Pencarian Hak Kekayaan Intelektual

Paten

BIOSINTESIS NANOMINERAL SELENIUM DARI BAKTERI ASAM LAKTAT

Invensi ini berhubungan dengan proses biosintesis nanomineral selenium menggunakan bakteri asam laktat, yaitu isolat TSD-10, IA-2, DR 1-6-2, dan SPCE39 yang dioptimasi. Tahapan biosintesis nanomineral menurut invensi ini yaitu melakukan seleksi konsentrasi selenium, melakukan aktivasi keempat bakteri asam laktat, melakukan ekstraksi intraseluler dan ekstraseluler, dan melakukan uji aktivitas antimikroba. Nanomineral selenium yang dihasilkan dari proses biosintesis menurut invensi ini tidak perlu dimurnikan dan memiliki aktivitas antimikroba yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ternak.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 30 November 2017
  • Detail
Paten

SERBUK PELAPIS TAHAN PANAS YANG MENGANDUNG NiCrAl DAN ELEMEN REAKTIF, PROSES PEMBUATAN, DAN METODE PELAPISANNYA

Invensi ini berkaitan dengan serbuk pelapis tahan panas yang mengandung NiCrAl dan elemen reaktif, proses pembuatan, dan metode pelapisannya. Serbuk pelapis tahan panas menurut invensi ini memiliki komposisi nikel, kromium, aluminium, dan komponen elemen 10 reaktif berupa hafnium atau zirkonium atau yttrium atau silikon atau paduan yttrium silikon. Proses pembuatan serbuk pelapis tahan panas menurut invensi ini dilakukan melalui penimbangan serbuk unsur pelapis, penimbangan bola penghancur, penggerusan serbuk unsur pelapis tahan panas. Metode pelapisan material NiCrAlX (X: Hf, 15 Zr, Y, Si, atau paduan YSi) pada substrat logam dilakukan dengan metode high velocity oxy-fuel (HVOF) dengan tahapan menyiapkan substrat logam, melapiskan substrat logam, dan memberikan perlakuan panas. Persiapan produk tahap selanjutnya adalah melakukan pemanasan dalam keadaan vakum pada temperatur 1100 oC selama 4 jam. 20 Metode pengujian produk dilakukan dengan cara pemanasan pada temperatur 1000 oC selama 100 jam di mana dihasilkan bahwa produk dengan sistem lapisan NiCrAl dan penambahan elemen reaktif Hf mempunyai kemampuan tahan suhu tinggi yang lebih baik dibanding produk lainnya.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 30 November 2017
  • Detail
Paten

MIE KERING KAYA SERAT BERBAHAN DASAR PATI TAKA

Invensi ini berhubungan dengan suatu formulasi mie kering kaya serat dan produk yang dihasilkannya. Mie kering menurut invensi ini menggunakan bahan dasar dari pati umbi taka (Tacca leontopetaloides) 57-65%, tepung mocaf 6-15%, CMC (carboxy methyl cellulose) 0-1%, dan air 25-30%. Mie kering yang dihasilkan memiliki kandungan gizi sebagai berikut: kadar abu 1,09%; kadar lemak 0,52%; kadar protein 5,90%; kadar karbohidrat 92,50%; kadar pati 84,11%; kadar amilosa 25,86%. Selain itu, kandungan seratnya sebesar 9,94% dan memiliki indeks glikemik 64. Mie kering menurut invensi ini merupakan produk tinggi atau kaya serat pangan dan mempunyai indeks glikemik sedang. Mie kering dalam invensi ini aman dikonsumsi sebagai sumber energi bagi penderita diabetes dan obesitas karena tidak menyebabkan lonjakan kenaikan glukosa darah.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 30 November 2017
  • Detail
Paten

PROSES PRODUKSI ENZIM DPEASE REKOMBINAN DARI AGROBACTERIUM TUMEFOCIENS MENGGUNAKAN ESCHERICHIA COLI BL 21 (DE3)

Invensi ini berhubungan dengan proses produksi enzim D-Psicose 3-Epimerase (DPEase) menggunakan E. coli BL 21 (DE3)pada media tampa bantuan IPTG.Gen dpe sebagai gen penyandi enzim DPEase berasal dari Agrobacterium tumefaciens. Proses produksi enzim DPEase menurut invensi ini dilakukan melalui tahapan-tahapan isolasi, kloning, dan ekspresi dengan media tanpa bantuan IPTG. Enzim DPEase yang dihasilkan menurut proses produksi invensi ini memiliki berat molekul 32 kDa.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 30 November 2017
  • Detail
Paten

