Pencarian Hak Kekayaan Intelektual

Paten

METODE PEMBUATAN SERBUK KOLAGEN DARI MEMBRAN KERABANG TELUR AYAM KAMPUNG

Invensi ini berkenaan dengan metode untuk menghasilkan serbuk kolagen dari membran kerabang telur ayam kampung dengan menghasilkan rendemen yang optimal. Aspek pertama dari invensi ini adalah metode ekstraksi kolagen dari membran kerabang telur ayam kampung yang dimulai dari memisahkan dan memotong membran kerabang telur ayam kampung, melarutkan membran dengan NaOH 0,1 M; menetralkan membran dengan air mengalir; mengekstrak membran dengan asam asetat; menyaring ekstrak membran dan dipresipitasi dengan NaCl 3,0 M; mensentrifuge ekstrak kolagen; melarutkan padatan hasil sentrifuge dengan asam asetat 0,5 M dan didialisis dalam asam asetat 0,1 M; mengeringkan larutan dengan freeze dryer selama 24 jam; dan mendapatkan serbuk kolagen membran kerabang telur ayam kampung. Serbuk kolagen ini memiliki nilai rendemen sebnayak 13,8% dan nilai uji koordinat warna L*: 95,75; a*:0,085; b*: 1,74, nilai kekentalan serbuk kolagen pada suhu 10ᴼC: 47,056 mPa.s; 15ᴼC: 42,044 mPa.s; 20ᴼC: 40,615 mPa.s; 25ᴼC: 38,278 mPa.s; 30ᴼC: 35,978 mPa.s; 35ᴼC: 31,445 mPa.s; 40ᴼC: 15,379 mPa.s; 45ᴼC: 0,851 mPa.s; 50ᴼC: 0,435 mPa.s dan nilai protein 25,1%.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 31 Agustus 2022
  • Detail
Paten
B-2785/III.10.3/HK.01/8/2022

PROSES PEROLEHAN KEMBALI LOGAM-LOGAM BERHARGA DARI BATERAI BEKAS DENGAN PELINDIAN MENGGUNAKAN ASAM ORGANIK DAN REDUKTOR

Invensi ini berkaitan dengan metode untuk proses perolehan kembali (recovery) logam berharga dari baterai bekas, menggunakan reagen asam organik. Tujuan invensi ini adalah untuk mengatasi kelemahan invensi-invensi sebelumnya, dimana tujuan khususnya adalah menyediakan suatu proses perolehan kembali logam berharga dari baterai bekas yang tidak dapat dilakukan oleh teknik pirometalurgi-hidrometalurgi konvensional ini. Proses diawali dengan direndam, disaring, dipisah, dipotong, dilindi alkali, dan disaring. Konsentrat hasil pelindian dikalsinasi, dihaluskan, kemudian dimasukan kedalam reaktor yang berisi air yang selanjutnya diaduk, dipanaskan lalu dilindi dengan ditambahkan reagen pelindi asam organik dan reduktor. Hasil pelindian di saring hingga mendapatkan larutan kaya logam berharga dan residu. Larutan kaya logam berharga dianalisis menggunakan Induced Couple Plasma – Optical Emission Spectrometer (ICP-OES) hingga mengadapatkan persen ekstraksi emas diatas 98%. Teknologi ini mempunyai keuntungan yaitu ramah lingkungan, mengekstraksi logam berharga, konsumsi energi yang rendah, biaya rendah, manfaat ekonomi tinggi, manfaat sosial tinggi, dan manfaat lingkungan tinggi.

  • Paten
  • Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
  • - 31 Agustus 2022
  • Detail
Paten

