Pencarian Hak Kekayaan Intelektual
SISTEM DAN METODE UNTUK MEMBUAT NATRIUM BIKARBONAT (BAKING SODA) DAN KALSIUM KLORIDA DARI LARUTAN AMONIAK (NH4OH)
Invensi ini berupa suatu sistem dan metode untuk membuat natrium bikarbonat (baking soda atau NaHCO3) dan kalsium klorida (CaCl2) dari larutan amoniak (NH4OH) dengan cara kolom karbonasi daur ulang tidak kontinyu (batch recycle carbonation column). Adapun tahapan pada proses ini adalah mencampur air laut, garam NaCl dan larutan ammoniak ditangki pencampur, menyaring larutan tersebut dan mengalirkannya ke kolom karbonasi, mengalirkan gas karbondioksida dan mendaur ulang gas karbon dioksida ke dalam campuran sampai terbentuk padatan natrium bikarbonat, menyaring dan mengeringkan natrium bikarbonat, larutan NH4Cl dari penyaringan natrium bikarbonat ditambahkan serbuk kapur tohor (CaO) yang diaduk pada reaktor berpemanas menghasilkan serbuk kalsium klorida. Karbon dioksida pada proses ini yang dihasilkan berasal dari pemanasan batu kapur (CaCO3) menggunakan rotary kiln. Sistem ini memiliki keunggulan untuk mendapatkan serbuk natrium bikarbonat dan kalsium klorida kemurnian tinggi, mudah dioperasikan karena menggunakan larutan NH4Cl yang lebih murah dari gas NH3, bahan baku berasal dari alam yang melimpah, merupakan green technology karena hanya menghasilkan limbah air garam yang tidak berbahaya.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 24 Desember 2020
- Detail
ALAT PRODUKSI GARAM DAN AIR TAWAR DENGAN PENYULINGAN AIR TENAGA SURYA
Setiap tahun permintaan garam nasional untuk konsumsi, industri, kesehatan adalah sangat tinggi. Pada tahun 2019 permintaan garam hingga mencapai 3,7 juta ton, sedangkan produksi garam nasional pada saat itu kurang dari 2 juta ton sehingga sisa kebutuhannnya diperoleh dengan impor. Beberapa teknologi proses pembuatan garam memanfaatkan proses termal seperti multi-stage flash (MSF), mechanical vapour-compression (MVC), multiple-effect evaporation (MEE) dan solar evaporation. Proses lainnya mengunakan membrane seperti reverse osmosis (RO), electro dialysis (ED), electrodialysis reversal (EDR). Serta proses kimia seperti ion exchange dan precipitation. Semua proses diatas mempunyai kelebihan dan kekurangan sehingga menjadi kendala untuk diterapkan dalam pembuatan garam di Indonesia. Adapun alat produksi baru akan diperkenalkan untuk mengatasi masalah di atas yaitu mengunakan penyulingan air tenaga surya efisiensi tinggi yang disusun secara bertahap dengan pola pengaturan operasi pengaliran air berbasis Programmable Logic Controller (PLC) atau micro-controller, sensor radiasi surya/suhu dan electric valves. Proses penyulingan air tenaga surya bertingkat menjadi suatu alat produksi untuk memproduksi garam dan air tawar. Suatu alat produksi garam dan air tawar dengan penyulingan air tenaga surya dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi garam nasional.
- Paten
- Pemeriksaan Substantif Tahap I
- - 24 Desember 2020
- Detail
SELAI NANAS RENDAH KALORI DAN PROSES PEMBUATANNYA
Selai merupakan campuran gula, puree buah, dan air serta menggunakan pektin sebagai bahan pembentuk gel (European Union Council dalam Javanmard dan Endan 2010). Untuk membuat selai yang baik dibutuhkan kadar gula sebesar 65%, pektin sebesar 1% dan pH berkisar antara 3.0-3.3. Jika buah yang digunakan memiliki keasaman yang rendah, biasanya dilakukan penambahan asam sitrat (Sidhu 2012). Selai nanas menggunakan puree dari buah nanas yang telah dipisahkan dari bijinya. Proses pembuatan selai nanas dilakukan dengan mencampurkan bahan-bahan seperti puree nanas, gula, air, pengawet, asam sitrat, dan gelling agent. Bahan-bahan yang telah dicampurkan kemudian dipanaskan untuk menguapkan air yang terkandung. Selai nanas yang dihasilkan mengandung kalori yang rendah. Tiap sajian 1 sendok makan/14 gram mengandung 16,0 kkal.
