Pencarian Hak Kekayaan Intelektual

Paten

PROSES PEMBUATAN, KOMPOSISI, DAN PENGGUNAAN FUNGISIDA NABATI BERBAHAN AKTIF MINYAK ESENSIAL KAYU PUTIH

Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan, komposisi, dan penggunaan fungisida nabati sebagai fungisida alami terhadap penyakit busuk buah dengan komposisi yang terdiri dari minyak esensial kayu putih, surfaktan non ionik, kosurfaktan dan air serta aplikasinya. Pemanfaatan minyak esensial kayu putih sebagai fungisida alami terhadap penyakit busuk buah oleh Phytophthora palmivora belum pernah dilaporkan sebelumnya. Komposisi fungisida sesuai invensi ini terdiri atas minyak esensial sebesar 1 % - 10 %; surfaktan non ionik dan kosurfaktan sebesar 0,5 % – 20 % dan penambahan pelarut berupa air. Juga diungkapkan proses pembuatan fungisida invensi ini melalui tahapan pembuatan larutan stok fungisida dengan mencampur minyak esensial kayu putih dengan surfaktan dan kosurfaktan secara perlahan sambil diaduk sampai terbentuk larutan yang bening. Dengan adanya invensi ini maka dapat diproduksi fungisida alami yang dapat menekan dan mengendalikan jamur busuk buah P. palmivora. Fungisida alami ini bersifat ramah lingkungan karena menggunakan bahan-bahan yang tidak berbahaya sehingga relatif aman terhadap pengguna dan lingkungan.

  • Paten
  • Pemeriksaan Substantif Tahap I
  • - 23 Agustus 2020
  • Detail
Paten

PURIFIKASI PARSIAL FITASE UNTUK MENINGKATKAN ABSORBSI MINERAL PADA UNGGAS DAN PROSES PEMBUATANNYA

Invensi ini berkaitan dengan sediaan aditif pakan unggas dan proses pembuatannya dimana sediaan berupa fitase serbuk kering dari bakteri Lactobacillus plantarum AI-E atau Candida tropicalis TKd3 yang dipurifikasi parsial sedemikian hingga memiliki kemampuan hidrolisis fitat yang selanjutnya mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan dan penyerapan mineral dalam tubuh unggas. Aspek pertama invensi ini yaitu komposisi aditif pakan unggas berupa fitase yang tersusun atas mikroba pada kultur cair yaitu Lactobacillus plantarum AI-E atau Candida tropicalis TKd3 dan media fermentasi dari bungkil kedelai. Sedangkan aspek kedua yaitu proses pembuatan sediaan aditif pakan unggas. Tahapan awalnya yaitu pembuatan media fermentsi dari bungkil kedelai kemudian menginokulasikan L. plantarum A1-E atau C. tropicalis TKd3 pada media tersebut. Campuran kemudian difermentasikan dan setelahnya ditambahkan 2% CaCl2.H2O dengan perbandingan 1:5. Selanjutnya campuran diaduk, disaring, dan dipisahkan sedemikian hingga diperoleh supernatant sebagai enzim kasar fitase. Purifikasi parsial enzim kasar fitase dilakukan dengan cara menambahkan amonium sulfat pada supernatant yang kemudian diaduk dan diinkubasi. Selanjutnya, hasilnya disentrifugasi untuk memperoleh suatu endapan yang berfungsi sebagai fitase. Setelah itu, fitase tersebut dibuat menjadi serbuk menggunakan freeze dryer. Aspek ketiga yaitu dosis penggunaan fitase yang dihasilkan berdasarkan proses di atas yaitu sebesar 500 FTU/kg pakan.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 13 Agustus 2020
  • Detail
Paten

METODE PRODUKSI KATALIS UNTUK KONVERSI GLISEROL MENJADI HIDROGEN

Invensi ini berhubungan dengan produksi katalis dan aplikasinya, lebih khususnya pembuatan material katalis logam berpenyangga melalui metode impregnasi, sehingga dihasilkan katalis yang memiliki kemampuan selektif untuk konversi katalitik limbah gliserol menjadi gas sintetik (hidrogen-syngas), yang secara garis besarnya melalui langkah proses sebagai berikut: Katalis disiapkan dengan mencampurkan prekursor logam baik logam tunggal maupun bimetal dengan larutan penyangga katalis dari basa pada konsentrasi tertentu. Kemudian dilakukan impregnasi terhadap campuran katalis tersebut pada suhu 80 oC selama 24 jam. Setelah itu, katalis dikeringkan dalam oven bersuhu 120 oC selama 16 jam dan dikalsinasi pada suhu 500 oC selama 3 jam. Tahapan selanjutnya katalis dikarakterisasi dengan menggunakan instrumentasi karakterisasi material dan sebagai uji aktivitas katalis menggunakan gliserol hasil produk samping dari produksi biodiesel secara batch dan optimasi konsentrasi gliserol sebagai umpan reaksi. Selanjutnya berdasarkan hasil tersebut, katalis dapat digunakan pada reaksi reformasi fasa cair berkatalitik secara kontinyu pada reaktor unggun tetap (fixed bed) dengan menggunakan formula dan komposisi katalis logam yang menghasilkan yield gas hidrogen paling tinggi.