BETON PENYIMPAN ENERGI TERMAL BERBASIS PHASE CHANGE MATERIAL (PCM) DAN PROSES PEMBUATANNYA

Invensi ini mengenai beton penyimpan energi termal berbasis Phase change material (PCM) dan proses pembuatannya. PCM dibuat dengan perbandingan massa 50% parafin dan 50% magnetit. Lebih khusus lagi PCM tersebut dienkapsulasi dalam tube tembaga yang ditanam dalam beton sehingga memiliki kemampuan menyimpan dan melepaskan energi termal. Invensi ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan penggunaan energi yang berlebihan pada kontruksi beton pada bangunan. Proses pembuatan beton penyimpan energi termal berbasis phase change material (PCM) dilakukan dengan tahapan pencampuran parafin dan magnetit sehingga dihasilkan PCM (parafin-magnetit), kemudian tahapan membuat dan mencetak beton yang didalamnya ditambahkan tube tembaga yang merupakan media enkapsulasi, tahap akhir yaitu melakukan enkapsulasi. Beton penyimpan energi termal berbasis phase change material (PCM) yang dihasilkan memiliki distribusi temperatur pada suhu 80 oC menghasilkan temperatur pada beton berkisar 27-76 oC, nilai energi pembakaran/satuan massa 7100-7300 J/g, Hasil karakterisasi DSC didapatkan nilai entalpi H sebesar 52-56 J/g dan terjadi proses endotermik serta ekstormik sehingga berfungsi sebagai penyimpanan energi termal.

  • Paten
  • Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
  • - 30 Agustus 2022
  • Detail
Paten

METODE SINTESIS NANOLIGNIN ALKALI DARI DAUN TEBU DAN PRODUK YANG DIHASILKANNYA

Invensi ini mengungkap mengenai metode sintesis nanolignin dari daun tebu dengan menggunakan campuran pelarut Tetrahidrofuran (THF) dan etanol. Metode invensi pada ini lebih sederhana, terjangkau, dan ramah lingkungan, yaitu terdiri dari menyiapkan serbuk lignin daun tebu, menyiapkan pelarut, mencampur, mengaduk, mendialisis, dan mengeringkan hingga mendapatkan nanolignin berbentuk serbuk kering. Produk nanolignin dari daun tebu hasil invensi ini dicirikan dengan kadar air antara 2,94-22,00% dan nilai rendemen hasil antara 51,24-67,86%. Nanolignin hasil invensi ini menunjukkan diameter partikel antara 126-169 nm dengan bentuk bulat seperti bola dan stabil terdispersi dalam aquades hingga 20 hari. serta menghasilkan nanolignin dengan luas permukaan yang lebih besar.

  • Paten
  • Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
  • - 30 Agustus 2022
  • Detail
Hak Cipta
B-2747/III.3.3/HK.01/8/2022

Perangkat Lunak Robot Loading Unloading Benda Kerja

Robot Loading dan Unloading Benda Kerja merupakan robot yang digunakan untuk membantu meningkatkan kecepatan dan ketepatan pada proses pemindahan (transfer) benda kerja berupa intra ocular lens. Jumlah derajat kebebasan Robot Loading Unloading ini adalah tiga (tiga translasi), dapat memindahkan benda kerja dari suatu titik ke titik tertentu dengan orientasi sesuai posisi benda kerja. Kompleksitas dari task yang dapat dilakukan oleh robot ini ditentukan oleh konfigurasi kinematik dimilikinya.

  • Hak Cipta
  • Tersertifikasi
  • - 30 Agustus 2022
  • Detail
Paten

FORMULA BIOPLASTIK BERBASIS AGAR, GLISEROL, DAN POLILACTIC ACID

Invensi ini berkaitan dengan suatu formula bioplastik berbasis agar, gliserol dan PLA terdiri dari agar 32,5-58,5%, gliserol 17,5-31,5% dan PLA 10-50%. Proses pembuatan bioplastik berbasis agar dengan tahapan pembuatan sebagai berikut: mempersiapkan bahan dasar agar, gliserol, PLA dan alat-alat pembuatan bioplastik; mencampurkan agar, gliserol dan PLA serta mengaduknya selama 2 menit dengan kecepatan 150 rpm; memindahkan campuran agar, gliserol dan PLA ke dalam alat pengaduk lain dengan kecepatan 10-20 rpm dengan suhu alat antara 130-150 °C; lalu disimpan di wadah penyimpan pada suhu kamar dan RH 50. Bioplastik berbasis agar, gliserol dan PLA memiliki karakteristik sebagai berikut kuat tarik sebesar 1,21±0,13 -3,44±0,35 MPa; elongasi sebesar 0,96±0,12-23,67±0,35%; WVTR 2334,74±226,04-3259,4±28,12 g/m2/hari; L* sebesar 47,76±2,68-75,80±1,55, a* sebesar 2,20±0,40-11,57±0,82, b* sebesar 25,37±1,18-44,99±1,47; opasitas14,86±1,73-40,68±3,11; dan kadar air 5,05±0,14–9,24±0,22%. Invensi ini dapat digunakan pada proses menggunakan mesin injection molding.