- Paten
- Pemeriksaan Substantif Tahap Lanjut
- - 24 Desember 2020
- Detail
METODE PEMBUATAN PROPELAN KOMPOSIT DENGAN DISTRIBUSI PARTIKEL YANG MERATA DENGAN PENGGUNAAN HOPPER
Metode pembuatan propelan komposit dengan distribusi partikel yang merata dengan penggunaan hopper melalui tahapan sebagai berikut: menyiapkan bahan baku, mengatur kondisi operasional reaktor (suhu, tekanan, kecepatan pengadukan), memasang hopper untuk memasukkan bahan baku, memasukkan bahan resin ke dalam reaktor, mengaduk resin, memasukkan bahan plasticizer, mengaduk campuran, memasukkan bahan baku oksidator ukuran kasar melalui hopper, mengaduk campuran, memasukkan bahan baku oksidator ukuran melalui hopper, mengaduk campuran, memasukkan bahan baku oksidator ukuran halus melalui hopper, mengaduk campuran, memasukkan bahan solid fuel melalui hopper, mengaduk campuran, memasukkan bahan bahan pengikat, memasukkan bahan serbuk aditif, mengaduk campuran, memasukkan bahan pengeras ke dalam campuran, mengaduk campuran, menuangkan campuran propelan ke dalam cetakan, memasukkan mandrel ke dalam cetakan, memanaskan cetakan berisi propelan ke dalam oven sampai matang, mendiamkan cetakan berisi propelan pada suhu kamar sampai tidak terjadi perubahan sifat fisik dan kekerasan, melepaskan mandrel dan propelan dari cetakan. Propelan yang dihasilkan memiliki distribusi partikel merata dengan perbedaan berat jenis kurang dari 3%. Propelan dapat dicetak dengan baik, memiliki viskositas kurang dari 20.000 poise dalam rentang 0-4 jam.
- Paten
- Pemeriksaan Substantif Tahap I
- - 23 Desember 2020
- Detail
FORMULA INOKULUM KERING MENGANDUNG MIKROBA AMILOLITIK UNTUK FERMENTASI UBI KAYU DAN PROSES PEMBUATANNYA
Invensi ini berkenaan dengan formulasi produk inokulum berbentuk serbuk kering mengandung bakteri asam laktat strain Pediococcus pentosaceus G6 minimal 107 CFU/gram sebanyak 50 – 100% dan atau khamir strain Candida tropicalis Tr7 minimal 104 CFU/gram sebanyak 0 – 50% yang memiliki aktivitas amilolitik tinggi untuk proses fermentasi ubi kayu. Invensi ini juga menjelaskan tahapan proses pembuatan inokulum yang meliputi tahapan mengisolasi bakteri asam laktat dan khamir dari produk fermentasi tradisional, menyeleksi bakteri asam laktat dan khamir dengan aktivitas amilolitik, membuat sediaan bnetuk kering dari bakteri asam laktat dengan menggunakan spray dryer dan khamir dengan menggunakan oven, serta memformulasi menjadi sediaan inokulum yang mengandung bakteri asam laktat dan atau khamir, sumber karbon berupa gula sukrosa dan pati. Sediaan inokulum diaplikasikan dalam proses fermentasi ubi kayu dengan dosis 15 gram untuk 100 kg ubi kayu segara salama 12 – 24 jam sehingga dihasilkan produk tepung ubi kayu dengan kandungan karbohidrat minimal 87% dan kandungan antinutrient asam sianida maksimal 10 ppm.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 23 Desember 2020
- Detail
PROSES PEMBUATAN PROPELAN KOMPOSIT DENGAN KANDUNGAN PADATAN (SOLID CONTENT) SANGAT TINGGI
