teknik pemanen biomassa menggunakan metode filtrasi yang mampu menghasilkan biomassa maksimum 10 g/m2/hari. Penemuan ini juga berkaitan dengan metode untuk memproduksi biomassa mikroalga dengan perangkat ini. Sistem ini lebih cocok untuk membudidayakan mikroalga jenis Spirulina platensis.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 13 Desember 2019
- Detail
KOMPOSISI BIOKOMPOSIT PLASTIK PATI TERPLASTISASI/LOGAM OKSIDA(TPS/LO)
Invensi ini berkaitan tentang komposisi biokomposit plastik pati terplastisasi/logam oksida (TPS/LO) khususnya berupa logam oksida seng oksida (ZnO) dan titanium dioksida (TiO2). Komposisi logam oksida dalam TPS/LO menurut invensi ini mengandung ZnO antara 0,1 phr hingga 2,0 phr; TiO2 0,1 hingga 2,0 phr yang memiliki karakteristik antibakteri pada zona hambat bakteri antara 9,00 mm hingga 21,25 mm; memiliki kekuatan-tarik antara 4,80 MPa hingga 7,50 MPa.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 13 Desember 2019
- Detail
Makanan Siap Saji Tinggi Serat Sebagai Pangan Darurat
Invensi ini berhubungan dengan formulasi dan proses pembuatan food bar tinggi serat dengan bahan dasar tepung pisang, tepung ubi jalar, dan tepung kacang hijau, yang dapat dimanfaatkan sebagai pangan darurat. Proses pembuatannya meliputi tahapan-tahapan: proses pembuatan flakes dengan bahan tepung komposit: tepung pisang dan tepung ubi jalar; proses pembuatan food bar; dan proses karakterisasi dan pengujian makanan darurat siap saji food bar tinggi serat. Adonan flakes dibuat dari tepung pisang dan tepung ubi jalar dengan perbandingan 2:1 dengan bahan tambahan berupa gula halus (11%) dan air (40%). Adonan flakes dicetak dan dipanggang pada suhu 120C selama 20 menit. Food bar dibuat dengan bahan dasar flakes tepung komposit, bahan pengisi, dan bahan pelengkap lainnya. Formulasi didasarkan pada variasi bahan pengisi, yaitu tanpa penambahan tepung pisang dan dengan penambahan tepung pisang.
- Paten
- Pemeriksaan Substantif Tahap I
- - 13 Desember 2019
- Detail
PROSES PEMBUATAN LEMBARAN KOMPOSIT KITOSAN-TiO2/Ag SEBAGAI BIOPLASTIK ANTIBAKTERI
Pembuatan lembaran komposit kitosan-TiO2/Ag yang dilakukan dengan metode solution casting yaitu deposisi di atas substrat kaca dengan menuangkan bahan yang berupa larutan, dikeringkan hingga terbentuk lembaran dengan beberapa tahapan yang sesuai antara lain dengan pencampuran larutan, pengadukan, penambahan serbuk nanokomposit TiO2/Ag, pencetakan, pengeringan, perendaman, dan pengeringan kembali. Lembaran komposit ini memiliki komposisi dengan perbandingan kitosan dan TiO2/Ag adalah 1:0,008 terhadap asam asetat. Proses pengangkatan lembaran dari substrat dilakukan dalam fase basah menggunakan larutan KOH 1M untuk menghasilkan lapisan yang elastis dan kuat. Lembaran komposit kitosan-TiO2/Ag yang dihasilkan bersifat antibakteri.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 13 Desember 2019
- Detail
MINUMAN HERBAL YANG MENGANDUNG SENYAWA BIOAKTIF ANTIDIABETES DARI DAUN SALAM DAN KULIT BATANG KAYU MANIS
Invensi ini berhubungan dengan minuman herbal yang mengandung senyawa bioaktif antidiabetes dari simplisia daun salam dan simplisia kulit batang kayu manis, di mana minuman tersebut dapat menghambat kinerja enzim alfa-glukosidase yang mampu menurunkan kadar gula darah. Minuman herbal pada invensi ini memiliki rasio antara simplisia daun salam dan kulit batang kayu manis serta air yaitu sebesar 1:20, sedemikian hingga memiliki aktivitas 90% inhibisi atau penghambatan terhadap enzim alfa-glukosidase. Minuman herbal ini dapat disiapkan melalui penyeduhan dan perebusan. Minuman herbal yang disiapkan melalui penyeduhan memiliki perbandingan simplisia daun salam terhadap simplisia kulit batang kayu manis sebesar 1:9 sampai dengan 3:7. Sedangkan Minuman herbal yang disiapkan melalui perebusan memiliki perbandingan simplisia daun salam terhadap simplisia kulit batang kayu manis sebesar 1:9 sampai dengan 5:5.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 13 Desember 2019
- Detail
Metode Sakarifikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit Menggunakan Isolat Lokal Aspergillus niger
Invensi ini berhubungan dengan suatu metode sakarifikasi tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menggunakan isolat lokal Aspergillus niger yang dapat menghasilkan enzim selulase. Sakarifikasi dilakukan menggunakan substrat TKKS tanpa perlakuan awal dan TKKS dengan perlakuan awal alkali dengan NaOH 10%. Proses sakarifikasi dilakukan dengan buffer sitrat 0,05 M, pada 150 rpm selama 72 jam dengan variasi suhu 30 –45oC. Pengambilan sampel dilakukan pada jam ke-24, 48 dan 72 dan dilakukan analisis kadar gula pereduksi dengan metode asam 3,5-dinitrosalisilat (DNS). Invensi ini menghasilkan kondisi sakarifikasi optimum, yaitu pada suhu 40oC dan waktu sakarifikasi 1572 jam dengan kadar gula pereduksi sebesar 12,79 mg/mL untuk TKKS tanpa perlakuan awal dan 1,02 mg/mL untuk TKKS dengan perlakuan awal.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 13 Desember 2019
- Detail