  • Paten
  • Pemeriksaan Substantif Tahap I
  • - 27 Agustus 2022
  • Detail
Paten

FORMULASI DAN PROSES PEMBUATAN PEREKAT KEMPA DINGIN BEBAS FORMALDEHIDA DAN NON-ISOSIANAT BERBASIS POLIVINIL ALKOHOL, LIGNIN, DAN HEKSAMIN

Invensi ini berkaitan dengan formulasi perekat kempa dingin bebas formaldehida dan non-isosianat berbasis polivinil alkohol (PVOH), lignin, dan heksamin serta produk yang dihasilkannya. Perekat kempa dingin diformulasikan dengan PVOH, lignin kemurnian tinggi, dan heksamin. Pada invensi ini, perekat kempa dingin diformulasikan dari lignin dengan kemurnian lignin sebesar 95.3%, yang dilarutkan dengan aseton pada rasio 1:10, dicampur dengan larutan PVOH 15% (b/b) PVOH sebagai penguat, dan ditambahkan larutan heksamin 15% (b/b) sebagai agen pengikat silang. Perekat diformulasikan dengan kadar lignin yang berbeda yaitu 10.0%, 15%, dan 20%. Perekat kempa dingin bebas formaldehida dan non-isosianat berbasis PVOH, lignin, dan heksamin yang dihasilkan memiliki kadar padatan 19-26%, kekentalan 968-1895 mPa.s, dan suhu pengerasan pada 35-56°C. Perekat yang dihasilkan memiliki keteguhan rekat 0,35-0,95 MPa, keteguhan lentur 1230-4000 MPa, dan keteguhan patah 10-36 MPa. Kadar lignin dan lama waktu kempa dingin mempengaruhi kualitas perekat dan produk yang dihasilkannya. Perekat yang dikembangkan ini memiliki kekentalan tinggi yang memungkinkan diaplikasikan sebagai perekat kempa dingin bebas formaldehida dan non-isosianat untuk kayu lapis, sehingga tidak berdampak negatif terhadap manusia dan lingkungan.

  • Paten
  • Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
  • - 26 Agustus 2022
  • Detail
Paten

KOMPOSISI PESTISIDA NABATI EKSTRAK BIJI SUREN (TOONA SINESNIS) DAN METODE PEMBUATANNYA

Invensi ini berhubungan dengan pestisida nabati yang mengandung metabolit sekunder dari ekstrak biji tanaman suren (Toona sinennsi) dalam pengendalian hama daun pada tanaman sengon. Tahapan penelitian adalah penyiapan ekstrak biji, uji efikasi ekstrak terhadap serangga hama jenis Eurema spp yang menyerang tanaman sengon, uji fitokimia, mencari Letal dosis 50%, mengidentifikasi senyawa kimia yang beracun dengan GCMS. Biji suren yang telah kering dengan kadar air kurang dari 10% dihaluskan dengan alat blender kemudian diayak/disaring (±100 mesh, mengambil sample sebanyak 50-70 gram yang sudah dibungkus kertas saring kemudian dimaserasi dengan pelarut methanol 95% sebanyak 250-300 ml selama 7 (tujuh jam) pada suhu 70oC, hasil ekstrak dipekatkan pada alat Rotary Vaccum Evaporator pada suhu 3-40oC selama 2 – 3 jam, ekstrak hasil dari Rotary Vacum Evaporator dipekatkan ke dalam oven dengan 40oC selama 4 – 5 jam. Hasil ekstrak dianalisis kandungan metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan steroid/triterpenoid dengan uji fitokimia dan mengindentifikasi senyawa kimia yang beracun dengan GCMS. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 3 ulangan, masing-masing 10 larva uji. Faktor pertama adalah ekstrak biji suren dan factor kedua adalah lima taraf konsentrasi dari ekstrak biji yaitu (0 mg/l , 9 mg/l , 15 mg/l,30 mg/l, dan 45 mg/l). Ektrak biji suren dengan dosis 30mg/l dapat menyebabkan mortalitas sebanyak 50%, sedangkan dosis 45 mg/l mortalitas sebesar 65% pada hari ketiga. Hasil CGMS Kandungan senyawa aktif yang teridentifikasi beracun terhadap serangga uji adalah delta-elemene 4,73%; alpha-copaene 1,22%; beta-elemene 2,55%; trans-caryophyllene 2,02%; gamma-elemene 1,25%; beta-cubebene 4,82% delta-gurjunene 1,16%; spathuleno 2,42%; benzene 1,25%; hexadecanoid acid 1,43%.

