Pencarian Hak Kekayaan Intelektual
PROSES PEMBUATAN AGEN ANTIBAKTERI BERBASIS NANOPARTIKEL SENG OKSIDA DAN EKSTRAK KULIT BUAH MANGGA (MANGIFERA INDICA)
Invensi ini berhubungan dengan suatu pembuatan agen antibakteri berbasis nanopartikel Zinc Oksida (ZnO) dengan menggunakan produk samping agroindustri yaitu ekstrak kulit buah mangga sebagai sumber senyawa aktif dan agen pereduksi untuk menghasilkan agen antibakteri dengan spektrum luas. Hasil dari invensi ini adalah metode pembuatan agen antibakteri yang sederhana berbasis nanopartikel ZnO dengan memanfaatkan ekstrak kulit buah mangga sebagai sumber bahan aktif dan agen pereduksi. Agen antibakteri berbasis nanopartikel ZnO dan ekstrak kulit buah mangga yang dihasilkan menurut invensi ini mengandung senyawa fenol dan memiliki aktivitas sebagai antibakteri.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 10 Mei 2022
- Detail
PROSES PEMBUATAN LARUTAN ASAM NONANOAT DALAM PELARUT BERBASIS AIR
Invensi ini berhubungan dengan proses pelarutan asam nonanoat dalam pelarut berbasis air. Lebih khusus, invensi ini berkaitan proses pelarutan asam nonanoat sebagai herbisida alami dalam pelarut berbasis air tanpa menggunakan surfaktan tambahan. Tahapan proses pelarutan terdiri dari pembuatan larutan NaCl pH dalam NaOH; pemanasan larutan pada suhu 50-60oC; penambahan asam nonanoat 0,5-3%; sonikasi larutan selama 30-60 menit; pengadukan larutan; pendinginan; dan dilanjutkan dengan penetralan larutan. Invensi ini memiliki keunggulan karena proses pelarutan asam nonanoat tidak memerlukan bahan kimia yang kompleks dan larutan ini dapat diaplikasikan langsung sebagai herbisida alami.
- Paten
- Dapat diberi Paten
- - 10 Mei 2022
- Detail
SISTEM PEMUSNAH SAMPAH KOMUNAL MENGGUNAKAN INTEGRASI TEKNOLOGI GASIFIKASI, PIROLISIS DAN PLASMA
Invensi ini berhubungan dengan suatu alat pemusnah sampah rumah tangga skala komunal, yang ramah lingkungan, hemat energi, mudah dioperasikan, dengan emisi gas buang yang baik, serta memiliki banyak manfaat. Alat tersebut terdiri dari unit pemilah, gasifikasi diagonal, reaktor pirolisis, alat penukar panas (heat exchanger), wet scrubber dan unit plasma. Pada invensi yang dibuat, bahan polutan dipisahkan kemudian dimasukkan ke dalam reaktor pirolisis, yang memanfaatkan panas yang dihasilkan oleh insinerator diagonal, sehingga tidak diperlukan tambahan energi lagi. Pada invensi tidak diperlukan tungku ganda, atau pembakaran asap, karena prinsip gasifikasi adalah menghasilkan syngas yang mudah dibakar, sehingga api yang muncul dari insinerator gasifikasi akan lebih besar dan lebih panas, dengan pengaturan yang baik, maka tidak diperlukan pasokan oksigen tambahan dan emisi gas buang yang baik.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 29 April 2022
- Detail
Sistem Informasi GNSS for Atmospheric Observations and Tracking Climate Change (GATOTKACA)
Data tekanan udara, temperatur dan kelembapan merupakan parameter penting untuk pengamatan dinamika atmosfer. Ketiga parameter tersebut dapat diukur dengan memanfaatkan sinyal dari satelit Global Navigation Satellite System (GNSS) yang dibelokkan oleh lapisan atmosfer. Teknologi pengamatan atmosfer ini dikenal sebagai Radio Occultation (RO) atau okultasi gelombang radio yang dipancarkan dari satelit navigasi. Sejak April 2006, satelit Constellation Observing System for Meteorology, Ionosphere and Climate (COSMIC) telah diluncurkan secara khusus untuk pengamatan profil atmosfer global. Pada Juni 2019, satelit COSMIC-2 mengorbit untuk kelanjutan misi pengamatan atmosfer khusus di wilayah tropis. Hal tersebut semakin memperbanyak data profil atmosfer di wilayah Indonesia dan sekitarnya yang berpotensi untuk peningkatan pemahaman dinamika atmosfer dan upaya mitigasi terhadap kebencanaan hidrometeorologi serta perubahan iklim. Kandungan uap air di atmosfer dan data variasi temperatur di atmosfer memungkinkan diamati secara waktu mendekati nyata (near real time). Dengan memanfaatkan data COSMIC-2 GNSS-RO, data parameter atmospfer diamati dengan jeda waktu satu hari. Pengamatan ini dapat dimanfaatkan untuk kajian analisis cuaca dan perubahan iklim. GNSS for Atmospheric Observations and Tracking Climate Change (GATOTKACA) versi 1.0 adalah aplikasi berbasis web yang menyediakan data dan informasi kandungan uap air yang didefinisikan sebagai integrasi data kelembapan terhadap perubahan tekanan udara dari pengamatan COSMIC-2 GNSS-RO.
