Pencarian Hak Kekayaan Intelektual

Paten

PERISAI RADIASI UNTUK BORON NEUTRON CAPTURE THERAPY

Telah dilakukan pembuatan perisai radiasi berbahan parafin yang dilapisi casing aluminium sesuai dengan desain pemodelan. Casing aluminium berfungsi untuk menjaga struktur parafin tetap utuh ketika terjadi perubahan suhu saat proses radiasi berlangsung. Pemodelan perisai radiasi neutron untuk fasilitas Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) dilakukan pada sekeliling ruangan iradiasi. Pemodelan mencakup pemilihan ketebalan perisai radiasi. Perisai diharuskan mampu menahan radiasi yang keluar ruangan sehingga dosis radiasi berada di bawah ambang dosis bagi pekerja radiasi sebesar 20 mSv/tahun. Bahan yang potensial digunakan sebagai perisai radiasi diantaranya grafit, timbal dan parafin. Pemodelan dan perhitungan laju dosis neutron dilakukan dengan menggunakan program Monte Carlo N Particle Version Extended (MCNPX). Uji fungsi perisai radiasi parafin juga telah dilakukan untuk tujuan validasi terhadap desain. Batas laju dosis radiasi disarankan kurang dari 10 μSv/jam untuk asumsi perhitungan waktu kerja 8 jam per hari dan 5 hari per minggu. Dengan ruangan iradiasi berukuran panjang 30 cm, lebar 30 cm dan tinggi 30 cm, ketebalan minimum perisai radiasi parafin dipilih adalah 35 cm ke depan, 75 cm ke samping kanan, 75 cm ke samping kiri, 57,5 cm ke atas dan 57,5 cm ke bawah.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 03 September 2018
  • Detail
Paten

METODE UNTUK MEMPRODUKSI SERBUK PIROLISIS BERBAHAN BAKU CARAPACE KULIT RAJUNGAN DAN PRODUK YANG DIHASILKANNYA

Invensi ini berupa suatu metode untuk memproduksi serbuk pirolisis dari carapace kulit rajungan dengan tahapan memisahkan antar bagian limbah kulit rajungan; menghaluskan bagian carapace dengan menggunakan lumpang-alu; melakukan pengayakan menggunakan mesin pengayak berukuran 200 mesh; melakukan penggilingan carapace menggunakan High Energy Milling (HEM) dengan waktu milling 1, 3, 6, 9, 12, 15 jam; dan melakukan pirolisis hasil pada suhu 500, 600, 700, 800, 900 °C, sehingga menghasilkan ukuran partikel memiliki rentang 0,1-5,5 μm, tetapi umumnya diukuran 0,5 μm pada suhu pirolisis 500 °C saat waktu milling 15 jam. Sementara itu persentase randemen berdasarkan variasi waktu penggilingan pada suhu pirolisis 500 °C berada pada kisaran 65-70 %berat; komposisi Ca 20-35 %berat; C 15-20 %berat; dan O 44-54 %berat.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 28 Agustus 2018
  • Detail
Paten

Komposisi Hidrogel Berbasis Kitosan Sebagai Adsorben

Invensi ini bertujuan menyediakan suatu komposisi hidrogel berbasis kitosan dengan cara melaksanakan kopolimerisasi cangkok (graft copolymerization) sistem batch dalam reaktor dan mengkarakterisasi hidrogel dengan perwujudan melalui tahapan mensintesa asam poliakrilat (PAA) yang digabungkan dengan polimer vinyl polivinyl alkohol (PAA); membentuk reaksi ikatan silang; melakukan polimerisasi larutan; menghitung jumlah air yang dapat diserap oleh hidrogel; melakukan analisa gugus fungsi terhadap hidrogel; dan melakukan uji morfologi untuk melihat homogenitas dari hidrogel. Hidrogel berbasis kitosan menurut invensi ini memiliki ketahanan dan kekuatan yang lebih tinggi terhadap panas. Komposisi hidrogel yang dihasilkan menurut invensi ini adalah kitosan (CTS) sebanyak 0,08%-0,6%; acrylic acid (AA) sebanyak 1%-3,1%; polivinyl alcohol (PVA) sebanyak 0,25%-1,5%;

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 28 Agustus 2018
  • Detail
Paten

PROSES PEMBUATAN KATALIS PADAT LOGAM-PORFIRIN BERPENYANGGA BENTONIT

Invensi ini berkaitan dengan suatu proses pembuatan katalis, khususnya berupa katalis padat logam-porfirin yang berbasis logam kobalt (Co), mangan (Mn), atau besi (Fe) yang disangga pada bentonit sehingga stabilitas katalis meningkat dan memiliki kandungan logam sebesar 0,5 hingga 10% dari berat total katalis dengan tahapan mereaksikan ligan porfirin dengan MCi2 (M = Co, Mn, atau Fe) di dalam asetonitril, melakukan refluks larutan campuran ligan porfirin dan MCi2 selama 24 hingga 72 jam pada suhu refluks asetonitril di kisaran 83 hingga 120 C, melakukan filtrasi larutan campuran ligan porfirin dan MCi2, mencucinya dengan air, dan mengeringkannya pada tekanan vakum dibawah 1 atm untuk menghasilkan padatan kompleks logam-porfirin, melakukan imobilisasi logam-porfirin pada penyangga bentonit melalui proses interkalasi (pertukaran kation) di dalam larutan MCi2 0.3 M selama 10 hingga 72 jam dan melakukan filtrasi katalis padat logam-porfirin berpenyangga bentonit yang terbentuk, mencucinya dengan air, dan mengeringkannya dalam tekanan vakum dibawah 1 atm.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 28 Agustus 2018
  • Detail
Paten