  • Paten
  • Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
  • - 26 Agustus 2022
  • Detail
Paten
B-2716/III.10.3/HK.01/8/2022

METODE DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM HIDROPONIK DENGAN PENAMBAHAN BASAL DAN ARANG DARI BAHAN ORGANIK

Invensi ini berhubungan dengan cara pembuatan dan komposisi media tanam hidroponik berbentuk granula dengan penambahan basalt sintesis dan karbon organik melalui proses sonikasi dan pemanasan di dalam tungku pemanas. Komposisi media tanam hidroponik berbentuk granula menurut invensi ini terdiri dari tanah liat berukuran lebih kecil dari 0,04mm sebanyak 75-78% berat, basalt sintesis berukuran kurang dari 0,01 mm sebanyak 1-2,5% berat, dan karbon organik berukuran kurang dari 0,04mm sebanyak 21-22,5% berat. Sedangkan tahapan pembuatannya yaitu, penggilingan tanah liat, pengayakan, sintesis basal, pengarangan bahan organik, proses sonikasi basal dan karbon, pembuatan granula basal dan arang, pelapisan menggunakan tanah liat, dan pembakaran di tungku bakar. Media tanam hidroponik yang diperkaya basal sintesis dan arang organik berbentuk granula ini mampu mengurangi penggunaan nutrisi pada sistem bercocok tanam hidroponik.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 26 Agustus 2022
  • Detail
Paten

KOMPOSISI MORTAR YANG BERBAHAN BAKU SEMEN BEKU DAN PROSES PEMBUATANNYA

Invensi ini berhubungan dengan komposisi mortar  yang berbahan baku semen beku dan proses pembuatannya, khusunya proses aktivasi semen yang telah membeku dengan cara dihaluskan, direndam dengan bahan NaOH, dan dipanaskan. Mortar yang dihasilkan memiliki keunggulan kuat tekan yang lebih tinggi. Produk dan metode untuk mengaktivkan semen beku dengan cara dihaluskan, diayak lolos 350 mesh, direndam dengan larutan NaOH, dipanaskan variasi suhu 120oC, 150oC, 180oC, 210oC, dan 240oC, selama 2 jam, 4 jam dan 6 jam. Membuat mortar berbahan semen beku yang telah aktiv dengan komposisi: komposisi I adalah Semen beku aktiv sebesar 4-10 %, Semen murni sebesar 16-10 %, Pasir sebesar  800 gr, Air sebanyak 80–120 ml. Mengkarakterisasi sampel hasil uji kuat tekan dengan XRF. Produk mortar semen yang dihasilkan menurut invensi ini memiliki komposisi kimia yaitu SiO2 sebesar 35,138%, CaO sebesar 40,595%, Al2O3 sebesar 10,449%, Fe2O3 sebesar 5,637%, MgO sebesar 0,0%, TiO2 sebesar 0,456%, dan SO3 sebesar 0,338% dan kuat tekan yang lebih besar dibandingkan dengan menggunakan semen murni saja yaitu sebesar 136.00124 kg/cm2. Dengan demikian pembvuatan mortar dengan menggunakan semen beku dengan proses aktivasi penghalusan, perendaman bahan kimia NaOH, pemanasan suhu rendah telah memnuhi standar SNI 03-6882-2002. 

  • Paten
  • Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
  • - 25 Agustus 2022
  • Detail