Pencarian Hak Kekayaan Intelektual
PEMBUATAN BIOBRIKET DARI LIMBAH PADAT DISTILASI MINYAK KAPULAGA (Amomum Cardamomum)
Proses pengarangan (pirolisis) dimulai dengan mengaliri gas N2 sebesar 5 ml/menit dengan variasi temperatur dari 250-600 °C selama 1 jam, sehingga menghasilkan biochar. Formulasi biobriket dilakukan dengan penambahan 3 jenis oksidator (KNO3, K2Cr2O7, KMnO4) 5% (b/b) dan perekat amilum 10% (b/b). Variasi rasio perbandingan massa kulit kapulaga dengan hasil samping distilasi minyak atsiri kapulaga yaitu 100: 0; 75: 25; 50:50; 25: 75; 0: 100. Selanjutnya, biobriket dicetak menggunakan Kempa Panas Mini (Mini Hot-press) pada tekanan 1 metrik ton selama 10 menit, kemudian dikeringkan dalam tray dryer pada suhu 100 °C selama 6 jam. Nilai kalor terbaik biochar biji dan limbah kulit diperoleh pada temperatur 450 0C masing-masing sebesar 6201,15 Cal/gr dan 4343,19 Cal/gr. Hasil uji formula biobriket dengan kadar air berkisar antara 2,22–4,87 % sesuai dengan SNI (01-6235-2000), kadar abu berkisar antara 5,8218–830,1323 %, volatile matter berkisar antara 5,4552–32,3514 %, fixed karbon berkisar antara 37,2447–84,5330 %. Uji karakteristik biobriket dari temperatur pirolisis 450 0C (rendemen biochar optimum) diperoleh Nilai kalor biobriket terbaik (tertinggi) pada rasio massa 25% kulit : 75% limbah biji kapulaga dengan oksidator K2Cr2O7 sebesar 5215,27 Cal/gr, kekerasan terbaik sebesar 250 kg/cm2 dan laju pembakaran terbaik selama 2,1184 gr/detik.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 09 Mei 2023
- Detail
PROSES PEMBUATAN SERBUK XILOOLIGOSAKARIDA ANTIOKSIDAN DAUN DAN PUCUK TEBU DAN PRODUK YANG DIHASILKANNYA
Invensi ini bertujuan untuk membuat produk serbuk xilooligosakarida (XOS)dari daun dan pucuk tebu yang memiliki keunggulan produk yaitu aktivitas antioksidan yang tinggi tanpa penggunaan bahan-bahan kimia yang berbahaya serta ramah lingkungan pada proses pembuatannya sehingga dapat menjadi bahan baku industri seperti industri kosmetik atau pangan fungsional. Tahapan proses pada invensi ini diawali dengan ekstraksi xilooligosakarida dari daun dan pucuk tebu dengan menggunakan autoklaf dan katalis asam oksalat, menyaring dan memperoleh ekstrak cair berupa hidrolisat asam yang mengandung xilooligosakarida. Tahapan purifikasi terbagi menjadi dua tahap dengan presipitasi etanol dan tahap akhir berupa pengeringan beku sehingga menghasilkan serbuk xilooligosakarida tahap 1 dengan aktivitas antioksidan berkisar 61-63% dan serbuk xilooligosakarida tahap 2 dengan aktivitas antioksidan berkisar 71-73%.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 09 Mei 2023
- Detail
KOMPOSISI DAN PROSES PEMBUATAN KEMASAN MAKANAN KOMPOSIT DARI SERBUK PELEPAH PINANG DENGAN PEREKAT MALTODEKSTRIN
Invensi ini berhubungan dengan suatu bahan kemasan produk khususnya kemasan ringan dan kuat lebih khususnya yang berbahan baku serbuk pelepah pinang dengan perekat maltodekstrin serta proses pembuatannya. Produk menurut invensi ini dicirikan dengan bahan penyusun berasal dari serbuk limbah pelepah pinang dengan perekat maltodekstrin. Tahapan pembuatan kemasan produk makanan berbahan baku serbuk pelepah pinang terdiri dari: penghalusan pelepah pinang dengan ringflaker dilanjutkan dengan diskmill, pengayakan serbuk pelepah pinang hingga diperoleh ukuran lolos mesh 80, pengeringan di dalam oven pada suhu 80oC selama 24 jam, pencampuran serbuk pinang dengan perekat maltodekstrin, pengeringan campuran serbuk pelepah pinang dengan perekat maltodekstrin di dalam oven pada suhu 80oC selama 12 jam, pengepresan dan pencetakan serbuk pelepah pinang sesuai cetakan model kemasan produk makanan pada suhu 180-220oC selama 10-30 menit menit. Invensi ini memiliki kelebihan yaitu produk yang dihasilkan ringan, relatif kuat dan mudah terdegradasi oleh lingkungan.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 09 Mei 2023
