Pencarian Hak Kekayaan Intelektual
Metode Analisis Residu Pestisida Golongan Pyretrhoid Dalam Produk Kakao Terfermentasi
Invensi ini berkaitan dengan suatu metode analisis residu pestisida golongan piretroid dengan menentukan kondisi optimum analisis menggunakan alat GC-µECD khususnya untuk senyawa lambda cyhalothrin, permetrhin, cypermethrin dan fenvalerate yang terdapat pada produk kakao fermentasi. Adapun tahapan-tahapanya yaitu: menentukan temperatur pada program kolom kemudian menahannya selama 1 menit; menaikkan temperatur dengan sampai dengan 280°C kemudian menahannya selama 8 menit; menginjeksikan larutan standar campuran yaitu larutan standar lambda cyhalothrin, permetrhin, cypermethrin dan fenvalerate; menentukan linieritas konsentrasi pada larutan standar; menghitung nilai koefisien korelasi (r) ; menginjeksikan larutan campuran standar senyawa piretroid pacta konsentrasi rendah yang masih dapat dideteksi oleh GC-µECD, yaitu sebesar 0,1 ppb; menginjeksikan larutan standar campuran sebanyak 7 kali; menghitung persen relatif standar deviasi .(% RSD), lebih disukai sebesar 6,4%; 11,9%; 4,1% dan 3,5%; dan memperoleh kepresisian luas area. Nilai %RSD ini dibawah persyaratan baku mutu Uni Eropa dan Jepang.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 28 Agustus 2018
- Detail
Proses Produksi Hidrolisat Protein Sebagai Konsentrat Bumbu (Seasoning) Berbahan Dasar Daging Ayam
Invensi ini berupa suatu proses untuk memproduksi hidrolisat protein sebagai konsentrat bumbu (seasoning) berbahan dasar daging ayam, dengan cara reaksi enzimatis melalui tahapan proses sebagai berikut : mencuci bersih daging ayam; membuat bubur daging ayam dengan konsentrasi 20-50% (b/v) dengan pelarut air pH 7,5-8,0; melakukan pasteurisasi bubur daging ayam pada temperatur 75°C selama 30 menit dan mendiamkannya dalam temperatur kamar; menambahkan enzim alkalase 0,5-2,5% (b/b) ke dalam bubur daging ayam yang sudah dipasteurisasi; melakukan inkubasi atau reaksi enzimatis campuran bubur daging ayam dan enzim dalam reaktor pada suhu 40-60°C selama 4-12 jam; melakukan pengadukan selama reaksi enzimatis berlangsung dengan kecepatan 50-200 rpm; menghentikan reaksi enzimatis dengan memanaskannya pada temperatur 80-100°C selama 10 menit; melakukan penyaringan menggunakan penyaring vacum; dan melakukan pengeringan menggunakan alat spray dryer dengan kondisi suhu inlet 90-120°C dan kondisi suhu outlet 80-100°C hingga menjadi hidrolisat protein berupa konsentrat bumbu (seasoning).
- Paten
- Tersertifikasi
- - 28 Agustus 2018
- Detail
METODE PENINGKATAN KETEGARAN PLANLET Artemisia annua TETRAPLOID SECARA IN VITRO
Invensi ini berhubungan dengan suatu proses peningkatan pertumbuhan (ketegaran) planlet Artemisia annua tetraploid yang berasal dari tunas pucuk. Tahapan proses dari invensi ini meliputi menyiapan media perlakuan yaitu dengan media MS cair dengan pemberian vitamin dengan konsentrasi 1-4 kali konsentrasi normalnya menggunakan tabung kultur berupa tabung reaksi dengan jenis tutup tabung berbeda yaitu Al-foil, plastik transparan tanpa filter, dan plastik transparan dengan filter berukuran diameter 1–2 cm; sterilisasi media; penanaman tunas pucuk; pengamatan pertumbuhan; pengukuran klorofil total, penimbangan bobot basah dan bobot kering; dan aklimatisasi. Hasil yang diperoleh dari proses ini berupa bibit tanaman yang meningkat ketegarannya yang diketahui dari pertumbuhannya lebih baik dicerminkan dari tinggi, jumlah daun dan jumlah buku serta dari bobot basah dan bobot kering tanaman. Selain itu kandungan total klorofilnya juga meningkat yang mengindikasikan bahwa tanaman berfotosintesis lebih baik. Daya tumbuh di lapangan juga meningkat setelah dilakukan aklimatisasi.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 28 Agustus 2018
- Detail
PROSES PELINDIAN SENYAWA LOGAM LANTHANUM DARI KATALIS BEKAS INDUSTRI PENGOLAHAN MINYAK BUMI MENGGUNAKAN ASAM SITRAT
