Pencarian Hak Kekayaan Intelektual

Paten

PROSES PEMBUATAN PELAT BIPOLAR PEMFC DENGAN PROSES METALURGI SERBUK MENGGUNAKAN MILL SCALE DARI LIMBAH INDUSTRI PEMBUATAN BESI BAJA

Suatu proses pembuatan pembuatan pelat bipolar PEMFC menggunakan mill scale yang terdiri dari: tahap pertama yaitu serbuk mill scale diayak dengan alat ayakan ukuran 150 mesh. Tahap yaitu proses pencampuran serbuk mill scale dengan serbuk grafit. Pada proses pencampuran ini digunakan variasi komposisi penambahan grafit. Komposisi serbuk mill scale dan grafit berdasarkan persen berat (wt%). Penambahan grafit yang diberikan adalah 5, 10, 15 wt%. Proses pencampuran dilakukan dengan alat shaker mill selama 3 jam. Sampel dimasukkan ke dalam wadah (jar) sampel dan menggunakan perbandingan BPR yaitu 5:1. Tahap selanjutnya yaitu dilakukan pemanasan (sintering) dengan tube furnace dengan temperatur 900, 950 dan 1000°C. Proses pemanasan sintering merupakan proses pemanasan dengan temperatur proses yang digunakan adalah 2/3-3/4 dari temperatur leleh matriks komposit. Selama proses pemanasan, kondisi pemanasan di dalam furnace dialiri gas inert berupa gas nitrogen 200 mmHg.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 12 Desember 2017
  • Detail
Paten

METODE PRODUKSI FERTILIZER YANG MENGANDUNG MIKROBA DAN BIOSTIMULAN UNTUK LAHAN MARGINAL

Efisiensi penggunaan PUPUK sintetik kimia yang rendah < 40% merupakan tantangan yang dihadapi petani untuk memenuhi kebutuhan produksi tanaman seralia seperti jagung dan sorghum pada lahan marginal. Invensi ini menekankan pada metode produksi fertitizer dalam bentuk tablet yang mengandung mikroba dan biostimulan untuk memacu pertumbuhan serafia seperti jagung dan sorghum pada lahan marginal. mikrobia Aspergillus niger dan Trichoderma harzianmun yang efektif sebagai inokulum terimobilisasi pada zeolite teraktivasi. Invensi ini dilaksanakan dengan tahapanmelakukan perbanyakan kultur mikrobia ;melakukan formulasi substrat padat untuk produksi fitase, phosphatase, IAA; melakukan pengujian aktivitas enzim fitase, phosphatase, IAA ; dan melakukan bioassay pupuk tablet yang ditambahkan kepada media tanam. Dosis pemberian tablet tergantung kepada sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Penggunaan pupuk Tablet dapat meningkatkan produksi tanaman seralia sekitar 20 %.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 12 Desember 2017
  • Detail
Paten

SERBUK PELAPIS TAHAN PANAS YANG MENGANDUNG NiCrAl DAN ELEMEN REAKTIF, PROSES PEMBUATAN, DAN METODE PELAPISANNYA

Invensi ini berkaitan dengan serbuk pelapis tahan panas yang mengandung NiCrAl dan elemen reaktif, proses pembuatan, dan metode pelapisannya. Serbuk pelapis tahan panas menurut invensi ini memiliki komposisi nikel, kromium, aluminium, dan komponen elemen 10 reaktif berupa hafnium atau zirkonium atau yttrium atau silikon atau paduan yttrium silikon. Proses pembuatan serbuk pelapis tahan panas menurut invensi ini dilakukan melalui penimbangan serbuk unsur pelapis, penimbangan bola penghancur, penggerusan serbuk unsur pelapis tahan panas. Metode pelapisan material NiCrAlX (X: Hf, 15 Zr, Y, Si, atau paduan YSi) pada substrat logam dilakukan dengan metode high velocity oxy-fuel (HVOF) dengan tahapan menyiapkan substrat logam, melapiskan substrat logam, dan memberikan perlakuan panas. Persiapan produk tahap selanjutnya adalah melakukan pemanasan dalam keadaan vakum pada temperatur 1100 oC selama 4 jam. 20 Metode pengujian produk dilakukan dengan cara pemanasan pada temperatur 1000 oC selama 100 jam di mana dihasilkan bahwa produk dengan sistem lapisan NiCrAl dan penambahan elemen reaktif Hf mempunyai kemampuan tahan suhu tinggi yang lebih baik dibanding produk lainnya.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 30 November 2017
  • Detail
Paten