- Hak Cipta
- Tersertifikasi
- - 28 April 2022
- Detail
SISTEM PEMANTAUAN TURET KAPAL LAUT
Invensi ini berkaitan dengan suatu kendaraan otonom pengangkut barang untuk membantu operasional bagi pengguna di area terbatas seperti bandara dimana kendaraan tersebut selain dapat dikendalikan secara manual melalui koneksi nirkabel menggunakan tampilan layar sentuh dari perangkat gadget/smartphone, dapat juga bergerak secara otonom dengan empat mode yang terdiri dari mode lintasan terencana yaitu kendaraan dapat bergerak secara otonom berdasarkan jalur yang telah didaftarkan sebelumnya, mode pengikut garis yaitu kendaraan dapat bergerak secara otonom mengikuti jalur berupa garis yang telah dibuat sebelumnya, mode lintasan titik-ke-titik yaitu kendaraan dapat bergerak secara otonom dari satu titik ke titik lainnya berdasarkan titik yang diinginkan pengguna, dan mode pengikut manusia yaitu kendaraan dapat bergerak secara otonom dengan cara mengikuti pengguna. Selain itu, kendaraan otonom pengangkut barang ini terdiri dari beberapa alat pengolah data untuk mendistribusikan beban kerja sistem sehingga dapat sistem dapat berjalan dengan lancar. Mode-mode pengendalian kendaraan otonom dan pengendalian manual dapat dilakukan melalui aplikasi android yang dipasangkan pada gadget/smartphone.
- Paten
- Terdaftar
- - 25 April 2022
- Detail
DNA APTAMER POLIKLONAL UNTUK DETEKSI SECARA BERSAMAAN BAKTERI PATOGEN MASTITIS Staphylococcus aureus, Streptococcus agalactiae, dan Escherichia coli
Invensi ini bertujuan untuk mendeskripsikan DNA aptamer poliklonal sebagai reagen biosensor untuk deteksi secara bersamaan bakteri patogen mastitis S. aureus, S. agalactiae, dan E. coli dalam mendiagnosis mastitis subklinis. DNA aptamer poliklonal dari invensi ini yaitu ada tiga jenis dengan nama DNA aptamer poliklonal 1, DNA aptamer poliklonal 2, dan DNA aptamer poliklonal 3 dengan karakteristik yang berbeda. Ketiga DNA aptamer poliklonal mampu berikatan dengan ketiga bakteri target S. aureus, S. agalactiae, dan E. coli. DNA aptamer poliklonal 3 menunjukan nilai Cq qPCR kecil dan kapasitas pengikatan yang tinggi terhadap ketiga bakteri target sehingga bemanfaat sebagai reagen untuk deteksi dan diagnosis mastitis subklinis.
