Pencarian Hak Kekayaan Intelektual

Paten

BIOSURFAKTAN ANIONIK BERBASIS LIGNIN ALKALI DAN PROSES PEMBUATANNYA

Invensi ini berkaitan dengan suatu biosurfaktan berbasis lignin alkali melalui reaksi pencangkokan (grafting) dengan suatu polimer hidrofilik sehingga karakteristik biosurfaktan memiliki efektivitas yang tinggi dalam menurunkan nilai tegangan permukaan. Formula biosurfaktan menurut invensi ini terdiri dari lignin alkali, polivinil alkohol (PVA), katalis, agen pengikat silang, dan aquades sebesar 1-100 mL. Adapun tahapannya yaitu pembuatan larutan lignin terlebih dahulu kemudian dilakukan penurunan suhu dan penambahan katalis yang disertai pengadukan. Selanjutnya ditambahkan larutan PVA dan agen pengikat silang kedalam larutan lignin. Larutan lignin-PVA dipanaskan dan diaduk kemudian dikonsentratkan dan dipurifikasi. Biosurfaktan yang diperoleh pada invensi ini memiliki nilai tegangan permukaan dibawah 52.5 mN/m dengan CMC antara 0.0300-0.042% dan HLB 4.1-4.2.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 23 Juli 2020
  • Detail
Paten

MESIN PEMOTONG ADONAN MAKANAN SISTEM KONTINU

Invensi ini berupa suatu pemotong adonan, khususnya adonan makanan dengan memanfaatkan udara bertekanan yang dilengkapi dengan sabuk berjalan sehingga prosesnya kontinu dimana perwujudannya terdiri dari sebuah sabuk berjalan (10), empat buah roda gigi (11), rangka sabuk berjalan (12), empat buah roda sabuk berjalan (13), dua buah batang pengarah (20), rangka mesin pemotong (21), empat buah roda mesin pemotong (22), pemotong (23) yang tersusun atas a) dua buah pipa penahan bawah (230), b) empat buah segitiga penahan (231), c) sebuah pipa penahan silinder bertekanan (232), d) tiga pasang mur baut (233), e) enam buah pisau pemotong (234), f) sebuah mounting bawah (235), g) lima buah spacer (236), h) mounting atas (237) dan silinder bertekanan (24).

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 15 Juli 2020
  • Detail
Paten

PELLET BIO-BATUBARA TERDESULFURISASI DAN TERDEOKSIGENASI BESERTA PROSES PEMBUATANNYA

Invensi ini berupa produk dan proses pembuatan pellet bio-batubara yang berasal dari batubara dengan nilai kalor rendah dan biomassa dari kotoran hewan (sapi). Bahan-bahan tersebut difermentasi dengan menggunakan larutan aktivator selama 24 jam, sebelum dicetak menjadi bentuk pellet dengan tahapan menyiapkan bahan baku batubara dengan nilai kalor rendah, menyiapkan biomassa, membuat larutan aktivator, menambahkan larutan aktivator pada campuran bahan baku batubara dan biomassa, melakukan pencampuran bahan baku batubara, biomassa dan larutan aktivator sampai homogen, melakukan proses fermentasi, melakukan pencetakan, melakukan pengeringan dengan kering udara, dihasilkan pellet bio-batubara dengan nilai kalor lebih tinggi dari bahan baku yang digunakan. Pellet biobatubara dihasilkan dari komposisi sebagai berikut: batubara 70% berat, biomassa 30% berat, larutan aktivator (1:30), bahan pengikat dari amilum dan air dengan rasio 1:20.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 15 Juli 2020
  • Detail
Paten