PROSES PEMBUATAN ASAM OLEAT TEREPOKSIDASI DAN KOMPOSISINYA

Invensi ini berhubungan dengan suatu proses pembuatan epoksida asam oleat dan komposisinya, khususnya melalui reaksi epoksidasi tanpa menggunakan katalis. Dengan tahapannya adalah sebagai berikut: mereaksikan asam oleat dengan asam asetat dan hidrogen peroksida, memanaskan hasil reaksi asam oleat dengan asam asetat dan hidrogen peroksida pada suhu 60-7000C, selama 3-6 jam, menambahkan larutan natrium klorida sehingga pH nya netral dan menghilangkan asam asetat dengan cara evaporasi vakum. Komposisi bahan yang digunakan yakni asam oleat sebesar 15-45% berat, asam asetat sebesar 10-25% berat dan hidrogen peroksida sebesar 40-70% berat. lebih disukai asam oleat 20% erat: asam asetat 16% berat: hidrogen peroksida 64% berat. Produk asam oleat terepoksidasi memiliki konversi bilangan iod sebesar 66,4% hingga 78,1% dan konversi relatif bilangan oksiran sebesar 28,6% hingga 62,3%.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 30 November 2017
  • Detail
Paten

MIE KERING KAYA SERAT BERBAHAN DASAR PATI TAKA

Invensi ini berhubungan dengan suatu formulasi mie kering kaya serat dan produk yang dihasilkannya. Mie kering menurut invensi ini menggunakan bahan dasar dari pati umbi taka (Tacca leontopetaloides) 57-65%, tepung mocaf 6-15%, CMC (carboxy methyl cellulose) 0-1%, dan air 25-30%. Mie kering yang dihasilkan memiliki kandungan gizi sebagai berikut: kadar abu 1,09%; kadar lemak 0,52%; kadar protein 5,90%; kadar karbohidrat 92,50%; kadar pati 84,11%; kadar amilosa 25,86%. Selain itu, kandungan seratnya sebesar 9,94% dan memiliki indeks glikemik 64. Mie kering menurut invensi ini merupakan produk tinggi atau kaya serat pangan dan mempunyai indeks glikemik sedang. Mie kering dalam invensi ini aman dikonsumsi sebagai sumber energi bagi penderita diabetes dan obesitas karena tidak menyebabkan lonjakan kenaikan glukosa darah.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 30 November 2017
  • Detail
Paten

PROSES PRODUKSI ENZIM DPEASE REKOMBINAN DARI AGROBACTERIUM TUMEFOCIENS MENGGUNAKAN ESCHERICHIA COLI BL 21 (DE3)

Invensi ini berhubungan dengan proses produksi enzim D-Psicose 3-Epimerase (DPEase) menggunakan E. coli BL 21 (DE3)pada media tampa bantuan IPTG.Gen dpe sebagai gen penyandi enzim DPEase berasal dari Agrobacterium tumefaciens. Proses produksi enzim DPEase menurut invensi ini dilakukan melalui tahapan-tahapan isolasi, kloning, dan ekspresi dengan media tanpa bantuan IPTG. Enzim DPEase yang dihasilkan menurut proses produksi invensi ini memiliki berat molekul 32 kDa.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 30 November 2017
  • Detail
Paten

BIOSINTESIS NANOMINERAL SELENIUM DARI BAKTERI ASAM LAKTAT

Invensi ini berhubungan dengan proses biosintesis nanomineral selenium menggunakan bakteri asam laktat, yaitu isolat TSD-10, IA-2, DR 1-6-2, dan SPCE39 yang dioptimasi. Tahapan biosintesis nanomineral menurut invensi ini yaitu melakukan seleksi konsentrasi selenium, melakukan aktivasi keempat bakteri asam laktat, melakukan ekstraksi intraseluler dan ekstraseluler, dan melakukan uji aktivitas antimikroba. Nanomineral selenium yang dihasilkan dari proses biosintesis menurut invensi ini tidak perlu dimurnikan dan memiliki aktivitas antimikroba yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ternak.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 30 November 2017
  • Detail
Paten

METODE UNTUK MENENTUKAN ZONA POTENSI PENANGKAPAN IKAN (ZPPI)SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN DATA SATELIT PENGINDERAAN JAUH

