Pencarian Hak Kekayaan Intelektual

Rancangan Winglet Sayap Pesawat 20 Penumpang untuk Meningkatkan Prestasi Lepas Landas dan Mendarat
- Paten
- Tersertifikasi
- - 02 April 2014
- Detail

SISTEM PENGOLAHAN AIR GAMBUT MELALUI PROSES OKSIDASI LANJUT DAN REVERSE OSMOSIS
Invensi ini berkaitan dengan suatu sistem yang digunakan untuk mengolah air gambut melalui proses oksidasi lanjut dan reverse osmosis. Pada invensi ini juga dijelaskan mengenai peralatan yang menyusun sistem tersebut. Sistem pengolahan air gambut menurut invensi ini terdiri dari: tangki penampung air gambut (1); generator ozon (2); tangki reaktor ozonisasi (4) yang dilengkapi dengan ventilator ozon (41) dan lampu ultraviolet (42); tangki sedimen (5); tangki penampung (8) yang dilengkapi dengan regulator tawas (81), dimana tangki penampung (7) terhubung dengan penyaring karbon (9); dan penyaring mikron (10). Bagian-bagian tersebut disusun sedemikian hingga menyusun suatu sistem pengolahan air gambut.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 28 Maret 2014
- Detail

Hybrid Coating Berbasis Epoksi Termodifikasi Poliuretan Dan Atau Polisiloksan Sebagai Bahan Anti Korosi Pada Logam Serta Metode Pembuatannya Resin Hibrida Berbasis Epoksi Termodifikasi dan Metode Pembuatannya
Invensi ini bertujuan unutk mengembangkan produk dan metode pembuatannya. Pada invensi ini,produk hybrid coating dari epoksi-poliuretan-polisiloksan dihasilkan dari proses modifikasi epoksi dari jenis senyawa epoksi diglycidyl ether bisphenol A (epoksi YD 128) dengan poliuretan dan polisiloksan. Komponen penyusun dari polieretan yaitu polilo dari jenis akrilik poliol, 1,3-propanediol, gliserol, 1,6-heksanediol, polipropilen glikol dan polietilen glikol. Sedangkan senyawa isosianat yang digunakan yaitu jenis Toluena Diisosianat, difenil metandiisosianat dan Tolonate. Sedangkan senyawa polisiloksan yang digunakan yaitu jenis polidimetilsiloksan yang memiliki ujung gugus hidroksil. Metode yang digunakan menurut invensi ini ada dua yaitu metode satu tahap dan dua tahap. Produk yang dihasilkan menurut invensi ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan anti korosi pada logam.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 03 Desember 2013
- Detail

Marka Optik Penduga Jarak Antar Kendaraan
Invensi ini berkaitan dengan marka optik (1 ) yang dilekatkan pada bagian kendaraan (201) yang menghadap ke belakang, untuk memberikan informasi kepada pengemudi (202a) kendaraan (202) yang persis membuntutinya, tentang jaraknya terhadap kendaraan (201) yang dipasangi marka optik (1 ) yang memuat komponen marka optik (101, 102, 103, 104, 105, 106, 107 dan 108) berupa lambang angka, huruf atau gambar yang melekat pada media (100) di mana warna komponen optik (101, 102, 103, 104, 105, 106, 107 dan 108) dan media (100) dipilih yang kontras. Dengan melihat satu atau lebih di antara komponen marka optik (101, 102, 103, 104, 105, 106, 107 dan 108) yang tampak jelas yang berupa lambang angka secara berurutan dimulai dari 0, 9, 8, 7, 6, 5, 4 dan 3 yang masing-masing menunjukkan jarak 100 m, 90 m, 80 m, 70 m, 60 m, 50 m, 40 m dan 30 m. Sebagai contoh, ketika pengemudi (202a) kendaraan (202) yang persis membuntuti kendaraan bermarka (201) me1ihat secara jelas tiga komponen, yaitu lambang "0" (101), "9" (102), "8" (103), sedangkan tidak dapat melihat secara jelas komponen "7" (104), "6" (105), "5" (106), "4" (107), dan "3" (108), artinya jarak antara kendaraan (202) dan kendaraan bermarka (201) adalah 80 m. Dengan dapat ditandai/diukurnya jarak tersebut, maka pengemudi (202a) difasilitasi untuk mengendalikan kecepatan kendarannya (202) dan jaraknya dengan kendaraan yang sedang dibuntutinya (201) agar berada dalam jarak aman, baik dengan cara menyalipnya ketika diperkirakan aman atau mengurangi kecepatannya.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 29 November 2013
- Detail

