Pencarian Hak Kekayaan Intelektual
ANTENA MIKROSTRIP PATCH ARRAY DENGAN CELAH UDARA
Invensi ini berupa suatu antena mikrostrip patch array dengan celah udara (air gap) antara antena pengirim dan antena penerima, lebih khususnya berupa antena pengirim dan penerima bersifat identik yang terdiri dari delapan modul antena yang disusun array secara horizontal, dimana satu modul antena terdiri dari 4x8 patch array antena yang disusun secara vertikal dan horizontal; pencatuan satu modul antena dilakukan dengan menggunakan empat buah konektor untuk setiap susunan antena secara horizontal sebanyak 1x8 (submodul), dimana semua modul antena terhubung ke sumber catuan utama antena dengan menggunakan combiner atau divider, sehingga akan menghasilkan penguatan (gain) yang tinggi, lebar berkas (beamwidth) yang sempit; antena pengirim dan antena penerima diberi jarak berupa celah udara dengan jarak vertikal sejauh 10 mm, sehingga diperoleh nilai isolasi antara antena pengirim dan antenna penerima yang tinggi serta dengan bentuk yang ringkas (compact).
- Paten
- Tersertifikasi
- - 19 November 2015
- Detail
Alat Pencekam Mekanik Benda Kerja Untuk Mesin Milling
- Paten
- Tersertifikasi
- - 10 November 2015
- Detail
Integrasi Komunikasi Sistem Terminasi Penerbangan Dan Pengukuran Jarak Wahana Terbang Menggunakan Transponder Radio
- Paten
- Tersertifikasi
- - 04 November 2015
- Detail
Aktifasi Sistem Terminasi Penerbangan Menggunakan Kode Perintah Suara
- Paten
- Tersertifikasi
- - 04 November 2015
- Detail
Sistem Pelacak Posisi Dan Kecepatan Peluncuran Roket Jamak Menggunakan Multi Frekuensi Transponder
- Paten
- Tersertifikasi
- - 04 November 2015
- Detail
Metode Perhitungan Indeks Ionosfer (T) Regional Indonesia
- Paten
- Tersertifikasi
- - 04 November 2015
- Detail
Sistem Pemantau Pergerakan Wahana Terbang 3 Dimensi Menggunakan Repeater Radar Bergerak Berbasis Pesawat Udara Tanpa Awak
- Paten
- Tersertifikasi
- - 04 November 2015
- Detail
Frekuensi Adaptif Sinyal Pandu Untuk Radar Transponder Wahana Terbang
- Paten
- Tersertifikasi
- - 04 November 2015
- Detail
METODE PEMBUATAN KAIN KATUN BATIK CAP BERSIFAT ANTIBAKTERI DENGAN PEWARNA ALAM PASTA INDIGO DARI DAUN Strobilanthes cusia DAN PRODUK YANG DIHASILKANNYA
Invensi ini berhubungan dengan metode pewarnaan kain katun batik cap, khususnya berupa pewarnaan kain katun batik cap dengan pewarna alam pasta indigo dari daun Strobilanthes cusia melalui teknik fermentasi pasta indigo dengan pereduksi gula jawa, molase,fruktosa dengan atau tanpa CaO dan metode pembuatan kain katun batik cap sehingga menghasilkan kain katun batik cap yang memiliki sifat antibakteri terhadap Gram-negatif (Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, and Salmonella typhi) and Gram-positif (Bacillus subtilis and Staphylococcus aureus) dan meningkatkan kualitas beda warna, ketuaan warna, dan daya luntur warna pada kain katun batik cap. Metode pewarnaan kain katun batik cap pada invensi terdiri dari tahapan: a) melakukan treatment kain katun, b) membuat motif batik pada kain katun;c)melakukan fermentasi pasta indigo; d)mencelupkan kain katun batik cap pada larutan zat pewarna alam indigo; e) melakukan proses pasca-mordan terhadap kain katun batik cap menggunakan larutan asam cuka (3% v/v); f) mengeringkan kain katun batik cap; g)melakukan pelorodan malam pada kain katun batik cap menggunakan air mendidih (Na2CO3 5 g/L); h)mengeringkan kain. Menurut invensi ini, zat warna alam dibuat dengan tahapan melarutkan pasta indigo ke dalam air dengan ratio 1:5, menambahkan pereduksi gula jawa seberat 1 kg dengan atau tanpa CaO (60 g/L); molases seberat 0,25 kg dengan adanya CaO (60 g/L;fruktosa seberat 0,25 kg dengan atau tanpa CaO (60 g/L), mengaduk dengan pengaduk kayu, dan menyimpan larutan indigo selama 24 jam pada kondisi anaerop pada suhu ruang. Proses pewarnaan kain dilakukan dengan mencelupkan kain katun batik cap ke dalam larutan pewarna alam indigo selama 5 menit, menjemur kain katun batik cap pada suhu ruang dan teduh, dan proses pencelupan dilakukan sebanyak 5x. Suatu kain katun batik cap bersifat antibakteri berbasis pewarna alam indigo dari S. cusia yang dihasilkan dari metode sebagaimana pada klaim 1, memiliki zona hambat terhadap bakteri B. subtilis sebesar 17,29 mm.
- Desain Industri
- Tersertifikasi
- - 20 Oktober 2015
- Detail