GEMS (Geo-Enabled Mangrove Surveillance)
Hak Cipta
GEMS (Geo-Enabled Mangrove Surveillance)
Kerusakan ekosistem mangrove akibat deforestasi merupakan ancaman serius terhadap keberlanjutan lingkungan pesisir dan mitigasi perubahan iklim global. Untuk menjawab tantangan pemantauan mangrove secara dinamis, dikembangkan GEMS (Geo-Enabled Mangrove Surveillance), sebuah aplikasi sistem peringatan dini deforestasi mangrove berbasis penginderaan jauh. Aplikasi ini dirancang pada platform Google Earth Engine (GEE), dibangun menggunakan bahasa pemrograman Javascript, dengan input citra Sentinel-1, Sentinel-2, dan Landsat-8. Proses klasifikasi menggunakan pendekatan Gaussian dan Iterative Bayesian, dengan sampel pelatihan Peta Mangrove Nasional (PMN) 2021. Aplikasi ini memungkinkan pemantauan kondisi mangrove mulai tahun 2023 dengan interval waktu yang fleksibel (bulanan hingga tahunan), dan telah diimplementasikan pada enam lokasi studi di Indonesia, yaitu Semarang, Pekalongan, Cilacap, Teluk Benoa, Maros, dan Indramayu. Output aplikasi ini berupa peta status mangrove dalam empat kelas (Intact mangrove, Warning, Alert, dan High alert) yang dapat diunduh dalam format GeoTiff. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GEMS mampu mengidentifikasi perubahan tutupan mangrove secara adaptif dan efisien, serta menyediakan informasi spasial-temporal yang relevan untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti.
2025-1755153432-mwpx
B-23015/III.6.7/TK.11.01/8/2025
Pusat Riset Geoinformatika
munawaroh@big.go.id
Badan Riset dan Inovasi Nasional
SF - Perangkat Lunak
Bogor
21 Mei 2025
EC002025212500
10 Desember 2025
10 Desember 2025
001052760
- Munawaroh
( Pusat Riset Geoinformatika ) - Nanin Anggraini
( Pusat Riset Oseanografi ) - Aninda Wisaksanti Rudiastuti
( Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat ) - Yulizar Ihrami Rahmila
( Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi ) - Gathot Winarso
( Pusat Riset Geoinformatika ) - A. A. Md. Ananda Putra Suardana
( Pusat Riset Oseanografi ) - Rahmadi
( Pusat Riset Geoinformatika )
- Muhammad Sufwandika Wijaya
( Badan Informasi Geospasial )