Pencarian Hak Kekayaan Intelektual
Proses Dekolorisasi Limbah Lindi Hitam Dari Produksi Bioetanol Menggunakan Polialuminium Klorida Dan/Atau Reagen Fenton
Telah diungkapkan invensi tentang proses dekolorisasi air limbah lindi hitam hasil produksi bioetanol yang terdiri dari tahapan sebagai berikut: a. melakukan preparasi larutan pendekolorisasi; b. mengaplikasikan larutan pendekolorisasi yang sudah dibuat kedalam limbah lindi hitam dengan mencampur; c. mengaduk campuran lindi hitam dan larutan dengan menggunakan jar test 200 rpm selama 10 menit dilanjutkan 50 rpm selama 2 jam; d. melakukan pendiaman campuran pada tahap (c) selama 24 jam; e. melakukan sentrifugasi campuran pada tahap (d) dengan kecepatan 10.000 rpm selama 10 menit untuk memisahkan filtrat dan endapannya; f. menghitung dekolorisasi dari filtrat yang dihasilkan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 575 nm dan g. menghitung kadar lignin dari filtrat yang dihasilkan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 430 nm. Dengan adanya invensi ini dapat meningkatkan dekolorisasi lindi hitam mencapai 97% dan mengurangi pH dari 13 menjadi 7.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 31 Januari 2017
- Detail
PENGGUNAAN SENYAWA MALABARIKON B DAN MALABARIKON C DARI KULIT BATANG Myristica fatua SEBAGAI CALON OBAT DIABETES
Invensi ini berkaitan dengan penggunaan senyawa malabarikon B dan C dari tumbuhan Myristica Fatua sebagai calon obat antidiabetes. Proses isolasi senyawa malabarikon B dan malabarikon C dilakukan melalui kolom kromatografi gravitasi dan spadex serta 10 rekristalisasi senyawa. Senyawa yang diperoleh berwujud kristal berwarna coklat kekuningan dengan berat molekul malabarikon Bsebesar [M+]=343,45 dan malabarikon C sebesar[M+]= 359,46. Senyawa tersebut telah diuji aktivitas antidiabetesnya dengan hasil nilai penghambatan terhadap aktivitas enzim α-glucosidase sebesar 9 dan 15 12 mg / mL.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 31 Januari 2017
- Detail
FORMULASI DAN PROSES PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI SERASAH DAUN, LIMBAH MEDIA JAMUR, DAN CORN STEEP LIQUOR
Invensi ini secara umum berkaitan dengan proses pembuatan pupuk organik, khususnya proses pembuatan pupuk organik yang berasal dari serasah daun, limbah media jamur, dan konsentrat Corn Steep Liquor (CSL). Proses pembuatan pupuk organik terdiri dari tahapan mengumpulkan bahan organik berupa serasah daun, limbah media jamur, dan CSL; menggiling serasah daun; memfermentasi bahan – bahan organik pada tumpukan berlapis antara 15-20 cm dengan susunan setiap tumpukan adalah cacahan serasah daun, limbah media jamur, pupuk kendang, dan pemberian larutan CSL dengan air yang disiramkan secara merata; menambahkan mikroba decomposer sebanyak 1-2%, dan menyaring pupuk organic yang sudah dipanen dnegan saringan kawat berukuran 10-18 mesh. Produk pupuk organic pada invensi ini mempunyai kandungan N lebih dari 2%, teksturnya remah, berwarna coklat kehitaman, dan tidak berbau.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 31 Januari 2017
- Detail
SURFAKTAN NONIONIK BERBASIS ASAM OLEAT DAN POLIETILENA GLIKOL SERTA METODE PEMBUATANNYA
Invensi ini berhubungan dengan produk surfaktan nonionik berbasis asam oleat dan polietilena glikol dan metode pembuatannya melalui reaksi esterifikasi dengan sistem batch dan kontinu. Komposisi surfaktan menurut invensi ini mengandung asam oleat dan polietilena glikol dengan perbandingan 1:1 dan 2:1. Proses pembuatan surfaktan nonionik berbasis asam oleat dan polietilena glikol yang melalui tahapan-tahapan yaitu esterifikasi asam oleat; penambahan metanol; pemisahan surfaktan nonionik. Produk surfaktan nonionik yang dihasilkan memlliki nilai HLB 8 hingga 13 yang dapat digunakan untuk sistem emulsi o/w.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 20 Desember 2016
- Detail
Pembagi Atau Penggabung Daya 2 Jalur Dengan Penambahan Filter Dan Kopler Untuk Aplikasi Radar