NANOSELULOSA DARI LIMBAH BIOMASSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PROSES PEMBUATANNYA

Tujuan invensi ini adalah untuk membuat nanoselulosa berbentuk selulosa nanofiber dengan metode mekanik dengan energi rendah, yaitu pencampuran atau homogenisasi larutan selulosa hasil isolasi limbah biomassa kelapa sawit dengan menggunakan alat Ultra Turrax Homogenization. Perlakuan homogenisasi dilakukan pada kecepatan 20000-25000 rpm dengan konsentrasi solid 0,001 – 1 % berat selama 1 hingga 4 jam. Dari hasil uji stabilisasi selama 1 bulan maka terlihat bahwa perlakuan homogenisasi diatas 3 jam atau 4 jam dapat menghasilkan nanoemulsi yang stabil. Dari hasil uji morfologi dengan menggunakan Scanning Electron Microscopic (SEM) dan Transmission Electron Microscopy (TEM), maka didapatkan selulosa nanofiber dengan diameter fiber paling kecil mencapai 14 ± 14.7 (nm). Metode pembuatan nanoselulosa mengandung keseluruhan proses yang dilakukan secara simultan, yaitu meliputi metode pembuatan selulosa mikrofiber dari limbah biomassa tandan kosong kelapa sawit melalui delignifikasi dan pemutihan pada kondisi proses optimal, yang dilanjutkan dengan pembentukan selulosa nanofiber melalui metode Ultra Turrax Homogenization yang dapat mengurangi energi yang dibutuhkan serta lebih efisien yaitu sekitar 4,32 – 8,64 MJ serta kristalinitas nanoselulosa yang dihasilkan yaitu diatas 80%.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 28 Agustus 2018
  • Detail
Paten

METODA ANALISIS KONTAMINAN SENYAWA BENZENA, TOLUENA, DAN XILENA DALAM AIR BERSIH

Invensi ini berkaitan dengan suatu metoda analisis kontaminan senyawa benzena, toluena dan xilena (BTX) dalam air bersih dengan menggunakan kromatografi kolom (Gas Chromatography/GC) yang dilengkapi dengan detektor ionisasi api (Flame Ionization Detector / FID. Metoda preparasi kontaminan benzena, toluena dan xilena dalam air bersih yang dilakukan dengan ekstraksi menggunakan 3 ml n-Heksan pada temperature 23-27oC dengan tahapan: mengambil sampel sumber air bersih; menyimpan dan mendiamkan sampel pada suhu 4oC; mengkondisikan sampel pada suhu 23-27oC; mengekstrak sampel dengan 3 mL n-Heksan; menyaring sampel dengan dalam corong yang dilapisi MgSO4.7H2O dan mengukur ektrak menggunakan GC-FID. Metode analisis menurut invensi ini memiliki tahap preparasi dan pengukuran yang lebih mudah dan waktu yang singkat.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 28 Agustus 2018
  • Detail
Paten

METODA PENGUKURAN RESIDU PESTISIDA PROPOXUR DAN ISOPROCARB MENGGUNAKAN HPLC-UV

Invensi ini berkaitan dengan metoda pengukuran residu pengukuran residu pestisida golongan karbamat khususnya untuk senyawa propoksur (PPX) dan isoprokarb (IPC), dimana pengukuran dilakukan dengan menentukan kondisi optimum High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) dan detektor ultra violet (UV). Tahap awal pengukuran residu pestisida pada invensi ini yaitu menentukan panjang gelombang optimum masing-masing residu pestisida. Setelah itu ditenukan waktu retensi dengan cara menginjeksikan masing-masing larutan standar PPX dan larutan standar IPC. Selanjutnya memisahkan senyawa dengan menentukan resolusi yaitu memastikan dua senyawa terpisah dengan baik. Tahap selanjutnya adalah menentukan presisi tR dan luas puncak kemudian menghitung persen standar deviasi relatif (SDR, %). Linieritas dan rentang konsentrasi kemudian ditentukan dengan cara menginjeksikan satu deret larutan standar PPX dari konsentrasi 0,05 – 5,00 mg/L dan satu deret larutan standar IPC dari konsentrasi 0,25 – 25,00 mg/L. Tahap terakhir adalah menentukan nilai IDL pada KCKT-UV dengan cara menginjeksikan larutan standar baik untuk senyawa propoksur dan isoprokarb pada konsentrasi lebih kecil dari 0,05 mg/L untuk senyawa PPX dan 0,25 mg/L untuk senyawa IPC.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 28 Agustus 2018
  • Detail
Paten