Proses pembuatan propelan komposit sebagai bahan bakar roket yang memiliki kandungan padatan (solid content) sangat tinggi melalui tahapan sebagai berikut: menyiapkan bahan baku, mengatur kondisi operasional reaktor (suhu, tekanan, kecepatan pengadukan), memasang hopper untuk memasukkan bahan baku, memasukkan bahan resin ke dalam reaktor, mengaduk resin selama waktu yang ditentukan, memasukkan bahan plasticizer, mengaduk campuran selama waktu yang ditentukan, memasukkan bahan baku oksidator ukuran kasar, mengaduk campuran selama waktu yang ditentukan, memasukkan bahan baku oksidator ukuran sedang, mengaduk campuran selama waktu yang ditentukan, memasukkan bahan baku oksidator ukuran halus mengaduk campuran selama waktu yang ditentukan, memasukkan bahan solid fuel, mengaduk campuran selama waktu yang ditentukan, memasukkan bahan serbuk pengikat, memasukkan bahan serbuk aditif, mengaduk campuran selama waktu yang ditentukan, memasukkan bahan pengeras ke dalam campuran, mengaduk campuran selama waktu yang ditentukan, menuangkan campuran propelan ke dalam cetakan, memasukkan mandrel, memanaskan cetakan berisi propelan ke dalam oven sampai matang, mendiamkan cetakan berisi propelan pada suhu kamar sampai tidak terjadi perubahan sifat fisik dan kekerasan, melepaskan mandrel dan propelan dari cetakan. Propelan yang dihasilkan dengan proses ini memiliki solid content 85-90%, dan kadar serbuk solid fuel bisa sampai 20%. Propelan dapat dicetak dengan baik dan memiliki viskositas di bawah 20.000 poise selama 3 jam setelah pencampuran.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 23 Desember 2020
- Detail
METODE PREPARASI KOLOID NANOPARTIKEL PERAK DAN PRODUK YANG DIHASILKANNYA
Invensi ini berhubungan dengan suatu komposisi produk koloid nano partikel perak pada berbagai konsentrasi serta menggunakan berbagai senyawa reduktor baik yang berasal dari kimia (asam askorbat, natrium borohidrat, trisodium sitrat), ekstrak tanaman, enzim, dan alga dan teknologi ultrasonografi. Koloid nano partikel perak ini tersusun dari bahan-bahan dasar seperti perak nitrat, zat pereduktor, senyawa pembatas (capping agent) dan stabilizer, senyawa pencangkok (grafting agent) dan media dasar yang berbasis air, minyak maupun pelarut-pelarut kimia. Dengan melihat komposisi tersebut, koloid nano partikel perak ini dapat diaplikasikan sebagai antibakteri pada berbagai produk seperti, farmasi, kosmetik, tekstil, alat-alat kesehatan, alat-alat elektronik, adsorben untuk penjernih air, cat, pestisida dan lain sebagainya. Hasil uji antibakteri menunjukan bahwa koloid nano partikel perak memiliki aktivitas antibakteri yang sangat baik terutama untuk bakteri patogen seperti E. Coli, S. Aureus, Pseudomonas, B. Substilis. Selain itu, hasil uji toksisitas menunjukan bahwa koloid nano partikel perak memiliki nilai relatif tidak berbahaya berdasarkan OECD tahun 2001, Peraturan Pemerintah RI No.74/2001 dan EPA tahun 1998.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 23 Desember 2020
- Detail
METODE PEMBUATAN NANOFLUIDA BERBAHAN DASAR AIR DAN MATERIAL NANOMAGNETIK (Fe3O4/PEG)
Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan nanofluida berbahan dasar air dan material nanomagnetik yaitu Fe3O4/PEG. Metode pada invensi ini terdiri dari dua tahapan utama yaitu pembuatan material nanomagnetik yang difungsionalisasi dengan polimer polietilen glikol (Fe3O4/PEG) dan mendispersikan serbuk nanopartikel Fe3O4/PEG ke dalam air. Pertama-tama prekursor besi Fe2+ dan Fe3+ dicampur dengan perbandingan 1:2 kemudian ditambahkan dengan polimer polietilen glikol (PEG) sebanyak 3 gram menjadi larutan kationik. Larutan kationik diteteskan