PANTARO (Pemantauan Terpadu Risiko Hidrologi): Aplikasi Monitoring dan Prediksi Risiko Banjir dan Kekeringan di Indonesia Berbasis Google Earth Engine
Hak Cipta
PANTARO (Pemantauan Terpadu Risiko Hidrologi): Aplikasi Monitoring dan Prediksi Risiko Banjir dan Kekeringan di Indonesia Berbasis Google Earth Engine
PANTARO (Pemantauan Terpadu Risiko Hidrologi) adalah aplikasi berbasis Google Earth Engine (GEE) yang dirancang untuk memantau dan memprediksi risiko banjir dan kekeringan di seluruh wilayah Indonesia secara spasial dan temporal. Aplikasi ini memanfaatkan data curah hujan satelit CHIRPS (Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station Data) dengan rentang waktu 2016 hingga 2025 sebagai data historis. Metode analisis yang digunakan meliputi Standardized Precipitation Index (SPI) dan Standardized Precipitation Evapotranspiration Index (SPEI) untuk mengklasifikasikan kondisi basah dan kering dalam lima kelas, mulai dari sangat basah hingga sangat kering. Analisis dapat dilakukan dalam periode temporal 3 harian, 5 harian, 10 harian (dasarian), 15 harian, hingga bulanan. Fitur prediksi menggunakan pendekatan proyeksi klimatologis musiman berbasis pola historis tiga tahun terakhir untuk menghasilkan estimasi kondisi hidrologi tiga bulan ke depan. PANTARO ditujukan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam mitigasi bencana hidrometeorologi, perencanaan pertanian, pengelolaan sumber daya air, dan ketahanan pangan nasional.
2026-1776241133-boju
B-11315/III.6.7/TK.11.01/5/2026
Pusat Riset Geoinformatika
yogadwiputra04@gmail.com
Badan Riset dan Inovasi Nasional
SF - Perangkat Lunak
Cibinong
09 April 2026
EC002026066659
18 Mei 2026
18 Mei 2026
001236372
- I Kadek Yoga Dwi Putra
( Pusat Riset Geoinformatika ) - Dede Dirgahayu Domiri
( Pusat Riset Geoinformatika ) - Hilda Ayu Pratikasiwi
( Pusat Riset Geoinformatika ) - I Made Parsa
( Pusat Riset Geoinformatika ) - Hengki Muradi
( Pusat Riset Sains Data dan Informasi ) - Muhammad Sulaiman Nur Ubay
( Pusat Riset Geoinformatika ) - Rizka Windiastuti
( Pusat Riset Geoinformatika ) - Muhammad Iqbal Habibie
( Pusat Riset Geoinformatika ) - Yudi Riadi Fanggidae
( Pusat Riset Iklim dan Atmosfer )