- Detail
FORMULASI SPIRULINA TIDAK BERBAU DARI EKSTRAK BASAH BIOMASSA DAN PROSES PEMBUATANNYA
Invensi ini mengenai formulasi dan proses pembuatan biomassa Spirulina kering tidak berbau dalam sediaan serbuk dari ekstrak basah biomassa menggunakan fermentasi bakteri asam laktat dan dapat ditambahkan tepung berkarbohidrat sebagai sumber substrat sehingga menghasilkan produk berupa Spirulina yang memiliki rasa dan aroma yang lebih dapat diterima dan disukai konsumen serta memiliki aktivitas antioksidan yang sama dengan produk Spirulina sebelumnya. Suatu formulasi Spirulina tidak berbau dari ekstrak basah biomassa dalam sediaan serbuk yang terdiri dari bahan baku Spirulina basah dengan kadar air 40-70%, bakteri asam laktat campuran Lactobacillus casei dan Lactobacillus sp. sebanyak 1-5% dari total berat dan tepung beras 10-25% dari total berat.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 08 Mei 2023
- Detail
Tempat Perhiasan Double Wall
Benda keramik double wall berbentuk mangkok tutup yang didekorasi dengan Teknik ukir terawang dengan motif pepatran Bali pada dinding luar dan dinding bagian dalam difungsikan sebagai tempat perhiasan/pernak-pernik berukuran kecil. disamping itu benda ini dapat difungsikan sebagai benda pajang/benda hias. Bentuk silinder dari mangkok tutup ini dibuat dengan teknik putar dengan electric wheel. Benda ini berukuran Tinnggi : 11 cm dan Diameter : 14 cm. Bahan yang digunakan adalah bahan keramik dengan komposisi BL 1. Untuk mengurangi keporian dari bahan keramik maka dilakukan pembakaran 2 tahap yaitu pembakaran biscuit dengan suhu 900 derajat celcius dan pembakaran glasir dengan suhu 1.200 derajat celcius dengan menggunakan glasir warna coklat. Klaim: Konfigurasi
- Desain Industri
- Tersertifikasi
- - 05 Mei 2023
- Detail
Tempat Lampu
Tempat Lampu merupakan suatu benda dengan fungsi sebagai benda hias yang sangat cocok ditempatkan dipojok sebuah ruangan. Tempat Lampu dibuat dengan menggunakan bahan keramik stoneware dengan komposisi BL 1. Untuk mendapatkan bentuk silinder maka Tempat Lampu diibuat dengan teknik putar yang dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian bawah sebagai tatakan dan bagian atas sebagai tempat lampu . Kesan estetik dipancarkan dari dekorasi dan motif yang diterapkan pada bagian bawah dan bagian atas Tempat Lampu. Bagian bawah didekorasi dengan bentuk bunga-bunga dengan teknik ukir terawang dan bagian atas didekorasi dengan motif pepatran teknik ukir terawang yang berfungsi agar cahaya lampu yang ada didalam dapat keluar dari lubang ukiran. Pembakaran dilakukan dua tahap yaitu pembakaran biscuit dengan suhu 900 derajat celcius dan pembakaran glasir dengan suhu 1.200 derajat celcius. Pewarnaan diaplikasikan menggunakan Fe pada pepatran tempat lampu bagian tengah sehingga memberikan kesan natural sedangkan pada tatakan dan pada bagian mulut tempat lampu diaplikasikan glasir warna coklat sehingga menjadi satu kesatuan yang harmonis. Klaim: Konfigurasi
- Desain Industri
- Tersertifikasi
- - 05 Mei 2023
- Detail
Teko
Teko Dekorasi Lukis Mas-Masan merupakan sebuah benda keramik yang berfungsi sebagai tempat cairan/minuman. Bentuk yang artistic dengan penggunaan tangkai dari rotan dan dekorasi Lukis motif seni hias tradisional Bali berupa mas-masan menjadikan teko ini dapat difungsikan sebagai benda hias/benda pajang. Teko ini dibentuk dengan teknik putar dan dekorasi teknik lukis underware dengan penerapan gradasi warna hijau dari terang ke gelap. Ukuran teko yaitu Tinggi : 22 cm dan Diameter : 20 cm. Untuk mengurangi keporian benda keramik maka dilakukan tahapan pembakaran yaitu pembakaran biscuit dengan suhu 900 derajat celcius dan pembakaran glasir dengan suhu 1.200 derajat celcius.