MAKANAN PADAT BERPROTEIN TINGGI BERBASIS KACANG-KACANGAN
Invensi ini berkaitan denqan makanan padat (food bars) berprotein tinggi yang terbuat dari kacang-kacangan dimana memiliki komposisi : tepung kacang-kacangan dengan 25-40% berat; tepung ubi jalar dengan sebesar-besarnya 1% berat,' tepung buah-buahan dengan 10-12% berat; buah-buahan dengan 26-29% berat; margarin dengan 14-18% berat dan garam dengan sebesar-besarnya 1% berat. Makanan padat yang dihasilkan menurut invensi ini memiliki kandungan protein 12-15%; lemak 18-25%; karbohidrat 50-60% ; dan serat kasar 0,5-2,5%.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 22 Oktober 2013
- Detail

ALAT UNTUK MENCETAK MIE BERBAHAN DASAR JAGUNG
Invensi ini berhubungan dengan suatu alat untuk mencetak mie lebih khususnya berupa alat untuk mencetak mie berbahan dasar jagung, yang terdiri dari bagian pemasukan adonan (1) yang dilengkapi dengan ulir pengumpan (2) dihubungkan ke roda gigi (3) menggunakan poros penyambung ulir (4) digerakkan oleh motor listrik (5) dan dihubungkan menggunakan poros penyambung motor (6). Selubung terdiri dari tiga bagian, selubung pengumpan (7), selubung transisi (8), selubung kompresi (9) yang masing-masing dihubungkan menggunakan sambungan flens (10,11). Pemanas (12,13) dipasang pada selubung transisi (8) dan selubung kompresi (9). Bagian pemasukan adonan (1) dihubungkan ke selubung pengumpan menggunakan flens pengumpan (14). Sisi lain dari selubung pengumpan (7) dihubungkan ke rumah bantalan (15) menggunakan flens penyambung (16). Ulir (17) yang diletakkan di dalam selubung (7,8,9) dihubungkan pada rumah bantalan (15), digerakkan oleh motor penggerak (18) yang dilengkapi dengan roda gigi penurun putaran (19) melalui poros penggerak (20). Sisi lain ulir (17) dihubungkan pada breaker plate (21). Cetakan mie (22) yang dilengkapi dengan pemegang cetakan (23) dihubungkan pada selubung kompresi (9) menggunakan pengunci cetakan (24). Motor penggerak (18), rumah bantalan (15) dan selubung (7,8,9) diletakkan di atas rangka (25).
- Paten
- Tersertifikasi
- - 22 Oktober 2013
- Detail

PROSES PERBANYAKAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) SECARA EX-VITRO
Telah diungkapkan suatu proses perbanyakan bibit kakao menggunakan teknik kultur ex-vitro dengan tahapan sebagai berikut: a. memilih eksplan dengan kriteria pucuk yang tumbuh pada batang induk yang berumur minimal 5 tahun dalam kondisi sehat, diameter eksplan 0,1 - 1 cm, memiliki tunas pucuk berupa batang dan daun berwarna hijau, b. merendam eksplan dalam larutan formula Broma A yang mengandung bahan aktif Tiamin Hidroksil Klorida 1 – 2 ml per liter secara temporal, c. merendam eksplan pada air mengalir selama 30 menit, d. merendaman eksplan didalam larutan formula Broma B mengandung bahan aktif Propineb 0,2 – 2 gr/l dan Streptomisin sulfat 0,2 – 2 gr/l dan Broma C mengandung bahan aktif Alkilaril poliglikol eter 1 ml/l selama 5 - 15 menit, e. merendam eksplan pada air mengalir selama 15 menit, f. membersihkan bagian bawah eksplan dengan kertas tisu atau kain perca, g. mencelupkan eksplan ke dalam formula Broma D mengandung bahan aktif Asam Indol Butirat 1.000 – 2.500 ppm dan alkohol 50%, h. memberikan pasta di bagian bawah eksplan dengan campuran formula Broma D yang mengandung bahan aktif Asam Indol Butirat 1.000 – 2.500 ppm dan alkohol 50%, i. melakukan penanaman eksplan dalam media tanam, dan j. menumbuhkan eksplan menjadi tanaman dalam lingkungan tumbuh terkendali selama 8 minggu di inkubator.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 29 Juli 2013
- Detail

KATUP TAHAN SUHU TINGGI
Invensi ini berhubungan dengan suatu katup yang tahan suhu tinggi terdiri dari: bodi katup (1) yang dilengkapi pelat bulat (2) yang mempunyai lubang berulir pada sisinya; batangan (3) yang mempunyai ulir bagian luar yang salah satu ujung dari batangan (3) tersebut dipasang pada lubang berulir dari pelat (2); pegangan/pemutar (4) dipasang pada ujung lainnya pada batangan (3) yang berfungsi sebagai pemutar batangan (3) tersebut, dan packing (5) yang dipasang di antara batangan (3) dan bagian dalam dari katup (1), yang dicirikan oleh suatu selubung atau mantel (6) dipasang pada bodi katup (1) dengan suatu jarak tertentu sehingga membentuk suatu rongga yang dapat dilalui oleh suatu fluida pendingin untuk mendinginkan bodi dari katup (1) tersebut, dan dimana bodi selubung atau mantel (6) memiliki pipa pemasukan (inlet) (7) dan pengeluaran (outlet) (8) untuk pemasukan dan pengeluaran fluida pendingin.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 29 Juli 2013
- Detail