- Paten
- Publikasi
- - 22 April 2022
- Detail
PROSES PELAPISAN LIGNIN Acacia crassicarpa SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI PADA TEKSTIL SERAT ALAM DAN METODE PENGUJIANNYA
Invensi ini berkaitan dengan teknik aplikasi lignin Acacia crassicarpa sebagai agen antibakteri pada tekstil serat alam dan pengujiannya terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Bacillus subtilis, dan Propionibacterium acne. Proses pelapisan terdiri dari: melarutkan larutan lignin dalam DMSO, kemudian merendam tekstil dalam larutan lignin pada bak sonikator pada suhu 30-60 °C selama 30-60 menit, lalu mengeringkan lignin pada suhu 50-80 °C dilanjutkan dengan fiksasi lignin pada tekstil pada suhu 50-80 °C. Tekstil lapis lignin dan larutan lignin diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode zona bening, sifat fisika menggunakan SEM, dan sifat termal menggunakan TGA. Hasil menunjukan bahwa lignin dapat melapisi lignin secara merata terlihat dari morfologi permukaan kain dan sifat termal meningkat dibandingkan dengan tekstil tanpa lignin. Tekstil antibakteri berbasis serat alam berhasil diproduksi dari penelitian ini yang ditandai dengan daya hambat yang baik dari tekstil lapis lignin terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus, S. epidermidis, B. subtilis, dan P. acne.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 22 April 2022
- Detail
KLIP ANEURISMA BERFENESTRASI BATANG V
Invensi ini berkaitan dengan suatu klip aneurisma, lebih khususnya klip aneurisma dengan konfigurasi V yang didesain untuk sebaran tekanan jepit yang lebih merata sepanjang bilah klip aneurisma. Tujuan khusus invensi ini adalah menyediakan suatu klip aneurisma yang terdiri dari bagian bagian pegas, bagian fenestrasi dengan cabang yang berbentuk huruf V. Suatu klip aneurisma pada invensi ini terdiri dari bagian pegas, bagian fenestrasi, bagian bilah dimana tepian bilah tersambung dengan perpanjangan cabang fenestrasi, bagian transisi yang merupakan bagian antara bagian pegas dan bagian fenestrasi. Total panjang klip 13-15 mm dari bidang sagital dan total tinggi klip 6-8 mm dari bidang frontal.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 21 April 2022
- Detail
KATALIS Al-MCM-41 dan Ni/Al-MCM-41 BERBASIS SILIKA DARI SEKAM PADI DAN PROSES PEMBUATANNYA
Invensi ini berhubungan dengan proses pembuatan katalis berpenyangga Al-MCM-41. Proses pembuatan Al-MCM-41 dilakukan dengan proses sintesis menggunakan bahan NaOH, aquadest, SiO2, Al2O3 dan CTABr dengan variasi pengadukan 4 dan 8 jam. Al-MCM-41 dengan waktu pengadukan 4 jam menghasilkan luas permukaan sebesar 184.8508 m²/g, sedangkan Al-MCM-41 dengan pengadukan 8 jam menghasilkan luas permukaan yang lebih besar yaitu 655.4759 m²/g. Setelah proses impregnasi, luas permukaan yang dihasilkan katalis Ni/Al-MCM-41 cenderung menurun yang menunjukkan bahwa partikel logam nickel berhasil terdispersi pada luas permukaan dan menutupi pori dari Al-MCM-41. Berdasarkan hasil dari difratogram katalis Al-MCM-41 dapat diketahui bahwa silika amorf ditunjukkan dengan puncak yang luas dan melebar pada sudut 2θ= 22.5o, sedangkan hasil difratogram katalis Ni/Al-MCM-41 menunjukkan puncak dengan difraksi pada 2θ= 37, 43, dan 63o yang mengindikasikan adanya logam oksida NiO.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 20 April 2022
- Detail
PROSES PRODUKSI BIOMASSA MIKROALGA MENGGUNAKAN LARUTAN NAOH SEBAGAI PENJERAP CO2
Invensi ini berkaitan dengan suatu metoda kultivasi mikroalga dengan menggunakan larutan NaOH sebagai penjerap gas CO2 di dalam media kultur untuk menghasilkan biomassa mikroalga sebagai upaya mengurangi emisi CO2 melalui proses fotosintesis mikroalga. Metoda kultivasi mikroalga tersebut meliputi langkah-langkah sebagai berikut: membuat larutan media tumbuh, membuat larutan media produksi, melakukan proses fotosintesis larutan media produksi dalam bioreaktor, dan mengambil sampel dan pemanenan biomassa mikroalga yang dilakukan dengan cara sentrifugasi. Pada tahap fotosintesis, mikroalga C. vulgaris dan C. sorokiniana ditambahkan kedalam larutan produksi yang mengandung makronutrisi, mikronutrisi, NaOH, dan gas CO2 yang dialirkan ke dalam larutan, kemudian dilakukan proses kultivasi pada kondisi tertentu dengan menghomogenkan larutan media produksi serta diberi pencahayaan.
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 14 April 2022
- Detail