PROSES HIDROLISIS HEMISELULOSA LIMBAH DAUN TEBU DENGAN PENGGUNAAN BERULANG HASIL HIDROLISAT

Invensi ini bertujuan untuk menyediakan teknologi proses hidrolisis hemiselulosa pada daun tebu dengan penggunaan berulang hasil hidrolisat sehingga meningkatkan kadar xilosa dalam hidrolisat tersebut. Dimulai dari menyiapkan sampel daun tebu. Setelah itu, tahapan ekstraksi xilosa pertama dengan menimbang daun tebu yang ditambahkan dengan katalis asam oksalat sehingga menghasilkan rasio antara padatan dan cairan antara 1:2-1:15. Suspensi yang berisi serbuk daun tebu dan asam oksalat dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan dipanaskan dalam autoklaf selama 20-60 menit pada suhu 100-130°C. Tahapan ekstraksi kedua dilakukan dengan menimbang serbuk daun tebu dan menambahkan katalis hidrolisat yang berasal dari ekstraksi tahap pertama dengan rasio antara padatan dan cairan antara 1:2-1:15. Suspensi kemudian dipanaskan menggunakan gelombang mikro pada suhu 150-200°C selama 1-10 menit. Hidrolisat yang diperoleh diukur pH nya dan dianalisis kadar gula pereduksi, xilosa dan glukosanya, sedangkan fraksi tidak larut dihitung nilai rendemen dari padatannya. Kelebihan invensi ini jumlah pengulangan penggunaan hidrolisat berulang yang lebih sedikit, penggunaan asam yang lebih ramah lingkungan dan sebagai alternatif penanganan limbah dari daun tebu. Selain itu, proses hidrolisis hemiselulosa pada invensi ini dapat meningkatkan kadar xilosa pada hidrolisat yang dihasilkan lebih dari 20 g/L.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 07 Juli 2020
  • Detail
Paten

BIODELIGNIFIKASI TONGKOL JAGUNG MENGGUNAKAN ENZIM LAKASE (Lac) DARI Cerrenasp.

Invensi ini berkaitan dengan proses biodelignifikasi tongkol jagung oleh enzim lakase (Lac), khususnya oleh enzim lakase yang dihasilkan oleh Cerrena sp. Proses biodelignifikasi menurut invensi ini terdiri dari tahapan menghaluskan dan mengayak tongkol jagung, menghitung kadar air, menambahkan air, mensterilisasi tongkol jagung, menambahkan enzim, menginkubasi campuran, dan menguji kadar lignin yang terkandung didalam tongkol jagung. Proses biodelignifikasi tongkol jagung menurut invensi ini dapat menurunkan kadar lignin dalam tongkol jagung sebesar 42,71%.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 07 Juli 2020
  • Detail
Paten

NANO BIO-HIDROKSIAPATIT DARI TULANG SAPI DAN PROSES PEMBUATANNYA

Invensi ini berhubungan dengan proses ekstraksi nanobio-hidroksiapatit dari tulang sapi dengan metode alkalin hidrotermal dan iradiasi gamma. Proses ekstraksi nano bio-hidroksiapatit dari tulang sapi terdiri dari tahapan-tahapan : pemotongan tulang sapi menjadi potongan kecil, pencucian dengan air bertekanan tinggi, perebusan dengan air destilasi pada suhu dan tekanantinggi dan radiasi pada dosis 25 kGy hingga 50 kGy yang dilanjutkan dengan perebusan kembalidengan air destilasi untuk menghilangkan lemak dan protein pada tulang. Proses dilanjutkan dengan ekstraksi nanobio-hidroksiapatit yang dilakukan dengan cara merebus potongan tulang sapi dalam larutan NaOH pada suhu dan tekanan tinggi, pengadukan, penyaringan dan pencucian untuk menghilangkan sisa larutan NaOH, dan pengeringan. Ekstrak digiling agar diperoleh serbuk nano bio-hidroksiapatit. Nano bio-hidroksiapatit yang hasilkan pada invensi ini adalah hidroksiapatit berkarbonasi, memiliki partikel dengan ukuran nanometer sebesar 50 nm hingga 100 nm dan bersifat biokompatibel, bioresorbable dan tidak toksik.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 25 Juni 2020
  • Detail
Paten

PROSES PEROLEHAN PEPTIDA KOLAGEN TERIPANG MELALUI HIDROLISIS ENZIMATIK

Invensi ini berkaitan dengan proses perolehan peptida kolagen dari teripang pasir (Holothuria scabra). Proses perolehan peptida dilakukan melalui hidrolisis enzimatik dengan tiga enzim protease (bromelain, papain dan flavourzyme). Produk yang dihasilkan berupa peptida bioaktif kolagen dengan ukuran 3 kDa dan memiliki fungsi sebagai pengikat mineral esensial kalsium (Ca) sebesar 70 – 78%, zink (Zn) sebesar 40-42%, dan besi (Fe) sebesar 98%. Produk dari invensi ini dapat diaplikasikan sebagai pangan fungsional.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 24 Juni 2020
  • Detail
Paten