  • Paten
  • Pemeriksaan Substantif Tahap I
  • - 12 Agustus 2020
  • Detail
Paten

FORMULASI MINUMAN SIAP SAJI BERBASIS TEH HIJAU (Camellia Assemica) SEBAGAI PENCEGAH OBESITAS

Invensi ini berhubungan dengan suatu formulasi minuman siap saji (Kode RF4) berbasis teh hijau (camellia assemica) sebagai pencegah obesitas yang terdiri dari: larutan induk hasil ekstraksi teh varieta Assamica sebanyak 98,75%, pemanis alami stevia sebanyak 0,51 – 0,98%, asam sitrat sebanyak 0,25 – 0,74%, garam sebanyak 0 - 0,02%.Invensi utama invensi ini adalah untuk menyediakan suatu formulasi minuman teh hijau siap saji yang terdiri dari: 98.75% larutan induk hasil ektarksi dari teh varieta Assamica, 0,51 – 0,98 % pemanis alami stevia, 0,25 – 0,74 % asam sitrat 0 – 0,02% garam. Hasil formulasi berupa minuman teh hijau siap saji pada invensi ini memiliki karakteristik pH antara 3,9-4,3 dan kadar EGCG mencapai 0,052%, katekin 0,004%, epikatekin 0,029%, serta total fenol 0,14%, dengan laju inhibisi enzim lipase pankreas sebesar 60.20%

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 12 Agustus 2020
  • Detail
Paten

FORMULASI SERBUK MINUMAN TEH HIJAU BERKARBONASI

Invensi ini berhubungan dengan formulasi serbuk minuman teh hijau berkarbonasi (effervescent), lebih khususnya formulasi serbuk minuman teh hijau berkarbonasi yang memiliki kandungan polifenol yang tinggi. Formulasi serbuk minuman teh hijau berkarbonasi pada invensi ini terdiri dari: 15% serbuk teh Assamica, 3,5% pemanis alami stevia, 0,5% CMC, 35% natrium bikarbonat, 15% asam sitrat, 14,44% asam tartrat, dan 16,87% laktosa. Adapun serbuk minuman teh hijau berkarbonasi hasil formulasi pada invensi ini memiliki karakteristik EGCG mencapai 1,98%, katekin 0,24%, epikatekin 1,22%, dan total fenol 6,24%.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 12 Agustus 2020
  • Detail
Paten

BATA BETON BERPORI BERBAHAN ABU TERBANG

Invensi ini berkaitan dengan suatu komposisi bata beton (paving block) berpori berbahan abu terbang, lebih khususnya suatu komposisi bata beton berpori berbahan abu terbang yang terbuat dari semen, abu terbang (fly ash), dan agregat kasar. Penggunaan bata beton menurut invensi ini ditujukan untuk pemasangan lantai bagi pejalan kaki dan pada taman. Bata beton pada invensi ini memiliki komposisi berat dengan perbandingan bahan pengikat dan bahan agregat kasar sebesar 1:3. Bahan pengikat pada invensi ini yaitu semen atau abu terbang (fly ash) atau kombinasi keduanya. Sedangkan bahan agregat kasar yaitu batu pecah dengan ukuran 5- 12mm. Komposisi bata beton yang terdiri dari semen sebanyak 80- 100% dari berat bahan pengikat dan abu terbang (fly ash) sebanyak 0-20% dari berat bahan pengikat memiliki kuat tekan 7,08 – 12, 76 MPa, densitas 1,88 – 1,96 g/cm3, porositas 10,78 – 14,31 %, dan koefisien Permeabilitas 1,57-1,82 cm/sec.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 12 Agustus 2020
  • Detail
Paten

