Pencarian Hak Kekayaan Intelektual
Senyawa (+)-2,2 -episitoskirin A sebagai Bahan Obat Antibakteri dan Antikanker
Invensi ini mengungkap penggunaan senyawa (+) -2,2 -episitoskirin A dari hasil kultivasi jamur Diaporthe sp GNBP-10 sebagai bahan obat, khususnya obat antibakteri dan antikanker. Penggunaan senyawa (+) -2,2 -episitoskirin A sebagai bahan obat antibakteri terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen pada manusia, hewan dan tumbuhan. Bakteri yang dihambat bersifat spektrum luas. Jenis bakteri Bacillus spp, Salmonella spp, Staphylococcus spp, Klebsiella spp dan E. coli terbukti memiliki sensitivitas yang relatif tinggi terhadap senyawa (+) -2,2 -episitoskirin A dibandingkan jenis lainnya. Uji toksisitas akut (+) -2,2 -episitoskirin A menghasilkan nilai LD50 1.679 mg/kg BB yang termasuk kategori toksisitas rendah namun memiliki aktivitas relatif tinggi dibandingkan dengan doksorubisin hidrochloride dengan nilai LD50 sebesar 698 mg/kg BB mencit. Senyawa (+) -2,2 -episitoskirin A secara in vitro telah memperlihatkan aktivitas sebagai sitotoksi terhadap sel KB dengan nilai IC50 sebesar 0,5 mikro/ml. Nilai IC50 senyawa (+) -2,2 -episitoskirin A hasil pengujian secara in vitro terhadap sel lestari kanker paru (A 549), leukimia (K 562), dan kanker payudara (MCM - B2) relatif lebih aktif dibandingkan dengan senyawa doksorudisin.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 21 Oktober 2011
- Detail
PROSES PEMISAHAN ITRIUM (Y) DARI PASIR SENOTIM DENGAN METODE ASAM SULFAT DAN EKSTRAKTAN ORGANO FOSFOR D2EHPA
-
- Paten
- Tersertifikasi
- - 14 Oktober 2011
- Detail
TABUNG DETEKTOR GEIGER MUELLER TIPE END WINDOW UNTUK DETEKSI RADIASI ALFA, BETA, DAN GAMMA
-
- Paten
- Tersertifikasi
- - 14 Oktober 2011
- Detail
TABUNG GEIGER MUELLER TIPE SIDE WINDOW DENGAN GAS ISIAN HALOGEN UNTUK DETEKSI RADIASI BETA DAN GAMMA
-
- Paten
- Tersertifikasi
- - 14 Oktober 2011
- Detail
SISTEM DETEKSI BAHAN PELEDAK DAN NARKOBA MENGGUNAKAN GENERATOR NEUTRON
-
- Paten
- Tersertifikasi
- - 14 Oktober 2011
- Detail
Alat Uji Keausan Bahan
invesi ini berkaitan dengan teknologi penujian suatu material, khususnya keausan material dalam temperatur yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi kerja material tersebut. Alat uji keausan terdiri dari suatu pin (3) yang didudukan pada suatu batang (5) yang telah di berikan pegas (6); suatu pemegang pemutar (1) yang dapat berotasi yang berfungsi untuk mencengkram benda uju (2); dan pemanas yang terdiri dari suatu plat pemanas (71) dan koil-koil pemanas (72). pin (3) ditempelkan dan di tekan ke benda uji (2) yang telh di cengkram pemegang pemutar (1) dengan gaya sebesar 10-50 N melalui pegas (6) kemudian di berikan putaran sebesar 60-240 rpm. dalam beberapa kasus, suatu material dapat berada dalam kondisi kerja dengan temperatur di luar kondisi kerja. ole karena itu di gunkan pemanas yang di tempelkan suatu plat pemanas (71) pada benda uji (2). setelah itu koil-koil pemanas (72) yang menempel pada plat pemanas (71) dihubungkan kesumber listrik.pengujian keausan dengan temperatur di luar kondisi ruang dapat di atur menggunakan pemanas tersebut.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 30 September 2011
- Detail
Helm Yang Dilengkapi Sarana Komunikasi Bagi Pengendara Sepeda Motor
-
- Paten
- Tersertifikasi
- - 08 September 2011
- Detail
Proses Perbanyakan Taraxacum officinale Secara InVitro yang Memiliki Aktivitas Antioksidan dan Bibit yang Dihasilkan Daripadanya
invensi ini mengungkapkan proses untuk meproleh bahan tanaman Taraxacum officinsle secara in vitro yang mempinyai aktivitas antioksidan serta bibit yang dihasilkan daripadanya. Proses yang di maksud yang mencangkup tahap-tahap: menyiapkan dan sterisai eksplan berupa biji, meniapkan kultur tunas untuk mendapatkan planlet, menyiapkan kultur untuk mendapatkan kalus, ekstraksi dan analisis kandungan antioksidan bahan tanaman hasil kultur jaringan. tujuan invensi ini adalah untuk mendapetkan bibit tanaman Taraxacum officinsle secara in vitro yang mempunyai aktivitas antioksidan. kultur tunas sebagai bahan perbanyakan diperoleh dengan cara memperbanyak tanaman yang telah berhasil di kecambahkan dari biji secara in vitro. kecambah selanjutnya di pindahkan pada media perbanyakan dengan komposisi media yang berbeda-beda, diman zat pengatur tumbuh yang digunakan adalah dari jenis BAP sebanyak 0,5-1,5 mg /L dan dari jenis NAA sebanyak 0,25-2,5 mg/L NAA.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 Agustus 2011
- Detail
Peralatan Pendeteksi Kandungan Nitrat di Dalam Tanah
invensi ini berhubungan dengan peralatan untuk mengukur kadar ion nitrat di dalam tanh untuk lahan-lahan pertanian. Perwujudan alat terdiri dari pirati pendeteksi (11) yang ditempatkan pada suatu probe (13) yang terhubung dengn suatu sistem instrumentasi pendukung (12). untuk mewujudkan kinerja sesuai dengn tujuan invensi ini, pada piranti pendeteksi (11) di tempatkan suatu sensor ion (111) yang memiliki lapisan membran sensitive ion nitrat berbahan polimer konduktif sensor dan suatu inlet saluran air (113) yang terdapat pada probe (13). selanjutnya sensor ion (111) yang di gunakan berupa sensor tiga elektroda di mana pada permukaan elektroda (21) di deposisi dalam suatu membran berbahan polimer konduktif berupa polipirol yang telah di sisipkan ion netrat (25). selain itu peralatan untuk mendeteksi kandungn unsur nitrat di dalm tanah menurut invensi ini piranti pendeteksinya di lengkapi dengn suatu bagian dudukan sensor yang memiliki lubang outlef (1121) yang terhubung dengan saluran niple (1122), penutup sensor (113) berbentuk krucut yang memiliki suatu ruang penampungan air (1131), libang input air (1132) untuk megalirkan air yang akan dideteksi kedalam ruang penampung air (1131) tersebut, lubang pembuangan (1133) dan suatu sekang untuk menhubungkan saluran niple (1122) dengan inlef saluran air (113).
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 Agustus 2011
- Detail