Pencarian Hak Kekayaan Intelektual

Paten
B-4207/III.10.1/HK.01/11/2022 Yth. :

GLASIR KERAMIK BERBAHAN ABU VULKANIK DAN PROSES PEMBUATANNYA

Invensi ini berhubungan dengan komposisi bahan glasir dan metode pembuatannya, khususnya komposisi dan pembuatan glasir berwarna hitam doff berbahan abu vulkanik untuk diterapkan pada bodi keramik jenis stoneware. Komposisi bahan sesuai invensi ini terdiri dari kombinasi abu vulkanik dengan air, sedangkan metode sesuai invensi ini meliputi langkah-langkah berikut: menimbang abu vulkanik, mencampurkan dengan air, menggiling abu vulkanik yang dicampur dengan air pada alat potmill yang berisi bola penggiling selama 4 jam, dengan perbandingan abu vulkanik : air : bola penggiling adalah 1:1:1, kemudian menyaring hasil penggilingan abu vulkanik dengan ayakan 200 mesh. Glasir diterapkan pada bodi keramik jenis stoneware yang sebelumnya telah dibakar pada suhu 800oC, dengan cara dikuas atau dicelup kemudian dikeringkan. Setelah proses pengeringan selesai dilakukan proses selanjutnya adalah pembakaran glasir pada suhu 1250oC.

  • Paten
  • Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
  • - 08 November 2022
  • Detail
Paten

ALAT PEMBUAT ES BALOK YANG TERINTEGRASI DENGAN PENGERING

Invensi ini berkaitan dengan suatu alat pembuat es balok lebih khususnya alat pembuat es balok yang terintegrasi dengan pengering dengan memanfaatkan udara panas yang dibuang oleh, dengan perwujudan terdiri dari kompresor yang akan menekan fluida kerja berupa refigrant 404A sampai menjadi uap jenuh tekanan tinggi dan temperatur tinggi, yang selanjutnya akan dialirkan masuk ke kondenser, dimana pada kondenser refigrant 404A akan dikondensasikan menjadi cairan tekanan tinggi temperatur tinggi untuk selanjutnya dilewatkan ke katup ekspansi agar tekannya diturunkan menjadi tekanan rendah dan temperatur rendah, refigrant 404A tekanan rendah dan temperatur rendah akan dialirkan ke evaporator yang terpasang pada tangki air garam untuk diuapkan dengan mengambil panas yang ada disekitar evaporator, sehingga air garam yang berada pada tangki air garam menjadi dingin berikut dengan air yang ada dalam cetakan es, sehingga lama kelamaan air dalam cetakan membeku menjadi es balok, sementara refigrant 404A akan berubah wujud menjadi uap junuh tekanan rendah, temperatur rendah yang akan dialirkan kembali masuk ke kompresor, invensi ini juga di cirikan dengan sistem pengering yang memanfaatkan udara panas dibuang oleh kondenser dialirkan melalui lorong saluran masuk menuju ke ruang pengering yang dilengkapi dengan beberapa rak pengering.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 08 November 2022
  • Detail
Paten
B-4056/III.1.4/HK.01/10/2022

ALAT PEREDAM GETARAN PADA MUATAN ROKET DENGAN KOMPONEN KARET DAN PIRINGAN

Setiap struktur rekayasa seperti halnya pada muatan roket, mempunyai massa dan elastisitas, maka struktur tersebut mempunyai potensi untuk menimbulkan getaran. Pada umumnya terjadinya getaran pada struktur rekayasa adalah tidak diinginkan, oleh karena itu sedapat mungkin getaran tersebut diusahakan untuk diredam. Proses peluncuran roket dan gangguan lain yang ditimbulkan akibat proses pembakaran pada roket dapat menyebabkan getaran dengan amplitudo yang besar yang mengakibatkan kerusakan pada struktur mutan roket dan alat elektronik yang ada pada muatan roket tidak dapat bekerja seperti yang diinginkan, berdasarkan pengalaman alat elektronik akan mengalami kerusakan jika percepatan pengganggu sebesar 10 g yang bekerja pada roket tidak direduksi, untuk itu dirancang suatu alat peredam getaran, peralatan terdiri dari piringan dan karet yang disusun sedemikian rupa sehingga efek getaran pada muatan roket dapat diredam.

  • Paten
  • Terdaftar
  • - 08 November 2022
  • Detail
Paten

METODE SINTESIS BIOFOAM DARI SELULOSA NANO FIBRIL DAUN NANAS DAN PRODUK YANG DIHASILKANNYA

Invensi ini berkaitan dengan metode sintesis biofoam dari selulosa nano fibril (CNF) daun nanas dan karakteristik produk biofoam yang dihasilkan, dengan metode sintesis yang digunakan adalah pickering emulsion. Pada metode tersebut, busa yang terbentuk akibat penambahan sodium dodecyl sulphate (SDS) akan distabilkan oleh partikel CNF melalui efek pickering. Selain itu, penambahan cationic polyacrylamide (CPAM) berfungsi untuk mengikat gelembung udara yang telah stabil sehingga gelembung tersebut akan terperangkap dalam matrix (pulp daun nanas). Melalui proses pengeringan, gelembung udara dalam matrix akan membentuk rongga sehingga diperoleh biofoam. Biofoam yang disintesis dari CNF daun nanas memiliki daya serap air 170,601-188,863%; sudut kontak 92,163-105,749 derajat; densitas 0,080-0,096 gr/cm3; biodegradable 21,907-35,363% dalam waktu 20 hari; porositas 93,581-94,651%; kuat tekan 4,479-6,135 MPa, dan kuat tarik 0,205-0,412 MPa. Kebaruan pada invensi ini terletak pada 1) jenis biomassa yang digunakan sebagai sumber nanoselulosa, yaitu daun nanas, 2) jenis CNF yang digunakan pada pembuatan biofoam, yaitu CNF non-ionik, 3) karakteristik biofoam yang dihasilkan, yaitu memiliki kekuatan mekanik yang tinggi sehingga dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi, seperti kemasan pangan yang tidak berkuah, pelindung elektronik, insulator, dan lain-lain.

  • Paten
  • Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
  • - 08 November 2022
  • Detail
Paten

METODE DAN KOMPOSISI PEMBUATAN BIOKOMPOSIT BERBAHAN HIGH DENSITY POLY ETHYLENE, RUMPUT LAUT MERAH DAN SERBUK SABUT KELAPA UNTUK BAHAN KEMASAN KAKU (RIGID)

Invensi ini berhubungan dengan suatu komposisi dan proses pembuatan biokomposit berbahan dasar High Density Poly Ethyelene (HDPE) dan rumput laut merah dengan penambahan serbuk sabut kelapa untuk bahan kemasan kaku (rigid). Tahapan proses meliputi pencampuran HDPE dan serbuk karaginan atau serbuk residu Agar dengan perbandingan (5:1), serta penambahan serbuk sabut kelapa dengan konsentrasi 1-10% (b/b), dalam suatu alat pencampur (rheomixer). Proses pencampuran dengan metode melt-mixing pada Rheomix pada suhu 135-145°C, pada kecepatan rotor 60-80 rpm, selama 5-10 menit. Bongkahan biokomposit hasil pencampuran dalam rheomix dicetak menggunakan teknik injeksi pada suhu silinder 150-160 °C, suhu cetakan 35-40°C dengan tekanan 700-800 bar, selama 20-25 detik dan terbentuk suatu biokomposit. Berdasarkan invensi ini, diperoleh biokomposit dengan karakteristik kuat tarik berkisar 20,51-22,29 MPa, modulus elastisitas berkisar 0,78-1,12 GPa, suhu pelelehan berkisar 127,9⁰C-130,4⁰C dan indeks kristalinitas berkisar 42,53-52,66%.

  • Paten
  • Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
  • - 08 November 2022
  • Detail
Desain Industri

ALAT UJI AGING ELASTOMER DALAM MEDIA CAIR

Alat uji aging elastomer dalam cairan seperti air tawar, air laut, minyak dan cairan kimia. Alat ini dilengkapi dengan sensor untuk otomatisasi pengaturan nilai suhu, volume cairan dan pengukuran konduktivitas cairan. Seluruh pengukuran dilakukan secara in situ yang ditampilkan pada monitor layar sentuh. Jumlah spesimen uji dalam satu kali perendaman sampai dengan 100 sampel uji.

  • Desain Industri
  • Tersertifikasi
  • - 08 November 2022
  • Detail
Paten

PROSES PRODUKSI SENYAWA (+)-EPOKSIDON, (-)-PILLOSTINE, DAN GENTISIL ALKOHOL DARI JAMUR Phomopsis sp. TcBtBo-6 SEBAGAI BAHAN OBAT ANTIBAKTERI, ANTIMIKOBAKTERIA, ANTICANDIDA DAN ANTIOKSIDAN

Invensi ini berkaitan dengan proses produksi mencakup kultivasi, ekstraksi, isolasi, dan identifikasi senyawa (+)-epoksidon, (-)-pillostine dan gentisil alkohol dari jamur Phomopsis sp. TcBtBo-6 sebagai antibakteri, antimikobakteria, anticandida, dan antioksidan. Sejauh ini, belum terdapat informasi terkait isolasi metabolit sekunder, struktur kimia, dan kapasitas bioproduksi (+)-epoksidon, (-)-pillostine dan gentisil alkohol dari Phomopsis sp. TcBt1Bo-6. Hasil pengujian menunjukkan (+)-epoksidon bersifat antibakteri E. coli, antimikobakteri M. smegmatis, dan anticandida C. albicans dengan kategori moderat (nilai MIC 25-50P µg/mL), senyawa(-)-phillostine bersifat antibakteri E. coli, dengan kategori moderat (nilai MIC 12,5P µg/mL), senyawa gentisil alkohol bersifat antimikobakteri M. smegmatis, antibakteri S.aureus, dan anticandida C. albicans dengan kategori moderat (nilai MIC 25P-50 µg/mL)dan bersifat antioksidan sangat kuat menangkap radikal bebas DPPH dengan IC50 sebesar 4,15 µg/mL (AAI 7,43). Hasil kapasitas produksi (+)-epoksidon sebesar 189,430 mg/L yang lebih baik dari Phoma herbarum. Senyawa minor dihasilkan dengan kapasitas produksinya lebih rendah dari jamur Penicillium sp. dan Diaporthe sp. E., namun jamur Phomopsis sp. TcBt1Bo-6 dapat dijadikan alternatif sumber metabolit bioaktif diatas.

  • Paten
  • Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
  • - 07 November 2022
  • Detail
Paten

METODE PENGUKURAN SENYAWA TRIHALOMETAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS DENGAN DETEKTOR PENANGKAP ELEKTRON (GC-ECD)

Invensi ini berkaitan dengan suatu metode pengukuran senyawa Trihalometans secara kromatografi gas yang dilengkapi dengan detektor penangkap elektron menggunakan kolom HP-5 dengan dimensi 30 m x 0,32 mm i.d, 0,25 µm; dengan perwujudannya kondisi pengukuran sebagai berikut : menggunakan tert-Butil Metil Eter (MTBE) sebagai pelarut; nitrogen sebagai gas pembawa dan pendorong dengan laju alir 30 mL/menit; suhu injektor 250 0C; suhu detektor 300 0C; elusi dilakukan dengan suhu kolom terprogram 700C ditahan 1 menit lalu dinaikkan sampai 160 0C dengan kenaikan suhu 10 0C/menit, ditahan 1 menit lalu dinaikkan sampai 260 0C dengan kenaikan suhu 10 0C/menit; mode tidak terbagi; laju alir gas 2,99 mL/menit; tekanan 13,259 psi; total laju alir 16 mL/menit; laju alir pembersihan septum 3 mL/menit; laju alir pembersihan 10 mL/menit; memiliki kurva kalibrasi yang memberikan hasil yang linier dalam rentang konsentrasi 0,12 – 2,40 ng/mL. Persamaan regresi kurva kalibrasi untuk senyawa triklorometan (TCM) adalah y = 1920,3x -241,45 dengan koefisien korelasi lebih dari 0,999; senyawa bromodiklorometan (BDCM) adalah y = 3707,5x – 603,02 dengan koefisien korelasi lebih dari 0,999; senyawa klordibromometan (CDBM) adalah y = 3198,3x – 279,24 dengan koefisien korelasi lebih dari 0,999; dan senyawa tribromometan (TBM) adalah y = 67,259x + 7,2948 dengan koefisien korelasi 0,998.

  • Paten
  • Pemeriksaan Substantif Tahap I
  • - 06 November 2022
  • Detail
Paten

METODE PEMBUATAN MIKROPARTIKEL HIGROSKOPIS BAHAN SEMAI AWAN

Invensi ini mengenai metode pembuatan mikropartikel higroskopis bahan semai awan, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan metode pembuatan yang digunakan untuk menghasilkan bahan semai awan berupa serbuk higroskopis yang terbuat dari campuran 10:1 garam NaCl krosok dengan material anti kempal yang berbasis senyawa metal oksida, yang memiliki diameter partikel 2-6 µm, yang digunakan sebagai bahan semai awan pada suatu kegiatan penyemaian awan sebagai bentuk teknologi modifikasi cuaca (TMC). Metode pembuatan ini terdiri dari: langkah pemanasan garam NaCl krosok dengan oven temperatur rendah sebelum pembuatan, lalu pencampuran garam NaCl krosok dengan material anti kempal yang berbasis senyawa metal oksida melalui mesin mixer, yang kemudian dilanjutkan dengan proses penggilingan material hasil pencampuran pertama dengan mesin cross-beater mill. Selanjutnya pada material yang dihasilkan, dilakukan langkah pencampuran ulang dan kemudian 2 kali penggilingan berturut-turut dengan mesin mixer dan cross-beater mill. Hasil pencampuran dan penggilingan ulang kemudian dipanaskan kembali dengan oven temperatur rendah, untuk kemudian digiling sebanyak 2 kali dengan menggunakan mesin jet mill. Bahan semai yang dihasilkan dari metode ini diketahui 90% atau D90 partikelnya memiliki diameter 2-6 µm atau < 7 µm, dimana berat bahan semai tersebut yang didapatkan adalah 10 kg.

  • Paten
  • Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
  • - 05 November 2022
  • Detail
Paten
B-4198/III.5.5/HK.06/11/2022

PRIMER SPESIFIK UNTUK KUANTIFIKASI EKSPRESI GEN HEMOGLOBIN SUBUNIT ALPHA 1 (HBA1) PADA JARINGAN HATI DAN OTAK AYAM CEMANI

Invensi ini bertujuan untuk menghasilkan primer spesifik yang dapat digunakan untuk kuantifikasi ekspresi gen haemoglobin subunit alpha 1 (HBA1) pada jaringan hati dan otak ayam cemani. Invensi ini diperoleh melalui beberapa tahap, yaitu koleksi jaringan hati dan otak, isolasi mRNA, sintesis cDNA, perancangan primer gen HBA1 dan β-actin (kontrol internal), dan kuantifikasi ekspresi gen menggunakan real-time PCR. Primer spesifik gen HBA1 yang digunakan memiliki runutan basa nukleotida, yaitu, F: 5’-AAACTCCTGGGCCAATGCTT-3’ dan R: 5’ TAACGGTACTTGGCGGTCAG-3’. Sedangkan primer gen β-actin yang digunakan yaitu, F: 5’- CCTGGCACCTAGCACAATGA-3’ dan R: 5’- TGGGTGTTGGTAACAGTCCG-3’. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua set primer tersebut dapat digunakan dengan baik untuk mengukur kuantifikasi ekspresi gen HBA1 pada jaringan hati dan otak pada ayam cemani. Sebagai pembanding, primer tersebut juga dicobakan pada jaringan hati dan otak ayam IPB-D3. Hasil kuantifikasi relatif gen HBA1 pada hati lebih tinggi daripada otak baik pada ayam cemani maupun ayam IPB-D3.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 04 November 2022
  • Detail