ALAT HOMOGENISASI UNTUK MEMBENTUK GELEMBUNG UDARA BERUKURAN MIKRO-NANOMETER

Invensi ini berkaitan dengan alat homogenisasi yang bertujuan untuk menghasilkan gelembung udara berukuran mikro-nanometer yang terdiri dari suatu pipa (100) yang pada kedua ujungnya dipasang pipa pengurang (101), dan sekumpulan rongga pipa (102) yang berfungsi sebagai tempat untuk memasang sekumpulan membran (104) dan/atau sekumpulan plat (103) dimana membran (104) terdiri dari kombinasi bahan penyusun yang tidak terbatas pada kerikil (105) sebanyak 0 - 50%, koil (106) berupa gulungan kawat yang dimampatkan, sebanyak 0 - 50%, lapisan berpori (107); dimana komponen membran (104) berupa kerikil (105) dan koil (106) berjumlah paling sedikit 1 gram; lapisan berpori (107) dipasang paling sedikit satu lapis pada posisi setelah komponen membran lainnya; plat (103) memiliki 1 - 163 lubang, dimana lubang (201) berbentuk segi enam dan/atau lingkaran dengan panjang sisi atau jari - jari paling kecil setiap lubang adalah 1 mm; plat (103) disusun bertumpuk terhadap plat (103) lainnya sebanyak-banyaknya 10 plat (103) menghasilkan suatu geometri (301) yang tidak terbatas pada bentuk belah ketupat dan/atau segitiga dan celah kisi (302) dan tidak terbatas urutan plat satu sama lainnya; sekumpulan batang poros (204) menghubungkan antar plat (103) satu sama lainnya.

  • Paten
  • Pemeriksaan Substantif Tahap II
  • - 12 Agustus 2020
  • Detail
Paten

BIOSURFAKTAN ANIONIK BERBASIS LIGNIN ALKALI DAN PROSES PEMBUATANNYA

Invensi ini berkaitan dengan suatu biosurfaktan berbasis lignin alkali melalui reaksi pencangkokan (grafting) dengan suatu polimer hidrofilik sehingga karakteristik biosurfaktan memiliki efektivitas yang tinggi dalam menurunkan nilai tegangan permukaan. Formula biosurfaktan menurut invensi ini terdiri dari lignin alkali, polivinil alkohol (PVA), katalis, agen pengikat silang, dan aquades sebesar 1-100 mL. Adapun tahapannya yaitu pembuatan larutan lignin terlebih dahulu kemudian dilakukan penurunan suhu dan penambahan katalis yang disertai pengadukan. Selanjutnya ditambahkan larutan PVA dan agen pengikat silang kedalam larutan lignin. Larutan lignin-PVA dipanaskan dan diaduk kemudian dikonsentratkan dan dipurifikasi. Biosurfaktan yang diperoleh pada invensi ini memiliki nilai tegangan permukaan dibawah 52.5 mN/m dengan CMC antara 0.0300-0.042% dan HLB 4.1-4.2.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 23 Juli 2020
  • Detail
Paten

PELLET BIO-BATUBARA TERDESULFURISASI DAN TERDEOKSIGENASI BESERTA PROSES PEMBUATANNYA

Invensi ini berupa produk dan proses pembuatan pellet bio-batubara yang berasal dari batubara dengan nilai kalor rendah dan biomassa dari kotoran hewan (sapi). Bahan-bahan tersebut difermentasi dengan menggunakan larutan aktivator selama 24 jam, sebelum dicetak menjadi bentuk pellet dengan tahapan menyiapkan bahan baku batubara dengan nilai kalor rendah, menyiapkan biomassa, membuat larutan aktivator, menambahkan larutan aktivator pada campuran bahan baku batubara dan biomassa, melakukan pencampuran bahan baku batubara, biomassa dan larutan aktivator sampai homogen, melakukan proses fermentasi, melakukan pencetakan, melakukan pengeringan dengan kering udara, dihasilkan pellet bio-batubara dengan nilai kalor lebih tinggi dari bahan baku yang digunakan. Pellet biobatubara dihasilkan dari komposisi sebagai berikut: batubara 70% berat, biomassa 30% berat, larutan aktivator (1:30), bahan pengikat dari amilum dan air dengan rasio 1:20.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 15 Juli 2020
  • Detail
Paten

BIODELIGNIFIKASI TONGKOL JAGUNG MENGGUNAKAN ENZIM LAKASE (Lac) DARI Cerrenasp.

Invensi ini berkaitan dengan proses biodelignifikasi tongkol jagung oleh enzim lakase (Lac), khususnya oleh enzim lakase yang dihasilkan oleh Cerrena sp. Proses biodelignifikasi menurut invensi ini terdiri dari tahapan menghaluskan dan mengayak tongkol jagung, menghitung kadar air, menambahkan air, mensterilisasi tongkol jagung, menambahkan enzim, menginkubasi campuran, dan menguji kadar lignin yang terkandung didalam tongkol jagung. Proses biodelignifikasi tongkol jagung menurut invensi ini dapat menurunkan kadar lignin dalam tongkol jagung sebesar 42,71%.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 07 Juli 2020
  • Detail