PENGADUK LARUTAN NUTRISI HIDROPONIK BERTINGKAT

Invensi ini berkaitan dengan suatu peralatan pengaduk larutan nutrisi hidroponik bertingkat dibuat dari bahan stainless steel untuk mengaduk larutan nutrisi yang terdiri dari motor listrik berdaya 60 watt (1) yang menggerakkan/memutar pengaduk searah jarum dengan kecepatan putaran 1400 rpm, batang poros pengaduk (2) berdiameter 12 mm dan panjang 980 mm terbuat dari bahan stainless steel, dimana pada 600 mm dari pangkal atas ke bagian bawah batang poros pengaduk, dipasang kipas pengaduk tingkat ke 2 yang memiliki 2 buah daun kipas (3) dengan posisi kemiringan 20o dari horisontal. Pada pangkal bawah batang poros pengaduk, 380 mm di bawah kipas pengaduk tingkat ke 2, dipasang kipas pengaduk tingkat ke 1 (4). Ukuran daun kipas pengaduk memiliki panjang 35 mm, lebar depan 25 mm, dan lebar belakang 35mm (5). Bagian pangkal bawah batang poros pengaduk yang dipasang kipas pengaduk, berjarak 120 mm dari dasar drum kapasitas 200 liter (7). Pengaduk beserta motor penggeraknya dipasang pada dudukan berbahan besi siku berlubang (8). Lamanya putaran dan lamanya berhenti berputar motor listrik (1), diatur oleh timer di dalam modul PLC (Programmable Logic Controller) (6). Modul PLC (6) juga mengatur lama waktu inlet air (9) dan inlet larutan campuran nutrisi A dan B (10).

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 28 Agustus 2018
  • Detail
Paten

METODE ANALISIS RESIDU ANTRAQUINON DALAM MINUMAN FUNGSIONAL BERBAHAN BAKU TEH

Tujuan invensi ini adalah untuk menyediakan metode analisis antraquinon dengan menentukan kondisi optimum GC-μECD untuk analisis antraquinon. Penentuan kondisi optimum GC-μECD ini dilakukan pada kolom HP-5 dengan helium sebagai gas pembawa dan gas nitrogen sebagai gas make-up, adalah sebagai berikut: digunakan injektor otomatis yang diprogram pada suhu 250°C dengan mode injektor pemecah dengan rasio 1:1; oven diprogram pada 200°C ditahan selama 1 menit kemudian dinaikkan sebanyak 20°C/min hingga 280°C dan ditahan selama 8 menit dengan laju alir gas hidrogen sebesar 2 mL/min; detektor diprogram pada 350°C dengan laju alir gas nitrogen sebesar 30 mL/min. Dengan kondisi diatas, antraquinon memiliki waktu retensi 3,519 menit. Presisi antraquinon yang diukur pada larutan standar 1 μg/L (ppb) memberikan persen standar deviasi relatif (%SDR) sebesar 6,681%. Penentuan liniaritas pada rentang konsentrasi 1 – 10 μg/L (ppb) memberikan koefisien korelasi (r) sebesar 0,9973. Kemampuan alat GC-μECD untuk mendeteksi antraquinon yang disebut sebagai limit deteksi GC-μECD adalah 0,5 ppb.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 28 Agustus 2018
  • Detail
Paten

METODE ANALISIS RESIDU PESTISIDA DELTAMETHRIN DALAM MINUMAN FUNGSIONAL BERBAHAN BAKU TEH

Invensi ini berupa suatu metode untuk menganalisis residu pestisida deltamethrin pada minuman fungsional berbahan baku teh dengan penekanan pada optimasi pengujian yang melibatkan instrumen uji Gas Chromatography (GC) yang dilengkapi dengan detektor penangkap elektron mikro (μ-ECD) dengan tahapan: memasang kolom performa tinggi (High Performance/HP)-5 dengan dimensi 30 m x 320 μm x 0.25 μm pada instrumen uji Gas Chromatography (GC); mengatur gas pembawa berupa gas helium pada kecepatan alir 2mL/menit; mengatur gas make-up berupa gas nitrogen pada kecepatan alir 30 mL/menit; mengatur injektor pada program otomatis pada suhu 300°C dengan mode injeksi terpecah (split injection) dengan rasio sampel yang diinjeksikan dan sampel yang dibuang sebesar 1:1; mengatur temperatur dari detektor penangkap electron mikro (μ-ECD) pada 200°C; mengatur oven pada suhu awal 200°C selama 1 menit kemudian menaikkan suhu dengan kecepatan 20°C/menit hingga mencapai 280°C dan menahan selama 8 menit; melakukan validasi metode.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 28 Agustus 2018
  • Detail