MODIFIKASI KARET ALAM DENGAN REAKTOR BERTEKANAN

Invensi ini berupa suatu metode untuk melakukan modifikasi karet alam dengan molekul lainnya dengan cara mengarahkan molekul karet alam (poliisroprena atau 2-metilbuta-1,3-diena)yang sebelumnya dalam keadaan saling taut manjadi memanjang, sehingga mempermudah melakukan reaksi dengan substrat atau senyawa kimia lainnya yang akan ditempelkan atau lebih lanjut dinyatakan sebagai grafting, yang dilakukan dalam suatu reaktor bertekanan, dengan tahapan menghilangkan protein dari lateks karet alam dengan menambahkan urea dan sodium dodecil sulfat; menambahkan suhu pada campuran untuk melakukan inkubasi; melakukan perlakuan sentifrugasi; mencampurkan bahan-bahan yang akan ditempelkan pada molekul karet alam berupa monomer atau molekul polimer, molekul lain dalam bentuk apapun yang dapat melakukan proses grafting dalam bentuk larutan; menambahkan molekul lain atau inisiator bentuk senyawa kimia seperti misalnya peroksida maupun jenis inisiator lainnya, misalnya senyawa azo, atau bentuk inisiator lainnya berupa perlakuan panas ataupun radiasi sinar-γ atau radiasi lainya, ataupun bentuk radiasi lainnya; memberikan semua campuran tersebut dalam suatu reaktor tertutup; memberikan tekanan pada reaktor baik dengan cara mekanikal dan/atau pemberian panas; dan melakukan pengadukan pada sistem reaktor selama proses berlangsung, apabila diperlukan.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 24 November 2017
  • Detail
Paten

METODE PEMBUATAN KAWAT MONOFILAMENT PERAK SUPERKONDUKTOR

Invensi ini berupa suatu metode pembuatan kawat monofilament perak superkonduktor. Metode pada invensi ini terdiri dari tahapan: a) mencampurkan bahan-bahan serbuk Bi2O3, PbO, SrCO3, CaCO3, CuO; b) menggerus campuran bahan-bahan 0,5 jam sehingga homogen; c) memasukkan campuran bahan kedalam tabung perak; d) melakukan pengerolan tahap pertama kawat monofilament hingga didapat ukuran diameternya menjadi berkurang 20% dari ukuran monofilament; yang dicirikan dengan: e) melakukan pemanasan pada tabung perak terhadap hasil pengerolan pertama dengan suhu 860°C selama 24 jam; f) melakukan pengerolan tahap kedua pada tabung perak yang telah dipanaskan; g) melakukan pemanasan pada tabung perak terhadap hasil pengerolan tahap kedua dengan suhu 860°C selama 24 jam; h) melakukan pengerolan tahap ketiga pada tabung perak yang telah dipanaskan sehingga ukuran diameternya berkurang 40% dari ukuran monofilament dari hasil pemanasan kedua; i) melakukan pemanasan pada tabung perak dari hasil pengerolan tahap ketiga dengan suhu 860°C selama 24 jam; ) melakukan pengerolan tahap keempat pada tabung perak dari hasil pemanasan ketiga sehingga ukuran diameternya berkurang 50% dari ukuran monofilament dari hasil pemanasan ketiga; dan k) melakukan pemanasan pada tabung perak dari hasil pengerolan keempat dengan suhu 860°C selama 24 jam sehingga bersifat superkonduktor dengan Tc 115K.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 24 November 2017
  • Detail
Paten

METODE PEMBUATAN EKSTRAK KERING PEWARNA TEKSTIL ALAMI DARI DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L.)

Telah diungkapkan invensi mengenai proses pembuatan pewarna alami berbahan dasar daun ketapang (Terminalia catappa L.) yang terdiri dari tahapan-tahapan: a. mengiris-iris 3 kg daun ketapang yg masih segar dengan ukuran 2-4 cm lebih disukai 3 cm; b. merebus daun dengan 30 liter air selama 3 - 4 jam hingga menjadi 15 liter cairan pewarna alam yang telah disaring dan dibuang ampasnya; c. melakukan proses evaporasi pada suhu 45 - 85 ℃ lebih disukai 80 ℃ hingga menjadi ekstrak kental, kemudian melakukan proses vacuum dryer pada suhu 80 ℃ hingga menjadi ekstrak kering sebanyak 100 gram untuk selanjutnya melakukan proses pencelupan atau pewarnaan. Produk ekstrak kering pewarna alami yang dihasilkan dari proses invensi ini mempunyai struktur granule berukuran 250 – 420 µm, dan kadar air rendah kurang dari 5%, dapat disimpan dalam suhu kamar 25⁰C-28⁰C dengan silica gel dan di dalam kulkas selama 6-24 bulan.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 24 November 2017
  • Detail
Paten