METODE PEMBUATAN GAS DIFFUSION LAYER PEMFC MENGGUNAKAN KARBON KONDUKTIF DAN BERPORI DARI BAHAN SERAT ALAM
Suatu metode pembuatan gas diffusion layer (GDL) untuk Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC) menggunakan karbon konduktif dan berpori berbahan serat alam yang terdiri tahap pertama proses pembuatan karbon konduktif dan berpori (10) yaitu mengkarbonisasi serat alam menjadi karbon konduktif dan berpori melalui proses pirolisis dimana proses pirolisis pertama dilakukan dalam tungku udara terbatas pada suhu 450oC-500oC selama 1-3 jam hingga terbentuk arang dan proses pirolisis kedua atau memanaskan arang yang terbentuk dalam tungku yang dialirkan gas inert pada suhu 1300oC-2000oC; tahap kedua adalah proses pembentukan slurry (11) yaitu melarutkan polimer ethylene vinyl acetate (EVA), polyethelene glycol (PEG) dan xylene dengan pengadukan dan pemanasan secara simultan pada suhu 60oC-90oC selama 10-30 menit, kemudian mencampurkan padanya serbuk karbon konduktif dan berpori dengan pengadukan dan pemanasan secara simultan pada suhu 60oC-90oC selama 40-60 menit dan melanjutkan pengadukan dan pemanasan secara simultan pada suhu sekitar 200oC-250oC selama 20-30 menit, dimana ukuran serbuk karbon antara 100-400 mesh dan perbandingan jumlah serbuk karbon dan polimer masing-masing adalah 60%-85% dan 40%-15%; tahap ketiga proses pembentukan lembaran karbon kering, konduktif dan berpori (12) yaitu mencetak slurry serbuk karbonmenjadilembaran karbon dengan cara tape casting dimana rentang waktu pencetakan antara 5-30 detik, lalu mengeringkan pada suhu ruang dan mendapatkan lembaran dengan ketebalan 0,2-0,4 mm; tahap ketiga proses pembentukan GDL konduktif, berpori dan hidropobik (13) yaitu melapisi lembaran karbon menjadi GDL dengan cara mencelupkan lembaran karbon kedalam suspensi polimer hidropobik kosentrasi 5%-30% selama 5-20 menit, kemudian mengeringkan pada suhu ruang dan memanaskan pada suhu 350oC-400oC selama 20-60 menit.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 05 Juli 2013
- Detail

RESIN MEDIA PENDAR UNTUK FILM SINTILATOR DOSIMETRI DAN PROSES PEMBUATANNYA
Resin Media Pendar adalah suatu bahan resin sintetis yang dicirikan terdiri dari polimer polimetil metakrilat (PMMA) dan stiren akrilonitril (SAN) dalam pelarut organik aseton. Proses pembuatannya adalah dengan melarutkan Polimer PMMA 5 %berat hingga 15 %berat dalam pelarut aseton dengan pengadukan dan pemanasan. Kemudian ke dalam larutan polimer ini ditambahkan polimer SAN dengan perbandingan 10 %berat hingga 25 %berat. Pengadukan dan pemanasan dilanjutkan sampai terjadi larutan polimer yang stabil dan sempurna. Proses pelarutan polimer PMMA dan SAN dilakukan dengan menggunakan magnetik stirrer dan pemanasan 30 °C hingga 80 °C. Kemudian larutan ini disimpan pada tempat tertutup dan kemasan sederhana. Resin ini stabil cukup lama dan dapat disimpan dengan aman untuk kemudian digunakan ketika akan dipakai. Bahan pendar sebagai filler dalam pembuatan komposit/film sintilator dapat ditambahkan langsung dengan filler tertentu dan diaduk sampai homogen. Kemudian didiamkan dan dikeringkan menjadi film sintilator. Dalam pemakaian, resin ini dapat dipakai langsung dan tidak memerlukan unsur kimia tambahan seperti inisiator atau hardener. Untuk keperluan tertentu, resin ini dapat dipergunakan langsung baik untuk pembuatan komposit hingga orde nano partikel. Resin media pendar dapat dikemas secara komersial untuk dipublikasikan sebagai resin dengan aplikasi khusus untuk film dan radiografi.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 28 Mei 2013
- Detail