Pencarian Hak Kekayaan Intelektual
Regulator Tabung LPG
Invensi ini berhubungan dengan alat pengaman kebakaran tabung LPG yang bisa bekerja secara otomatis menutup aliran gas pada regulator yang terpasang pada bagian atas tabung LPG, sehingga dapat mencegah terjadinya ledakan pada tabung LPG yang mengalami kebocoran gas akibat menipisnya cincin karet penyekat (ring seal) pada bagian yang menghubungkan regulator LPG dengan alat pengaman otomatis yang mengguakan logam bi-metal strip sebagai sensor panas akibat terbakarnya regulator yang kemudian dapat memuai dan menggerakan bola logam sebagai pemicu pegas helikal sehingga akan memutar knop pada alat pengaman sehingga posisi regulator LPG dalam posisi terbuka dan aliran gas menjadi terhenti.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 23 Desember 2014
- Detail
PENGGUNAAN VATICANOL B DARI KAYU KAPUR (Dryobalanops Aromatica) SEBAGAI ANTIVIRAL HEPATITIS C
Invensi ini berkaitan dengan penggunaan senyawa vaticanol B yang diperoleh dari tanaman kayu kapur (Dryobalanops aromatica) sebagai antiviral hepatitis C virus. Tahap – tahap dalam invensi ini yaitu maserasi; partisi menggunakan beberapa macam pelarut seperti n-heksan, etil asetat, butanol, dan air; pemurnian;u ji sitotoksisitas; uji aktivitas antiviral hepatitis C;; dan isolasi dan identifikasi senyawa. Hasil pengujian pada invensi ini menunjukkan bahwa senyawa vaticanol B memiliki aktivitas antiviral hepatitis C dengan nilai IC50 sebesar 1,8 µg/ml, dan memiliki sitotoksisitas rendah dengan nilai C50 sebesar lebih dari 160 µg/ml.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 23 Desember 2014
- Detail
Penggunaan Butyrolactones dari Kapang Aspergillus Terreus Sebagai Antivirus Hepatitis C
Invensi ini berkaitan dengan pengguaan senyawa butyrolactones sebagai antiviral virus Hepatitis C dari kapang Aspergillus terreus. Tahap-tahap dalam invensi ini yaitu fermentasi media cair dengan media CzY, selama 15 hari pada kondisi diam pada suhu kamar, pemurnian dan uji bioassay. Hasil pengujian menunjukkan senyawa butyrolactones I mempunyai aktivitas antiviral HCV dengan nilai IC50 8,6 ug/ml, sedangkan butyrolactone II dan aspernolides menunjukkan avtivitas lemah dengan nilai IC50 19,4 dan 29,8 ug/ml. Butyrolactone I dapat menekan HCV (JFHI-genotype 2a strain) RNA replikasi yang tergantung pada dosis. Semua senyawa ini tidak menunjukkan toksisitas pada sel normal (CC50:>40 ug/ml).
- Paten
- Tersertifikasi
- - 23 Desember 2014
- Detail
Metode Untuk Identifikasi Pembicara dengan Menggunakan Voting Feature Intervals 5 (VFI5)
Invensi ini berkaitan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligance) berbasis suara. Secara khusus invensi ini mengenai metode yang digunakan untuk mengidentifikasi seseorang berdasarkan suaranya dengan mengucapkan kata tertentu yang telah di tentukan (text dependent). Invensi ini menggunakan algoritme VFI5 yang memiliki akurasi tinggi dalam mengklasifikasikan data berbasis teks dan citra. Berdasarkan hal tersebut dikembangkan metode identifikasi pembicara menggunakan algoritme VFI5 dengan Mel Frequency Cepstrum Coefficients (MFCC) sebagai pengekstraksi ciri suara. Invensi ini juga dapat digunakan pada suara ber-noise yang cukup tinggi.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 28 November 2014
- Detail
Proses Pembuatan Material Bangunan Berbahan Dasar Abu Terbang dan Kompositnya
Invensi ini berkenaan dengan metode pembuatan material bangunan berbahan dasar abu terbang (fly ash) dan produk yang dihasilkannya, khususnya dengan cara menambahkan padanya suatu alkali (soda) sebagai bahan pereaksi awal pada reaksi kimia pembentukan gelembung udara sehingga material yang dihasilkan memiliki tingkat berat jenis (density) sebesar 0.6-0.8 g/cm3, dengan tahapan proses meliputi; mencampurkan abu terbang, semen dan serbuk alumunium; menambahkan air dan mengaduknya; menambahkan alkali (soda) dan mengaduknya; mencetak material bangunan. Proses pembuatannya menggunakan komposisi abu terbang sebanyak 26-44%; semen 10-19% berat; serbuk alumunium sebanyak 0.09% - 0.13% berat; larutan alkali (soda) 0.003-1.53% berat, lebih disukai NaOH atau Na2O.H2O; dan air sebanyak 22-36% berat.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 28 November 2014
- Detail
Produk Pasta Berupa Spaghetti Berbahan Dasar Tepung Jagung Dengan Teknologi Ekstrusi