MIE SIAP SEDUH BEBAS GLUTEN BERBASIS TEPUNG MOCAF DAN PROSES PEMBUATANNYA

Invensi ini berhubungan dengan produk mie dengan bahan dasar tepung komposit berbasis pangan lokal, yaitu tepung mocaf, tepung beras, tepung sagu, tepung tapioka dan proses pembuatannya. Penggunan tepung komposit berbasis pangan lokal didasarkan pada kebutuhan untuk menghasilkan bahan baku mie siap seduh yang setara dengan tepung terigu. Tujuan pembuatan mie ini adalah menghasilkan mie siap seduh yang bebas gluten dan sumber serat pangan. Mie siap seduh bebas gluten yang dihasilkan memiliki kandungan gizi sebagai berikut: kadar abu 2.65%; kadar lemak 14.7%; kadar protein 1.92%; kadar karbohidrat 74,6%; kadar gula 0.95%; serat pangan 4.12%. Karakteristik mie siap seduh bebas gluten menurut invensi ini yaitu tensile strength 0,02 N, Compression (Kuat patah) 6.51 N, Cooking loss 41.33 %, Solid loss 0.04%, Soluble loss 0.07 %, Swelling index 76.41 %. Mie yang dihasilkan yaitu bebas gluten dan sumber nutrisi yang diperuntukkan sebagai makanan alternatif bagi individu yang alergi gluten, penderita autisme (autism spectrum disorder), penyandang celiac disease dan berpotensi untuk mengurangi kasus malnutrisi khususnya pada anak.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 24 Juni 2020
  • Detail
Paten

MAKANAN RINGAN SIAP SAJI UNTUK BALITA YANG MENGANDUNG PREBIOTIK

Invensi ini berkaitan dengan suatu makanan ringan siap saji berbahan dasar utama berupa tepung pisang utuh (dengan kulit) terfermentasi, puree pisang, dan pati kentang untuk kesehatan pencernaan anak balita. Produk makanan ringan siap saji ini terbuat dari tepung pisang utuh (dengan kulit) fermentasi, puree pisang, pati kentang, telur, gula pasir, margarin, susu bubuk, bahan pengelmusi, bahan pengembang, dan garam. Proses pembuatan makanan ringan siap saji menurut invensi ini dicirikan dengan pemanggangan adonan dengan suhu 120-150°C selama 15-35 menit, pemotongan dengan ukuran 1,5-2 cm x10 cm, dan pemanggangan kembali pada suhu 80-100 °C selama 1-3jam. Berdasarkan peraturan Kepala BPOM Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2016 tentang pengawasan klaim pada label dan iklan pangan olahan mengacu pada Angka Kecukupan Gizi balita 1-3 tahun, produk makanan ringan siap saji dapat diklaim sebagai produk pangan tinggi serat pangan untuk anak balita. Selain itu, produk makanan ringan ini telah diuji kemampuannya sebagai prebiotik dengan hasil indeks prebiotik yang tidak berbeda nyata dengan indeks prebiotik inulin komersial sehingga diharapkan dapat meningkatkan fungsi saluran pencernaan anak balita.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 01 Juni 2020
  • Detail
Paten

BIOPLASTIK PATI BATANG KELAPA SAWIT DAN PROSES PEMBUATANNYA

Invensi ini berkaitan tentang produk bioplastik berbahan baku pati dari batang kelapa sawit dan proses pembuatannya. Komposisi produk biopastik menurut invensi ini terdiri dari: pati batang kelapa sawit sebanyak maksimum 50% dari berat total bioplastik; polivinil alkohol dengan rasio berat terhadap berat pati sebesar 1:0,2 sampai 1:1; gliserol sebanyak 2-15 % dari berat pati; dan asam sitrat sebanyak 2-15 % dari berat pati. Adapun tahapan pembuatan biolastik menurut invensi ini terdiri dari beberapa tahap. Pada tahap awal yaitu mengekstraksi pati dari batang kelapa sawit menggunakan larutan sodium metabisulfit dengan konsentrasi 0,5% (b/v). Setelah itu menambahkan akuades ke dalam pati batang kelapa sawit dengan perbandingan antara pati batang kelapa sawit dan akuades sebesar 1:20 (b/v). Penambahan akuades ke dalam pati menghasilkan larutan yang kemudian dipanaskan pada suhu 85-95° sedemikian hingga larutan pati batang kelapa sawit tergelatinasi. Gliserol kemudian ditambahkan sebanyak 2-15% dari berat pati. Kemudian ditambahkan larutan polivinil alkohol dan asam sitrat sebanyak 2-15% dari berat pati. Setelah itu larutan campuran dituangkan ke dalam cetakan, kemudian dikeringkan, sehingga memperoleh lembaran bioplastik.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 09 April 2020
  • Detail