Invensi ini berupa suatu proses pelindian senyawa logam lanthanum dari limbah padat berupa katalis bekas proses hydrocracking dari industri pengolahan minyak bumi menggunakan asam sitrat sebagai reagen pelindi. Proses yang dimaksud terdiri dari tahapan persiapan katalis bekas berupa pengayakan material untuk mendapatkan bahan baku dengan ukuran partikel <150 μm, karakterisasi katalis bekas, pencampuran katalis bekas dengan larutan asam sitrat (konsentrasi 0,5-2 M) dengan densitas bubur 5-20% berat/volume dan pH bubur awal 1-3, proses pelindian dengan kecepatan 100-300 rpm, tekanan 1 atm, suhu 30°C -80°C, dan waktu pelindian selama 4-8 jam, penyaringan untuk memisahkan larutan dengan padatan setelah proses pelindian, dan analisa larutan hasil pelindian menggunakan peralatan ICP-OES. Analisa larutan hasil pelindian menggunakan ICP-OES menghasilkan nilai konsentrasi lanthanum yang terkandung dalam larutan hasil pelindian yang dapat digunakan untuk menghitung persen perolehan lanthanum. Lanthanum dapat diambil kembali dari katalis bekas proses hydrocracking industri pengolahan minyak bumi menggunakan asam sitrat dengan persen perolehan sebesar 100% dan selektifitas yang tinggi terhadap logam-logam berharga lain yang terkandung di dalam material katalis bekas.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 27 Juli 2018
- Detail
Tungku Busur Listrik Untuk Peleburan Material Berkonduktifitas Listrik Rendah
Invensi ini berkaitan dengan suatu alat berupa tungku busur listrik untuk melebur material batuan basalt dengan perwujudan alat terdiri dari tungku peleburan, 2 buah elektroda dengan pendingin air pada pangkal elektrodanya yang terhubung dengan bagian penggerak yang terdiri dari motor penggerak yang dilengkapi puli yang mengerakkan Sabuk - V untuk mengerakkan puli pertama yang terpasang pada poros berulir yang berfungsi untuk menggerakkan kedua elektroda naik turun dan salah satu elektrodanya bergerak berayun mendekati elektroda utama yang digerakan oleh kotak perseneling yang berisi dua buah roda gigi payung yang berpasangan yang terhubung dengan puli melalui suatu poros dimana puli tersebut digerakkan oleh Sabuk - V yang terhubung dengan puli kedua yang terpasang pada poros berulir. Rangkaian alat penggerak dalam alat ini digerakkan oleh tenaga listrik yang bersumber dari elektro motor. Suatu alat berupa tungku busur listrik untuk melebur material yang mempunyai konduktifitas listrik rendah ini dicirikan dengan elektroda sekunder yang bergerak naik - turun dan berayun membentuk sudut 30° - 60° mendekati elektroda utama tetapi tidak sampai menyentuh elektroda utama, yang berfungsi sebagai masa yang dapat menjaga nyala busur listrik secara terus menerus.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 27 Juli 2018
- Detail
Proses Produksi Mangan Oksida dari Bahan Mengandung Mangan Menggunakan Asam Sitrat
Invensi ini berupa dengan proses ekstraksi secara langsung bijih mangan dan bahan yang mengandung mangan dioksida (Mn02) melalui dua tahapan proses yaitu proses pelindian pada tekanan atmosferik menggunakan asam sitrat sebagai reagen pelindian tanpa penambahan reduktor menghasilkan endapan mangan sitrat dan produk mangan oksida. Proses yang dimaksud terdiri dari tahapan proses pelindian bijih dan bahan yang mengandung mangan dioksida (Mn02) yang berukuran partikel <75 pm menggunakan asam sitrat dengan konsentrasi 0,5-1 M, pulp density 5-10% dengan kecepatan 100-300 rpm pada tekanan 1 atm, suhu 30-80°C, dan waktu pelindian selama 1-4 jam yang dilanjutkan proses pemisahan padat-cair sehingga diperoleh larutan yang mengandung mangan sitrat yang selanjutnya akan terbentuk endapan kristal mangan sitrat di mana endapan mangan sitrat dapat didekomposisi menggunakan metode pemanasan pada suhu 400-600°C sehingga diperoleh produk mangan oksida (Mn0) yang banyak dibutuhkan pada berbagai bidang. Metode yang diungkapkan dalam invensi ini memiliki beberapa keuntungan yaitu menggunakan reagen pelindian yang ramah lingkungan, murah dan mudah diperoleh, tidak membutuhkan penambahan reduktor, tidak membutuhkan energi yang besar karena dilakukan pada suhu rendah dan tekanan atmosferik, secara langsung dapat menghasilkan produk senyawa mangan tanpa proses ekstraksi yang panjang.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 27 Juli 2018