Invensi ini berhubungan dengan suatu metode untuk menentukan zona potensi penangkapan ikan secara otomatis menggunakan piranti lunak berbasis desktop. Informasi ZPPI yang dihasilkan adalah informasi harian. Data masukan untuk proses otomatis dalam piranti lunak adalah suhu permukaan laut (SPL) dari satelit Terra-MODIS, Aqua-MODIS dan SNPP VIIRS. Untuk mendeteksi front suhu digunakan metode Single Image Edge Detection (SIED) dengan nilai ambang batas lebih besar sama dengan 0,5oC. Haasil deteksi front suhu adalah area poligon. Area poligon yang terbentuk dipartisi menjadi beberapa bagian poligon. Titik pusat dari setiap poligon adalah titik koordinat ZPPI. Informasi ZPPI terkini berlaku untuk 2 sampai 3 hari ke depan dengan cakupan radius 3,3 km dari titik pusatnya. Informasi ZPPI disediakan dalam beberapa format yaitu: pdf, kmz, shp, csv, jason dan xml. Tujuannya untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna di berbagai sektor.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 30 November 2017
  • Detail
Paten

PROSES PRODUKSI XYLOOLIGOSAKARIDA (XOS) DENGAN MENGGUNAKAN KOMPLEKS XYLAN YANG DIEKSTRAK DARI AMPAS TEBU

Invensi ini berkaitan dengan proses produksi Xylooligosakarida (XOS) dengan menggunakan kompleks Xylan yang diekstrak dari ampas tebu terdiri dari tiga tahap yaitu tahap satu untuk menghasilkan senyawa kompleks xylan; tahap dua untuk memproduksi enzim xylanase, dan; dan tahap tiga menghasilkan XOS. Proses untuk memperoleh XOS terdiri dari tiga tahap yang saling berhubungan satu dengan lainnya, yaitu: tahap satu untuk memperoleh kompleks xylan yang di ekstrak dari ampas tebu dengan menggunakan senyawa kimia tertentu. Tahap dua memproduksi enzim xylanase dengan komposisi yeast ekstrak, malt ekstrak, xylan,amonium sulfat dengan komposisi tertentu dan kondisi tertentu. Tahap tiga adalah proses untuk mendapatkan XOS dengan menghidrolisis xylan kompleks dengan enzim xylanase dengan kondisi tertentu. Kemudian XOS pada hasil hidrolisis dipisahkan dengan menggunakan arang aktif. XOS yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan karena dapat berfungsi sebagai: 1) serat makanan, 2) pemanis rendah kalori, dan 3) efek prebiotik.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 30 November 2017
  • Detail
Paten

MODIFIKASI KARET ALAM DENGAN REAKTOR BERTEKANAN

Invensi ini berupa suatu metode untuk melakukan modifikasi karet alam dengan molekul lainnya dengan cara mengarahkan molekul karet alam (poliisroprena atau 2-metilbuta-1,3-diena)yang sebelumnya dalam keadaan saling taut manjadi memanjang, sehingga mempermudah melakukan reaksi dengan substrat atau senyawa kimia lainnya yang akan ditempelkan atau lebih lanjut dinyatakan sebagai grafting, yang dilakukan dalam suatu reaktor bertekanan, dengan tahapan menghilangkan protein dari lateks karet alam dengan menambahkan urea dan sodium dodecil sulfat; menambahkan suhu pada campuran untuk melakukan inkubasi; melakukan perlakuan sentifrugasi; mencampurkan bahan-bahan yang akan ditempelkan pada molekul karet alam berupa monomer atau molekul polimer, molekul lain dalam bentuk apapun yang dapat melakukan proses grafting dalam bentuk larutan; menambahkan molekul lain atau inisiator bentuk senyawa kimia seperti misalnya peroksida maupun jenis inisiator lainnya, misalnya senyawa azo, atau bentuk inisiator lainnya berupa perlakuan panas ataupun radiasi sinar-γ atau radiasi lainya, ataupun bentuk radiasi lainnya; memberikan semua campuran tersebut dalam suatu reaktor tertutup; memberikan tekanan pada reaktor baik dengan cara mekanikal dan/atau pemberian panas; dan melakukan pengadukan pada sistem reaktor selama proses berlangsung, apabila diperlukan.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 24 November 2017
  • Detail