MI INSTAN SAGU METODE OVEN

Invensi ini berkaitan dengan suatu proses pembuatan mi instan sagu dengan cara metode oven sebagai berikut: mencampur sagu, air dan bumbu sampai merata, mengukus bahan selama 20-90 menit, mencetak menggunakan ekstruder menjadi untaian mi sagu mentah, memanaskan dalam oven dengan suhu 100º C sampai 250º C selama 5-60 menit. Invensi ini juga berkaitan dengan suatu formula mi instan sagu terdiri dari: pati sagu 65 - 82,5%, air 17 – 30% dan bumbu 0,5% - 5%.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 23 November 2017
  • Detail
Paten

PROSES PRODUKSI LACCASE SEBAGAI PEMUTIH ALAMI DENGAN MENGUNAKAN MIKROBA INDIGENOUS HAMPAS SAGU UNTUK MENINGKATKAN MUTU PATI SAGU

Invensi ini berhubungan dengan proses produksi Laccase sebagai pemutih alami menggunakan isolat Lactobacillus plantarum dan isolat Lactobacillus brevis yang berasal dari hampas sagu terdiri dari tahap-tahap: menyiapkan kultur bakteri Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus brevis; menyiapkan media kultur cair laccase yang terdiri dari dalam (g/L) : dextrose 10 g, peptone 3 g, KH2PO2 0,6 g, ZnSO4 0,001 g, K2HPO4 0,4 g,FeSO4 0,005 g, MnSO4 0,5 g, MgSO4 0,5 g, guaiacol 0,02, dan syringaldazine 1 g, MRS broth 1 % dalam wadah kultur; menginokulasi Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus brevis kedalam media kultur; menginkubasi media kultur laccase selama 3 hari pada suhu 35 - 37 oC; memanen laccase dengan cara presipitasi; memurnikan pellet laccase kasar dengan cara dilarutkan dalam buffer Tris-HCl 1 M (pH 8.0); mengeringkan eluen laccase menggunakan rotary evaporator dan menghaluskan pellet lacase menjadi serbuk lacase sebagai pemutih alami. Produk Laccase dicirikan memiliki warna putih, kemampuan memutihkan pati sagu dengan derajat putih mencapai 88,89% pada penggunaan laccase 20 mL/90 mL dalam suspensi pati sagu 10%, mencapai 93,82 % pada penggunaan laccase + Cu 10 ppm pada 40 mL/200 mL dalam suspensi pati sagu 30 %, berat molekul laccase ~60 kD; Tujuan invensi adalah menyediakan proses produksi laccase menggunakan isolate Lactobacillus plantarum dan isolate Lactobacillus brevis. Tujuan lain invensi ini adalah menyediakan laccase sebagai pemutih alami unyuk meningkatkan mutu pati sagu.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 16 November 2017
  • Detail
Paten

METODA DAN ALAT UNTUK MEMBUAT INTI BESI (CORE) GENERATOR/MOTOR FLUKS AKSIAL

Invensi ini berkaitan dengan suatu metoda dan alat untuk membuat inti besi (core) generator/motor listrik, khususnya berupa suatu metoda dan alat untuk membuat gigi stator generator/motor fluks aksial rotor magnet permanen dari bahan lembaran baja silikon. Inti besi yang digunakan dalam motor/generator secara umum ada 2 jenis, pertama berupa lembaran atau laminasi, biasa disebut dengan lembaran baja silikon, kedua berupa komposit yaitu partikel bubuk feromagnetik. Inti besi yang dimaksud dalam invensi ini adalah yang berupa lembaran atau laminasi (lembaran baja silikon). Dimana alat utama untuk pembuatan/pembentukan gigi stator sebagai inti besi (core) generator/motor fluks aksial terdiri dari alat penekuk (bending) dengan sudut, jarak spasi, dan arah tekukan yang tertentu. Dan alat penekan (presser) untuk membentuk lembaran baja silikon menjadi gigi stator (core) berbentuk baji (wedge). Kemudian pemasangan pada generator/motor fluks aksial dengan menggunakan penjepit (clamp). Bahan lembaran baja silikon gulungan menggunakan bahan Baja AK (AK Steel), yaitu baja listrik dengan butiran terarah (Grain Oriented Electrical Steel) yang mempunyai dimensi tebal ≤ 0,35 mm dan lebar 25 mm. (Gambar 2)

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 31 Oktober 2017
  • Detail