- Detail
METODE ENKAPSULASI MODUL SURYA BERBASIS PEWARNA DENGAN STRUKTUR MONOLITIK MENGGUNAKAN TEKNIK PRINTING
Invensi ini berupa suatu metode enkapsulasi modul surya berbasis pewarna dengan struktur monolitik menggunakan teknik printing untuk melindungi sel dari kelembaban udara luar dan kebocoran cairan elektrolit, dimana modul surya yang dibuat sekurang-kurangnya terdiri dari 2 (dua) buah sel surya berbasis pewarna dengan struktur monolitik yang diinterkoneksikan secara seri maupun paralel dengan tahapan berupa membuat pola printing untuk sekat antar sel; membuat pola printing untuk enkapsulasi; menyiapkan modul surya berbasis pewarna dengan struktur monolitik yang terdiri dari sekurang-kurangnya 2 (dua) buah sel tanpa cairan elektrolit; melapiskan enkapsulan untuk sekat antar sel dengan teknik printing; mengeringkan enkapsulan sekat pada suhu kamar; mengisi cairan elektrolit pada setiap sel yang terdapat pada modul surya; melapiskan enkapsulan pada seluruh permukaan modul yang sudah diisi cairan elektrolit untuk enkapsulasi dengan teknik printing; dan mengeringkan lapisan enkapsulan pada suhu kamar. Metode enkapsulasi ini tidak memerlukan substrat kaca nonkonduktif dan tanpa melalui proses pemanasan.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 27 Juli 2018
- Detail
Proses Pembuatan Pengawet Makanan Yang Mengandung Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix DC)
Invensi ini berhubungan dengan proses pembuatan pengawet makanan yang mengandung ekstrak daun jeruk purut (citrus hystrix dc.) dengan metode granulasi, yang memiliki aktifitas antimikroba dan antioksidan sebagai pengawet makanan. Proses pembuatannya meliputi tahapan-tahapan: ekstraksi daun jeruk purut; mencampur ekstrak daun jeruk purut dengan laktosa; pengayakan tingkat pertama; pengeringan; dan pengayakan tingkat kedua. Setelah melakukan ekstraksi daun jeruk purut, maka ekstrak tersebut kemudian dicampur dengan laktosa dengan perbandingan 1:4 (b/b). Setelah itu dilakukan pengayakan tahap pertama menggunakan ayakan dengan ukuran mesh 30. Pengeringan dilakukan pada suhu 40-60oC selama 24-48 jam sehingga diperoleh kadar air kurang dari 2%. Tahapan terakhir yaitu melakukan pengayakan tingkat kedua dengan ukuran lubang30 mesh. Hasil pengayakan tersebut kemudian disimpan dalam wadah tertutup rapat dan dilengkapi dengan penyerap lembab silika gel.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 06 Juli 2018
- Detail
PROSES PRODUKSI EKSTRAK GAMBIR (UNCARIA GAMBIER ROXB) SEBAGAI ANTIKANKER KULIT DAN LEUKIMIA
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan ekstrak gambir (Uncaria gambier Roxb,) sebagai antikanker kulit dan leukimia. Proses produksi ekstrak gambir menurut invensi ini dilakukan menggunakan ekstraksi soxletasi. Ekstrak yang diperoleh kemudian diuji sitotoksik terhadap sel kanker kulit manusia (KB) dan sel kanker leukemia manusia (HL60). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak gambir sitotoksik terhadap sel kanker kulit manusia (KB) dengan nilai IC50 3,4 μg/mL serta sitotoksik terhadap sel kanker leukimia manusia (HL60) dengan nilai IC50 23 μg/mL.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 07 Juni 2018
- Detail
PROSES UNTUK MEMPEROLEH MINYAK TEMPE YANG MEMILIKI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIKANKER PAYUDARA
Invensi ini berhubungan dengan proses ekstraksi minyak tempe kacang kedelai yang memiliki aktivitas antioksidan dan aktivitas antikanker payudara. Tempe yang digunakan adalah tempe yang telah difermentasi selama 24-120 jam, kemudian diekstraksi secara satu tahap dengan pelarut heksana atau dengan cara seri yaitu dengan pelarut organik seperti aseton atau etanol dilanjutkan dengan pelarut heksana. Minyak tempe yang dihasilkan kemudian diuji aktivitas antioksidan dan antikankernya dengan nilai antioksidan terbaik sebesar 44.12 ± 4.26 % pada konsentrasi 1000 ppm dan nilai IC-50 sebesar 4.82 ± 0.11 ppm.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 07 Juni 2018
- Detail