pada larutan ammonia NH4OH 5 Molar, diaduk dengan pengaduk magnetik selama 90 menit pada suhu 80°C. Larutan didiamkan hingga terbentuk endapan. Kemudian endapan dicuci menggunakan aquadest hingga pH 7. Hasil endapan dikeringkan di dalam oven dengan suhu 50°C, kemudian digerus untuk mendapatkan serbuk kering Fe3O4/PEG. Tahap kedua adalah pendispersian serbuk Fe3O4/PEG sebanyak 0.01%wt kedalam aquadest 50 ml. Kemudian ditambahkan dispersan dengan variasi 5-20%wt, dan diaduk menggunakan sonikator selama 60 menit. Selama proses pengadukan, pH larutan diatur pada pH 8 hingga terbentuk nanofluida.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 17 Desember 2020
- Detail
PROSES PEMBUATAN DAN KOMPOSISI INSEKTISIDA NABATI FORMULA GEL BERBAHAN AKTIF MINYAK ASIRI KAYU MANIS
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan dan komposisi insektisida nabati yang terdiri dari minyak asiri kayu manis, surfaktan non ionik, bahan pemadat, bahan pengisi, bahan pengawet dan air. Komposisi insektisida sesuai invensi ini terdiri atas minyak asiri kayu manis dengan rentang 5-10%, surfaktan non-ionik dengan rentang minyak asiri kayu manis sebesar 5-10%, bahan pemadat dengan rentang 1,5-2,5%, bahan pengisi berupa maltodekstrin 5-10%, bahan pengawet Natrium benzoat 0,15-0,25%, dan air hingga volume mencapai 100%. Juga diungkapkan proses pembuatan insektisida invensi ini melalui tahapan homogenisasi larutan minyak asiri dan surfaktan, homogenasi air dan bahan pengisi, menambahkan bahan pemadat ke larutan air dan bahan pengisi, pencampuran larutan minyak asiri ke larutan bahan pemadat, penyesuaian volume akhir dan pencetakan. Invensi terkait formula gel untuk bahan penolak serangga hama gudang berbasis minyak asiri, seperti kayu manis, belum pernah dilaporkan sebelumnya. Insektisida alami ini bersifat ramah lingkungan karena menggunakan bahan-bahan yang tidak berbahaya sehingga relatif aman terhadap pengguna dan lingkungan.
- Paten
- Pemeriksaan Substantif Tahap I
- - 17 Desember 2020
- Detail
METODE PEMBUATAN SILIKA PRESIPITAT DENGAN KEMURNIAN TINGGI MELALUI TAHAPAN PENGURANGAN KADAR PENGOTOR BESI (Fe), BORON (B), DAN PHOSPOR (P)
Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan silika presipitat dengan kemurnian tinggi dari bahan baku pasir kuarsa yang diproses melalui pemanggangan alkali. Lebih khusus lagi invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan silika presipitat dengan kemurnian tinggi melalui tahapan pengurangan kadar pengotor besi (Fe), boron (B), dan phospor (P) melalui tahapan-tahapan yang terdiri atas : menyiapkan larutan sodium silikat dari bahan baku pasir kuarsa melalui proses pemanggangan alkali pada temperatur 1200 °C selama 2 jam dengan penambahan natrium karbonat 0,45 bagian dan pelarutan air mendidih, mengurangi kadar pengotor besi (Fe) pada larutan natrium silikat menggunakan membran kitosan-EDTA dengan perbandingan konsentrasi kitosan-EDTA 1:1 – 1:5, mengurangi kadar pengotor boron (B) dalam larutan natrium silikat tereduksi Fe dengan curcumin dengan konsentrasi curcumin 1,2.10-7 – 3,2.10-7 M, mengurangi kadar pengotor phosphor (P) dalam larutan natrium silikat tereduksi Fe dan B dengan koagulan Al2(SO4)3 dengan konsentrasi koagulan Al2(SO4)3 50 – 150 ppm.
- Paten
- Pemeriksaan Substantif Tahap I
- - 17 Desember 2020
- Detail