KOMPOSISI ISOLAT ALFA MANGOSTIN, CURCUMIN DAN PIPERIN SEBAGAI RADIOPROTEKTAN
Paten
KOMPOSISI ISOLAT ALFA MANGOSTIN, CURCUMIN DAN PIPERIN SEBAGAI RADIOPROTEKTAN
Senyawa herbal dari bahan alam indonesia umumnya mengandung beberapa senyawa berkhasiat sehingga menjadi kandidat utama sebagai radioprotektan. Isolat alfa mangostin, curcumin dan piperin dipilih sebagai radioprotektan pada pasien kanker dengan tujuan untuk memberikan perlindungan pada saat diberikan terapi radiasi interna. Komposisi isolat yang diperoleh sebesar 6,5 ppm isolat alfa mangostin, 4,5 ppm isolat curcumin, dan 0,45 ppm isolat piperin. Hasil uji yang menunjukan kemampuan proteksi adalah dari kemampuan sel normal untuk tetap hidup hingga 1,5-2 kali meskipun telah diberikan radiofarmaka [153Sm]Sm-EDTMP dengan dosis 10 mCi. Demikian pula dari data penurunan jumlah mikronukleus pada tiap sel binukleat (BNC) serta peningkatan kerapatan sel. Aktivasi jalur kematian sel normal diketahui lebih rendah pada pemberian formula kombinasi dibandingkan tanpa pemberian isolat kombinasi. Dengan invensi ini diharapkan pasien kanker akan meningkat kualitas hidupnya dengan pemberian kombinasi isolat karena memberikan perlindungan terhadap sel normal di sekitar sel kanker yang mendapatkan terapi radiofarmaka secara interna. Senyawa herbal dari bahan alam indonesia umumnya mengandung beberapa senyawa berkhasiat sehingga menjadi kandidat utama sebagai radioprotektan. Isolat alfa mangostin, curcumin dan piperin dipilih sebagai radioprotektan pada pasien kanker dengan tujuan untuk memberikan perlindungan pada saat diberikan terapi radiasi interna. Komposisi isolat yang diperoleh sebesar 6,5 ppm isolat alfa mangostin, 4,5 ppm isolat curcumin, dan 0,45 ppm isolat piperin. Hasil uji yang menunjukan kemampuan proteksi adalah dari kemampuan sel normal untuk tetap hidup hingga 1,5-2 kali meskipun telah diberikan radiofarmaka [153Sm]Sm-EDTMP dengan dosis 10 mCi. Demikian pula dari data penurunan jumlah mikronukleus pada tiap sel binukleat (BNC) serta peningkatan kerapatan sel. Aktivasi jalur kematian sel normal diketahui lebih rendah pada pemberian formula kombinasi dibandingkan tanpa pemberian isolat kombinasi. Dengan invensi ini diharapkan pasien kanker akan meningkat kualitas hidupnya dengan pemberian kombinasi isolat karena memberikan perlindungan terhadap sel normal di sekitar sel kanker yang mendapatkan terapi radiofarmaka secara interna.
S00202510411
16 Oktober 2025
2025
2025-1753258509-h9jx
B-19956/III.2.6/TK.11.03 /7/2025
Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri
isti002@brin.go.id
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Paten
Farmasi
2
0
10 Juni 2026
IDS000014021
- Alfian Mahardika Forentin
( Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri ) - Isti Daruwati
( Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri ) - Dwi Ramadhani
( Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri ) - Veronika Yulianti Susilo
( Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri ) - Puji Widayati
( Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri ) - Iim Halimah
( Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri ) - Rizky Juwita Sugiharti
( Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri )
- Adang Firmansyah
( Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia )