Pencarian Hak Kekayaan Intelektual

Paten

Tungku Busur Listrik Tiga Fasa

Invensi ini berkaitan dengan suatu tungku busur listrik (electric arc furnace) tiga fasa yang memiliki tiga elektroda, dimana tungku tersebut memiliki bentuk penampang lingkaran dan tungku tersebut dilengkapi oleh unit penggerak dan penahan elektroda (electric holder) sedemikian hingga dapat mencegah terjadinya pembekuan logam cair di dalam tungku pada saat proses penuangan logam cair. Uji coba electric arc furnace 3 fasa telah dilakukan untuk proses reduksi bijih mengan dengan rasio Mn/Fe kurang dari 5 menjadi produk ferromangan dengan kandungan Mn lebih dari 70%.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 23 Desember 2014
  • Detail
Paten

Ekstensometer Serat Optik Dengan Konfigurasi Lengkung Hati

Invensi ini berkaitan dengan ekstensometer berbasis serat optik yang dapat mengukur pergeseran fisis yang bersifat statis dan dinamis. Ekstensometer menurut invensi ini terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu: suatu rumahan (1); serat optik (2); silinder penggerak (3); sumber laser (6); pendeteksi cahaya (7); dan pasak (5). Serat optik (2) dimasukkan ke dalam rumahan (1) melalui lubang input (11). Kemudian serat optik (2) dibentuk seperti lup dan diletakkan pada ruang atas (A) rumahan (1). Serat optik (2) selanjutnya keluar melalui lubang output (12) untuk dihubungkan dengan pendeteksi cahaya (7). Pada suatu titik lup (C) serat optik (2) yang berada di dalam rumahan (1), ditautkan suatu pengait (31), dimana pengait (31) tersebut dipasang pada silinder penggerak (3). Apabila terjadi pergeseran, maka silinder penggerak (3) akan bergerak translasi sesuai dengan alur (Ac) sehingga pengait (31) akan menarik serat optik (2) sesuai alur tersebut. Akibatnya akan terbentuk tiga buah lengkungan dengan jari-jari r1, r2, dan r3 menyerupai bentuk lengkung hati. Perubahan inilah yang kemudian dideteksi oleh pendeteksi cahaya (7) untuk kemudian diubah menjadi besaran tegangan dan diolah oleh suatu komputer dan data yang dihasilkan ditampilkan berupa tabel dan grafik.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 23 Desember 2014
  • Detail
Paten

Penggunaan Butyrolactones dari Kapang Aspergillus Terreus Sebagai Antivirus Hepatitis C

Invensi ini berkaitan dengan pengguaan senyawa butyrolactones sebagai antiviral virus Hepatitis C dari kapang Aspergillus terreus. Tahap-tahap dalam invensi ini yaitu fermentasi media cair dengan media CzY, selama 15 hari pada kondisi diam pada suhu kamar, pemurnian dan uji bioassay. Hasil pengujian menunjukkan senyawa butyrolactones I mempunyai aktivitas antiviral HCV dengan nilai IC50 8,6 ug/ml, sedangkan butyrolactone II dan aspernolides menunjukkan avtivitas lemah dengan nilai IC50 19,4 dan 29,8 ug/ml. Butyrolactone I dapat menekan HCV (JFHI-genotype 2a strain) RNA replikasi yang tergantung pada dosis. Semua senyawa ini tidak menunjukkan toksisitas pada sel normal (CC50:>40 ug/ml).

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 23 Desember 2014
  • Detail
Paten

Regulator Tabung LPG

Invensi ini berhubungan dengan alat pengaman kebakaran tabung LPG yang bisa bekerja secara otomatis menutup aliran gas pada regulator yang terpasang pada bagian atas tabung LPG, sehingga dapat mencegah terjadinya ledakan pada tabung LPG yang mengalami kebocoran gas akibat menipisnya cincin karet penyekat (ring seal) pada bagian yang menghubungkan regulator LPG dengan alat pengaman otomatis yang mengguakan logam bi-metal strip sebagai sensor panas akibat terbakarnya regulator yang kemudian dapat memuai dan menggerakan bola logam sebagai pemicu pegas helikal sehingga akan memutar knop pada alat pengaman sehingga posisi regulator LPG dalam posisi terbuka dan aliran gas menjadi terhenti.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 23 Desember 2014
  • Detail
Paten

PENGGUNAAN VATICANOL B DARI KAYU KAPUR (Dryobalanops Aromatica) SEBAGAI ANTIVIRAL HEPATITIS C

Invensi ini berkaitan dengan penggunaan senyawa vaticanol B yang diperoleh dari tanaman kayu kapur (Dryobalanops aromatica) sebagai antiviral hepatitis C virus. Tahap – tahap dalam invensi ini yaitu maserasi; partisi menggunakan beberapa macam pelarut seperti n-heksan, etil asetat, butanol, dan air; pemurnian;u ji sitotoksisitas; uji aktivitas antiviral hepatitis C;; dan isolasi dan identifikasi senyawa. Hasil pengujian pada invensi ini menunjukkan bahwa senyawa vaticanol B memiliki aktivitas antiviral hepatitis C dengan nilai IC50 sebesar 1,8 µg/ml, dan memiliki sitotoksisitas rendah dengan nilai C50 sebesar lebih dari 160 µg/ml.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 23 Desember 2014
  • Detail
Paten