Invensi ini mengungkapkan proses pembuatan produk pasta berupa spaghetti berbahan dasar tepung jagung dengan teknologi ekstruksi yang meliputi tahapan sebagai berikut : menimbang tepung jagung, tepung singkong atau tepung lainnya yang terdiri dari tepung mocaf atau tepung sagu atau tepung beras, air, dan garam: mencampurkan tepung jagung dan tepung singkong atau tepung lainnya yang terdiri dari tepung mocaf atau tepung sagu atau tepung beras dengan larutan garam; mengukus adonan; mencetak adonan menggunakan alat ekstrunder sehingga dihasilkan untaian spaghentti; memotong untaian spaghetti; mengangin-anginkan atau tempering; mengeringkan produk; dan mengemas produk spaghetti.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 28 November 2014
- Detail
Sediaan Pelepasan Terkontrol Mengandung Bahan Pengikat Karboksimetil Kitosan
Invensi ini bertujuan untuk mendapatkan sediaan pelepasan terkontrol, mengandung sedikitnya satu bahan aktif, matriks, dan karboksimetil kitosan sebagai bahan pengikat matriks. Matriks tersebut terdiri atas kombinasi polimer polisakarida hidrofilik dan sejenis gula atau turunan gula. Kombinasi polimer polisakarida hidrofilik berupa selulosa, dan polisakarida gumberbobot molekul tinggi, lebih disukai ksantan gum. Sejenis gula atau turunan gula dapat berupa disakarida atau oligosakarida, lebih disukai laktosa. Ketiga bahan tersebut diformulasikan sedemikian rupa sehingga dapat melepaskan zat aktifnya secara pelahan-lahan dan pada pemakaian tunggal senantiasa menyediakan dosis efektif terapeutik dalam darah dengan jangka waktu terapi yang lebih lama.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 28 November 2014
- Detail
Pembuatan Papan Partikel Pelepah Sawit Dengan Perekat Alami
Invensi ini berkaitan dengan suatu papan partikel yang terbuat dari pelepah sawit dengan perekat alami yaitu asam sitrat dan sukrosa merupakan bahan-bahan yang sudah biasa dipakai pada industri makanan. Bahan-bahan perekat ini tidak beracun dan bebas dari formaldehida. Proses yang digunakan pada invensi ini dicirikan dengan proses penyemprotan perekat alami dan dilanjutkan dengan proses pengeringan selama 15 jam pada suhu 80? dan selanjutnya dilakukan proses pengepresan panas.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 28 November 2014
- Detail
Metoda Isolasi Spora Mikrofungi
Invensi ini berhubungan dengan suatu metode isolasi dan perbanyakan spora mikrofungsi dengan menggunkan air pada tahap awal proses isolasi. Tahap dari isolasi spora meliputi mengkoleksi daun dengan spot fungsi dari tanaman di lapangan, menyiram daun dengan air mengalir sampai seluruh bagian daun basah, dan memasukkan daun dengan spot fungsi ke dalam wadah tertutup selama 2-6 jam tergantung pada jenis fungsi. Spore mass yang muncul di atas ostiol kemudian diisolasi dan ditumbuhkan pada media PDA atau MEA pada lima target daerah isolasi yang telah ditandai pada cawan petri selama 2-7 hari. Konoli spora ditumbuhkan kembali pada media lain untuk menjaga kemurniannya.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 28 November 2014
- Detail
PRODUK MIE KERING DAN SNACK MIE SERTA PROSES PEMBUATANNYA
Invensi menyediakan suatu komposisi adonan mie yang terdiri dari : tepung jagung yang memiliki ukuran partikel 40-100 mesh sebanyak 42-64%; tepung non terigu yang mengandung pati sebanyak 7-34%; air sebanyak 23-28%; dan garam sebanyak 0,70-1%. Invensi juga mengenai suatu proses pembuatan produk mie tahapan sebagai berikut: a) menimbang tepung jagung dan tepung non terigu, air dan garam; b) melarutkan garam kedalam air; c) mencampur 65-75% dari total yang meliputi tepung jagung dan tepung non terigu dengan larutan garam menggunakan alat mixer; d) mengukus adonan hasil (c) dengan alat pengukus berisi air mendidih selama 15 30-60 menit; e) mencampurkan adonan yang dikukus dengan sisa adonan 25-35% yang tidak dikukus dengan alat mixer sampai tercampur rata; f) memasukkan semua adonan dalam alat pemadat adonan tipe ulir sebanyak 2 kali; g) membentuk lembaran dengan menggunakan alat roll press secara berulang-ulang sebanyak 5-10 kali perulangan dengan pengaturan jarak roll press secara bertahap sesuai dengan produk yang diinginkan; h) memotong dan mencetak untaian mie mentah, melanjutkan proses berbeda sehingga dihasilkan produk mie kering atau snack mie.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 28 November 2014
- Detail