Invensi ini berupa suatu modul dengan integrasi band pass filter, pembagi/penggabung daya 2 jalur dan direksional kopier; komponen yang dirancang mengunakan material RT/duroid 5880 dengan ketebalan yang dimiliki material keseluruhan integrasi komponen substrat 0,51 mm, nilai permitivitas RT/duroid 5880 adalah 2,2; Rancangan dari keseluruhan sistem integrasi tersebut dapat dilihat pada Gambar 1, dalam perancangan komponen yang akan digunakan pada aplikasi radar X-band, dengan frekuensi tengah 9,3 GHz, intergrasi dari perancangan modul tersebut dilakukan pada bagian transmitter dan receiver; ada beberapa parameter panting yang di perhatikan dalam perancangan integrasi komponen ini, seperti VSWR, insertion loss, lebar pita frekuensi yang tidak lebar, sehingga akan menghilangkan sinyal harmonik dari antena menuju komponen penerima dan dari komponen pemancar menuju antena, sehingga sinyal di luar frekuensi X-band tidak akan di proses oleh komponen lain seperti mixer.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 20 Desember 2016
- Detail
Metoda Pembuatan Material Komposit Dari Campuran Poliasam Laktat (PLA) Dan Mikrofibril Selulosa (MFC)
Invensi ini berkaitan dengan suatu proses pembuatan material komposit dari campuran poliasam laktat (PLA) dan mikrofibril selulosa (MFC) melalui modifikasi mikrofibril MFC sebagai bahan pengisi material komposit yang dapat meningkatkan sifat-sifat komposit PLA. Tujuan invensi ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya khususnya pada MFC untuk bahan pengisi material komposit PLA yang memiliki kerapuhan, ketahanan rendah terhadap panas dan kristalisasi yang lambat sehingga membatasi aplikasi luas dari komposit poli-asam laktat. Modifikasi pada MFC untuk material komposit PLA pada invensi ini meliputi tahapan-tahapan yaitu menambahkan gugus kimia pada MFC melalui proses asetilasi parsial; mencangkok MFC yang telah dimodifikasi dengan monomer laktida melalui polimerisasi pembukaan cincin; mencampur MFC sebanyak 10% berat komposit dengan etanol selama 15 menit; menyaring campuran; mencampur kembali MFC dengan etanol aseton dan diklorometana; mengulang proses inklusi sebanyak 3 kali; melarutkan PLA sebanyak 90% berat komposit dalam diklorometana menggunakan homogenizer; mencampur larutan komposit PLA dengan MFC yang telah dimodifikasi dengan perbandingan 9:1; mengaduk suspense pada suhu kamar selama 1 jam; membiarkan campuran diklorometana-PLA-MFC menyebar pada wadah dan menguap dalam lemari asam selama 12 jam; mengeringkan komposit melalui pengeringan vakum pada suhu 50oC selama 8 jam; memotong komposit hingga ± 1 cm2; meremas komposit menggunakan alat laboplastomil pada 160 ° C, kecepatan 40 rpm selama 8 menit dan membentuk komposit menjadi lembaran kecil menggunakan panas pada suhu 180 ° C selama 14 menit.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 20 Desember 2016
- Detail
Proses Pembuatan Material Grafit Berbasis Serat Kapas Gossypium sp
Invensi ini berkaitan denqan suatu proses pembuatan material grafit, khususnya berupa pembuatan karbon nanostruktur berbasis selulosa berbahan dasar dari serat kapas, yang dapat diaplikasikan pada bidang lingkungan, energi dan kesehatan. Proses pembuatan naterial grafit berbasis serat kapas menurut invensi ini dilakukan melalui tahapan yang terdiri dari mempersiapkan serat kapas yang pada invensi ini dicirikan dengan menggunakan serat kapas bebas lignin dan pengotor siap dipintal menjadi benang; membuat larutan katalis Fe (III) Chloride Hexahydrate 0,05-0,48 M menggunakan pelarut air deminerallsasi; merendam serat kapas dalam larutan katalis Fe (III) Chloride Hexahydrate 0,05-0,48 M selama 30-60 menit pada temperatur ruangt menghilangkan kandungan air pada serat kapas menggunakan oven pada temperatur 60 l05oC sampal berat stabil; membakar serat kapas pada temperatur 750-900oC dalam kondisi gas inert selama 30-120 menit; rnernurnikan karbon grafit dari katalis melalui proses refluks dalam larutan asam kuat HNO3 7 - 15 M pada temperatur 80 -120oC selama 5 jam; menetralkan pH karbon grafit menggunakan aquades demineralisasi dengan cara sentrifugasi dengan kecepatan 4000-6000 rpm; dan menghilangkan kandungan air dalam karbon grafit menggunakan oven pada temperatur 60-105oC sampai berat stabil.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 20 Desember 2016