- Desain Industri
- Tersertifikasi
- - 05 Mei 2023
- Detail
TEKO
Teko dengan dekorasi daun berfungsi sebagai tempat minum. Dekorasi bentuk daun dibuat mengikuti alur dari bodi teko sehingga terlihat estetik dengan teknik dekorasi tempel. Tangkai teko dibuat menyatu dengan bodinya sehingga teko ini merupakan satu kesatuan yang terlihat harmonis. Bahan yang digunakan adalah massa bodi stoneware kode BL 1. Teknik pembentukan dilakukan dengan teknik putar yang terbagi menjadi 4 bagian yaitu bagian badan, tangkai, mulut dan tutup. Bagian body , tangkai dan mulut ditempelkan menjadi satu kesatuan yang utuh. Pembakaran dilakukan dua tahap yaitu pembakaran biscuit dengan suhu 900 derajat celcius dan pembakaran glasir dengan suhu 1.200 derajat celcius dengan menggunakan glasir evory.
- Desain Industri
- Tersertifikasi
- - 05 Mei 2023
- Detail
KERUCUT KARET PENCEGAH KEBOCORAN AIR LAUT
Desain rubber cone berbentuk kerucut dengan dimensi tinggi 21 mm, diameter luar 29.2 mm dan diameter dalam 17 mm. Rubber cone digunakan untuk mencegah kebocoran air laut pada area konektor perangkat elektronik CBT. Rubber cone berbahan dasar karet sintetik EPDM yang tahan air, tahan ozon, dan tahan suhu rendah. Rubber cone memiliki ketahanan tekanan 300 bar atau setara dengan kedalaman air laut 3000 m. Proses pembuatan rubber cone menggunakan metode compression molding.
- Desain Industri
- Tersertifikasi
- - 05 Mei 2023
- Detail
LIGNIN TERFOSFORILASI (P-LIGNIN) DAN METODE PEMBUATANNYA MENGGUNAKAN DIFOSFOR PENTAOKSIDA (P2O5) DENGAN PELARUT METHANESULFONIC ACID (MSA)
Lignin merupakan bahan alam yang melimpah kedua setelah selulosa. Struktur lignin kaya dengan kandungan aromatik penghasil arang dan gugus hidroksil yang aktif sehingga berpotensi digunakan sebagai material maju yang ramah lingkungan, salah satunya berpotensi digunakan sebagai aditif penghambat api pada polimer. Sifat penghambat api lignin dapat ditingkatkan dengan menambah senyawa kimia berbasis fosfor yang bisa menaikkan jumlah arang yang terbentuk pada saat polimer terbakar. Fosforilasi merupakan metode untuk menambahkan senyawa fosfor pada lignin. Telah banyak grup yang melakukan fosforilasi lignin. Akan tetapi senyawa kimia yang digunakan memiliki sifat beracun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Selain itu proses yang dilakukan relatif kurang efisien. Untuk itu, invensi ini mencoba mengatasi permasalahan tersebut melalui metode fosforilasi menggunakan bahan kimia yang lebih aman dan proses yang lebih efisien. Pada invensi ini, fosforilasi lignin dilakukan pda temperatur 5 °C menggunakan diphosphorus pentoxide (P2O5) sebagai donor fosfor dan methanesulfonic acid (MSA) sebagai pelarut yang lebih ramah lingkungan. Penambahan aditif P-Lignin sebanyak 10% ke dalam polimer epoksi berhasil menurunkan laju bakarnya sebanyak 20,2 - 36,4%.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 04 Mei 2023
- Detail