Penggunaan Senyawa Apigenin dan 6-Prenil Apigenin dari Daun Benda (Artocapus Elasticus) Sebagai Antikanker Payudara

Invensi ini berkaitan dengan penggunaan senyawa apigenin dan 6-prenil apigenin yang diperoleh dari daun benda (Artocarpus elasticus) sebagai antikanker payudara. Tahap-tahap dalam invensi ini yaitu maserasi; partisi menggunakan beberapa macam pelarut seperti n-heksana, etil asetat, butanol dan air; pemurnian; identifikasi menggunakan spektroskopi NMR; dan bioassay. Hasil pengujian pada invensi ini menunjukan bahwa senyawa apigenin dan 6-prenil apigenin memiliki aktifitas anti kanker terhadap sel kanker payudara MNF-7 dengan IC50 masing-masing sebesar 40,36 dan 19,75 ?g/mL.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 28 November 2014
  • Detail
Paten

Metoda Isolasi Spora Mikrofungi

Invensi ini berhubungan dengan suatu metode isolasi dan perbanyakan spora mikrofungsi dengan menggunkan air pada tahap awal proses isolasi. Tahap dari isolasi spora meliputi mengkoleksi daun dengan spot fungsi dari tanaman di lapangan, menyiram daun dengan air mengalir sampai seluruh bagian daun basah, dan memasukkan daun dengan spot fungsi ke dalam wadah tertutup selama 2-6 jam tergantung pada jenis fungsi. Spore mass yang muncul di atas ostiol kemudian diisolasi dan ditumbuhkan pada media PDA atau MEA pada lima target daerah isolasi yang telah ditandai pada cawan petri selama 2-7 hari. Konoli spora ditumbuhkan kembali pada media lain untuk menjaga kemurniannya.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 28 November 2014
  • Detail
Paten

Pembuatan Papan Partikel Pelepah Sawit Dengan Perekat Alami

Invensi ini berkaitan dengan suatu papan partikel yang terbuat dari pelepah sawit dengan perekat alami yaitu asam sitrat dan sukrosa merupakan bahan-bahan yang sudah biasa dipakai pada industri makanan. Bahan-bahan perekat ini tidak beracun dan bebas dari formaldehida. Proses yang digunakan pada invensi ini dicirikan dengan proses penyemprotan perekat alami dan dilanjutkan dengan proses pengeringan selama 15 jam pada suhu 80? dan selanjutnya dilakukan proses pengepresan panas.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 28 November 2014
  • Detail
Paten

Tungku Pengarangan Material Biomassa

Suatu tungku pengarangan untuk mengarangkan material biomassa meliputi rangka kaki, rangka tungku, mekanisme pengunci, dinding penutup, ruang bakar utama, selubung silinder penahan panas, pemegang elemen pemanas, bahan pengisi ruang penahan panas, panel pengontrol kelistrikan, elemen pemanas, sensor suhu, wadah bahan baku, saluran gas inert, saluran asap pengarangan, kondenser, pengumpul cairan tar. Tungku pengaranganuntuk mengarangkan material biomassa ini memiliki pemutar tungku mekanime untuk mempermudah proses pemasukan dan pengeluaran wadah bahan baku dilakukan dengan memposisikan tungku keposisi horizontal dan posisi vertikal. Dengan suhu proses pengarangan sampai 1000?, pengontrol uap air atau gas inerf proses pengarangan, tungku pengarangan ini dapat menghasilkan arang aktif dengan sifat porositas dan konduktifitas listrik yang lebih baik dan meningkat serta dapat mengumpulkan cairan tar sebgai produk samping proses pengarangan.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 28 November 2014
  • Detail
Paten

Metode Pembuatan Starter Monascus Purpureus Untuk Menghasilkan Produk Fermentasi Tanpa Sitrinin / Starter Monascus Purpureus Untuk Menghasilkan Produk Fermentasi Tanpa Sitrinin

Invensi ini berkaitan dengan suatu starter Monascus purpureus untuk menghasilkan produk fermentasi/beras fermentasi tanpa sitrinin atau relatif rendah yaitu kurang dari 0,3 µg/g. Starter Monascus purpureus tersebut terdiri atas membuat sediaan jamur starter dengan cara menumbuhkan Monascus purpureus galur Serasi; membuat sediaan inokulum jamur Monascus purpureus galur Serasi; membuat sediaan medium dengan bahan baku beras; menanam inokulum jamur Monascus purpureus pada medium beras dan memanen biakan jamur Monascus purpureus yang ditanam pada medium beras; mengeringkan biakan jamur Monascus purpureus yang ditanam pada medium beras; melakukan sortifikasi granul biakan jamur Monascus purpureus yang ditanam pada medium beras; membuat bubuk jamur dari hasil sortir granul biakan jamur Monascus purpureus yang ditanam pada medium beras; melakukan analisis kandungan spora dari bubuk jamur pengepakan bubuk jamur hasil sortir granul biakan jamur Monascus purpureus yang ditanam pada medium beras; melakukan klasifikasi produk starter yang berupa bubuk hasil sortir granul biakan jamur Monascus purpureus yang ditanam pada medium beras berdasarkan kandungan spora; melakukan pengepakan berdasarkan hasil klasifikasi produk starter.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 28 November 2014
  • Detail