- Detail
MINUMAN HERBAL BERBASIS LIDAH BUAYA (ALOE VERA)
Invensi ini berhubungan dengan suatu minuman fungsional, khususnya berupa minuman herbal berbahan dasar lidah buaya (aloevera)yang diformulasi dengan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, lengkuas, kunir putih, dan tanaman berkhasiat lainnya sehingga bermanfaat untuk kesehatan tubuh; dan proses pembuatannya. Invensi ini juga mengungkapkan proses pembuatan minuman herbal lidah buaya yang meliputi tahapan sebagai berikut : menimbang masing masing bahan yaitu lidah buaya, jahe, kunir putih, kunyit dan lengkuas dan mencuci nya, lalu mengupas bahan dan mengambil dagingnya kemudian dicuci dengan air mengalir dan ditiriskan, menghancurkan daging lidah buaya dengan menggunakan alat penghancur makanan, mengekstraksi bahan rempah dengan menggunakan air, mencampur lidah buaya yang telah dihancurkan dengan ekstrak rempah-rempah dan gula pasir, melarutkan herbal yang dipanaskan pada suhu 85-95 oC selama 20-30 menit dengan pengadukan secara konstan, dan menambahkan carboxymethylcellulosa (CMC), asam sitrat, garam, Na-Benzoate dan madu. Sehingga dihasilkan minuman fungsional herbal berbasis lidah buaya dan rempah-rempah.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail
Serbuk Saus Salad Berbahan Dasar Inulin Terfermentasi Oleh Bakteri Asam Laktat Dan Proses Pembuatannya
Invensi ini berkaitan dengan produk serbuk saus salad (salad dressing) serta proses pembuatannya. Salad dressing serbuk menurut invensi ini memiliki komposisi yang mengandung hidrolisat inulin terfermentasi terhitung sebagai fruktooligosakarida (FOS), gelatin, saus tomat, skim, bubuk kuning telor, bahan penyedap, mustard, sukrosa dan asam (sitrat). bi dahlia untuk memperoleh FOS sebagai sumber serat pangan.Proses pembuatan serbuk salad dressing menurut invensi ini melalui tahapan-tahapan pencampuran bahan formulasi), homogenisasi, pengeringan, penghalusan partikel, pengayakan lolos 60-80 mesh dan pengemasan. Serbuk salad dressing ini memiliki keunggulan dalam hal penyajian yang praktis dan memiliki kapasitas pengikatan kolesterol sebesar 13-21 mg/g total serat.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail
Formulasi Agen Dekolorisasi Limbah Tekstil, Proses Pembuatan, dan Penggunaannya
Invensi ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi agen dekolorisasi limbah warna tekstil. Telah diungkapkan dalam invensi ini suatu formulasi agen dekolorisasi limbah tekstil, yang terdiri dari polivinil alkohol 6 – 14 %; natrium alginat 1 – 2 %; lignin 1 %, tween 80 0,1 %; guaiakol 0,05%; miselium jamur Basidiomycetes dalam jumlah 6 – 7 gram berat basah atau 0,5 - 1 gram berat kering; kalsium klorida (CaCl2) 0,1 M; dan Asam Borat 5-8%. Proses pembuatan agen dekolorisasi limbah tekstil terdiri dari tahapan: memasukkan secara bertahap serbuk polivinil alkohol dalam jumlah 6 – 14 % dan natrium alginat dalam jumlah 1 – 2 % ke dalam akuades bersuhu 60-80 0C disertai dengan pengadukan hingga homogen; menambahkan lignin, tween 80 dan guaiakol masing-masing dalam jumlah 1%, 0,1% dan 0,05 %; campuran diaduk dan didiamkan hingga mencapai suhu kamar kemudian ditambahkan 6-7 gram berat basah atau 0,5 - 1 gram berat kering miselium jamur Basidiomycetes; campuran tersebut kemudian diteteskan setetes demi setetes ke dalam campuran kalsium klorida 0,1 M dan asam borat 5 – 8% dalam kondisi dingin (4oC) dan disertai pengadukan selama 1 jam sehingga terbentuk beads; beads dibilas dengan akuades hingga bersih dari ion klorida dan disimpan pada suhu kamar.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail