Pencarian Hak Kekayaan Intelektual

Formulasi Agen Dekolorisasi Limbah Tekstil, Proses Pembuatan, dan Penggunaannya
Invensi ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi agen dekolorisasi limbah warna tekstil. Telah diungkapkan dalam invensi ini suatu formulasi agen dekolorisasi limbah tekstil, yang terdiri dari polivinil alkohol 6 – 14 %; natrium alginat 1 – 2 %; lignin 1 %, tween 80 0,1 %; guaiakol 0,05%; miselium jamur Basidiomycetes dalam jumlah 6 – 7 gram berat basah atau 0,5 - 1 gram berat kering; kalsium klorida (CaCl2) 0,1 M; dan Asam Borat 5-8%. Proses pembuatan agen dekolorisasi limbah tekstil terdiri dari tahapan: memasukkan secara bertahap serbuk polivinil alkohol dalam jumlah 6 – 14 % dan natrium alginat dalam jumlah 1 – 2 % ke dalam akuades bersuhu 60-80 0C disertai dengan pengadukan hingga homogen; menambahkan lignin, tween 80 dan guaiakol masing-masing dalam jumlah 1%, 0,1% dan 0,05 %; campuran diaduk dan didiamkan hingga mencapai suhu kamar kemudian ditambahkan 6-7 gram berat basah atau 0,5 - 1 gram berat kering miselium jamur Basidiomycetes; campuran tersebut kemudian diteteskan setetes demi setetes ke dalam campuran kalsium klorida 0,1 M dan asam borat 5 – 8% dalam kondisi dingin (4oC) dan disertai pengadukan selama 1 jam sehingga terbentuk beads; beads dibilas dengan akuades hingga bersih dari ion klorida dan disimpan pada suhu kamar.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail

Enzim Termofilik L-Arabinose Isomerase V472L Dan Gen araA v472L Yang Menyandikan Enzim Tersebut
Invensi ini bertujuan menyediakan enzim L-Arabinose Isomerase V472L yang memiliki aktifitas hingga 3 kali lebih tinggi dari tipe liar. Gen araA v472L yang merupakan gen mutan dibuat dari gen araA menggunakan teknik site directed mutagenesis dengan melakukan substitusi asam amino pada sekuen nomor 472 dari valin (V) menjadi leusin (L) menggunakan primer forward : 5' -CA GG ATC GAATGT CTG GTG ATC-3' dan primer reverse : 5'-GAT CAC GAG ACA TTC GAT CCC TG-3'. Enzim L-Arabinose Isomerase V472L yang disandi oleh gen araA v4721 dan diekpresikan pada Escherichia coli BL21 (DE3) pLys mempunyai aktifitas hingga 3 kali lebih tinggi dari enzim L-Arabinose Isomerase tipe liar.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail

PRODUK KONSORSIUM BAKTERI LAUT YANG DIFORMULASIKAN UNTUK BIOREMEDIASI LIMBAH MINYAK
Invensi ini berkaitan dengan suatu produk konsorsium bakteri yang terdiri dari 2 isolat bakteri laut pendegradasi minyak yakni Labrenzia sp. MBTDCMFRIMab26 dan Labrenzia aggregata strain HQB397 yang diformasikan untuk bioremedisasi limbah minyak yang mengandung senyawa alkana baik rantai pendek, panjang, lurus dan bercabang dan hidrokarbon aromatik polisiklik, dimana masing-masing bakteri mengandung sel- 3x107- 3x108 untuk setiap 10% kandungan limbah minyak.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail

Serbuk Saus Salad Berbahan Dasar Inulin Terfermentasi Oleh Bakteri Asam Laktat Dan Proses Pembuatannya
Invensi ini berkaitan dengan produk serbuk saus salad (salad dressing) serta proses pembuatannya. Salad dressing serbuk menurut invensi ini memiliki komposisi yang mengandung hidrolisat inulin terfermentasi terhitung sebagai fruktooligosakarida (FOS), gelatin, saus tomat, skim, bubuk kuning telor, bahan penyedap, mustard, sukrosa dan asam (sitrat). bi dahlia untuk memperoleh FOS sebagai sumber serat pangan.Proses pembuatan serbuk salad dressing menurut invensi ini melalui tahapan-tahapan pencampuran bahan formulasi), homogenisasi, pengeringan, penghalusan partikel, pengayakan lolos 60-80 mesh dan pengemasan. Serbuk salad dressing ini memiliki keunggulan dalam hal penyajian yang praktis dan memiliki kapasitas pengikatan kolesterol sebesar 13-21 mg/g total serat.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail

MINUMAN HERBAL BERBASIS LIDAH BUAYA (ALOE VERA)
Invensi ini berhubungan dengan suatu minuman fungsional, khususnya berupa minuman herbal berbahan dasar lidah buaya (aloevera)yang diformulasi dengan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, lengkuas, kunir putih, dan tanaman berkhasiat lainnya sehingga bermanfaat untuk kesehatan tubuh; dan proses pembuatannya. Invensi ini juga mengungkapkan proses pembuatan minuman herbal lidah buaya yang meliputi tahapan sebagai berikut : menimbang masing masing bahan yaitu lidah buaya, jahe, kunir putih, kunyit dan lengkuas dan mencuci nya, lalu mengupas bahan dan mengambil dagingnya kemudian dicuci dengan air mengalir dan ditiriskan, menghancurkan daging lidah buaya dengan menggunakan alat penghancur makanan, mengekstraksi bahan rempah dengan menggunakan air, mencampur lidah buaya yang telah dihancurkan dengan ekstrak rempah-rempah dan gula pasir, melarutkan herbal yang dipanaskan pada suhu 85-95 oC selama 20-30 menit dengan pengadukan secara konstan, dan menambahkan carboxymethylcellulosa (CMC), asam sitrat, garam, Na-Benzoate dan madu. Sehingga dihasilkan minuman fungsional herbal berbasis lidah buaya dan rempah-rempah.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail

METODE PEMBUATAN LAPISAN DIFUSI GAS PEMFC MENGGUNAKAN SERBUK DAN POTONGAN SERAT KARBON DARI BAHAN ALAM
Suatu metode pembuatan lapisan difusi gas (GDL) untuk PEMFC menggunakan serbuk dan potongan serat karbon dari bahan alam yang terdiri dari: tahap pertama pembuatan serbuk dan potongan serat karbon konduktif dan berpori (10) yaitu mengkarbonisasi serat alam menjadi karbon konduktif dan berpori melalui pirolisis dalam tungku udara terbatas atau gas inert (gas N2/Argon) pada suhu 450oC-500oC selama 1-3 jam hingga terbentuk arang dan dilanjutkan pirolisis dalam tungku yang dialirkan gas nitrogen (N2) pada suhu 1300oC-2000oC; tahap kedua pembentukan adonan (11) yaitu: melarutkan etilen vinil asetat (EVA) dan polietilen glikol (PEG) dalam silen dengan pengadukan dan pemanasan secara simultan pada suhu 60oC-90oC selama 10-30 menit, kemudian menambah ke dalamnya serbuk dan potongan serat karbon dengan pengadukan dan pemanasan pada suhu 60oC-90oC selama 40-60 menit dan melanjutkan pada suhu sekitar 200oC selama 20-30 menit; tahap ketiga pembentukan lembaran komposit karbon (12) yaitu mencetak adonan campuran karbon menjadi lembaran komposit karbon dengan teknik cor membentuk lembaran dalam rentang waktu 5-30 detik, mengeringkan pada suhu ruang, lalu meratakan permukaan menggunakan teknik roling dengan tebal tertentu untuk mendapatkan lembaran dengan tebal 0,2-0,4 mm; tahap keempat memberikan lapisan hidrofobik (13) dengan teknik pencelupan dalam suspense hidrofobik 10%-30% selama 5-20 menit, mengeringkan pada suhu ruang, selanjutnya memanaskan pada suhu 330oC-380oC selama 20-60 menit hingga mendapatkan GDL konduktif, berpori, rata kedua permukaannya dan hidrofobik.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail

Komposisi Minuman Sari Buah Pala
Telah diungkapkan invensi mengenai komposisi minuman sari buah pala, lebih khusus, invensi ini berhubungan dengan produk pangan berupa minuman siap saji berbahan utama daging buah pala, dengan komposisi: sari daging buah pala sebanyak 55 - 59% berat total, gula sebanyak 10 - 12% berat total, air scbanyak 29 = 35% berat total, dan natrium benzoat sebanyak 0,1% berat total. Proses pembuatan minuman ini terdiri atas tahapan sebagai berikut : mencuci daging buah pala menggunakan air ozon; meniriskan merebus daging buah daging buah pala yang telah dicuci; pala beserta kulitnya yang telah ditiriskan, hingga suhu 100°C, dengan air tertakar; lalu menyaring sari daging buah pala dari ampasnya; merebus gula bersamaan dengan merebus sari daging buah pala; dilanjutkan dengan mencampurkan hasil rebusan; kemudian menambahkan natrium benzoat dan air pada campuran; dilanjutkan dengan mendinginkan campuran sari daging buah pala, gula, natrium benzoat dan air hingga suhu '30°C; dan mengemas hasil campuran yang telah didinginkan. Dengan adanya invensi ini diperoleh produk minuman sari buah pala dengan keunggulan prosentase kandungan sari daging buah pala lebih dari 50% berat total, yang sekaligus mengatasi permasalahan berlimpahnya daging buah pala tidak termanfaatkan.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail

BLOK REM KOMPOSIT DAN PROSES PEMBUATANNYA
Invensi ini berkaitan dengan suatu komposit untuk komponen kereta api. Khususnya, merupakan kampas blok rem komposit untuk kereta api yang mengandung bahan hayati. Komposisi blok rem komposit menurut invensi ini terdiri dari campuran alumunium oksida (Al2O3), grafit, barium sulfat (BaSO4), fenolik resin, kalsium hidroksida (Ca(OH)2), serbuk besi (ferrum), nitrile butadiene rubber (NBR), serat alam (sabut kelapa, sisal, atau tandan kosong kelapa sawit), serta bahan alam yang ditujukan untuk bahan pengganti grafit (arang tempurung kelapa dan arang cangkang buah kelapa sawit). Pembuatan kampas blok rem komposit diawali dengan proses penyaringan; pencampuran semua unsur pembentuk kecuali serat alam; pengadukan dan penambahan serat alam; pencetakan, penekanan panas; dan pengovenan.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 20 Oktober 2016
- Detail

ADSORBEN KOMPOSIT UNTUK PEMURNIAN ETANOL DAN PROSES PEMBUATANNYA
Invensi ini berkaitan dengan adsorben komposit yang mengandung polivinil alkohol (PVA) dan zeolit dengan perbandingan 60:40 atau 50:50 atau 40:60. Selanjutnya, adsorben komposit tersebut digunakan dalam proses pemurnian bioetanol. Adsorben memiliki karakteristik yang dicirikan dengan luas permukaan sebesar 0,0032 m2/g – 1,4892 m2/g; luas total permukaan pori-pori sebesar 0,536 m2/g - 0,834 m2/g ; volume pori-pori sebesar 0,000277 cm3/g -0,000434 cm3/g; ukuran pori-pori sebesar 2,0654nm – 2,0802nm; kuat tarik sebesar 16,35 MPa -41,89 MPa; kuat putus sebesar 4,4 MPa – 6,84 MPa; titik leleh sebesar 213ºC- 219⁰C; dan indeks kristalinitas sebesar 58 CrI- 66 CrI. Proses pembuatan adsorben komposit PVA - zeolit dilakukan dengan cara memanaskan akuades, melarutkan PVA, menambahan zeolit, mencetak larutan, melakukan pengeringan, dan mengecilkan ukuran. Produk adsorben yang dihasilkan kemudian digunakan dalam proses pemurnian bioetanol sehingga dihasilkan etanol dengan kemurnian 100%.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 29 September 2016
- Detail

METODE UNTUK MEMISAHKAN HYDROXYL TERMINATED POLYBUTADIENE (HTPB) UNTUK BINDER PROPELAN KOMPOSIT
Invensi ini berkaitan dengan metode untuk memisahkan HTPB (memiliki viskositas 1-50cp) dengan filtrasi membran bertingkat dan mengolah kembali sisa kolom atas dan sisa kolom bawah filtrasi dengan penambahan pelarut yang larut terbatas secara kontinyu memiliki tahapan, memasukkan HTPB ke dalam kolom filtrasi membran bertingkat; mengalirkan HTPB yang tidak lolos dari membran pertama ke kolom pencampur; mengalirkan HTPB yang lolos membran pertama dan tidak lolos membran kedua ke kolom produk hasil; mengalirkan HTPB yang lolos membran kedua ke kolom pencampur; menambahkan pelarut yang larut terbatas dalam HTPB ke dalam kolom pencampur; mengalirkan pelarut yang larut terbatas dalam HTPB ke kolom pencampur; mengalirkan HTPB dari kolom pencampur ke kolom filtrasi membran bertingkat kembali; dan membuang HTPB sisa dari kolom filtrasi membran kedua. Membran filtrasi dalam proses pengambilan kembali dan pemisahan HTPB berbahan polivinil alkohol, polistiren atau amilum stearat. Membran pertama memiliki ukuran pori 1-10 nano, membran kedua memiliki ukuran pori 10-50 nm. HTPB sisa dari proses pemisahan mencapai maksimal 5%. Membran filtrasi bertingkat dapat berupa plat berpori berbentuk cakram dengan arah aliran aksial dan berbentuk tabung dengan arah aliran radial dari dalam tabung ke luar tabung. Produk HTPB yang diperoleh dicirikan memiliki berat molekul 2500-3500 gram/mol dan viskositas 5 cp.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 22 September 2016
- Detail