Pencarian Hak Kekayaan Intelektual

Paten

Komposisi Minuman Sari Buah Pala

Telah diungkapkan invensi mengenai komposisi minuman sari buah pala, lebih khusus, invensi ini berhubungan dengan produk pangan berupa minuman siap saji berbahan utama daging buah pala, dengan komposisi: sari daging buah pala sebanyak 55 - 59% berat total, gula sebanyak 10 - 12% berat total, air scbanyak 29 = 35% berat total, dan natrium benzoat sebanyak 0,1% berat total. Proses pembuatan minuman ini terdiri atas tahapan sebagai berikut : mencuci daging buah pala menggunakan air ozon; meniriskan merebus daging buah daging buah pala yang telah dicuci; pala beserta kulitnya yang telah ditiriskan, hingga suhu 100°C, dengan air tertakar; lalu menyaring sari daging buah pala dari ampasnya; merebus gula bersamaan dengan merebus sari daging buah pala; dilanjutkan dengan mencampurkan hasil rebusan; kemudian menambahkan natrium benzoat dan air pada campuran; dilanjutkan dengan mendinginkan campuran sari daging buah pala, gula, natrium benzoat dan air hingga suhu '30°C; dan mengemas hasil campuran yang telah didinginkan. Dengan adanya invensi ini diperoleh produk minuman sari buah pala dengan keunggulan prosentase kandungan sari daging buah pala lebih dari 50% berat total, yang sekaligus mengatasi permasalahan berlimpahnya daging buah pala tidak termanfaatkan.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 25 November 2016
  • Detail
Paten

PROSES PEMBUATAN SERBUK NANOKRISTAL SPINEL CuMn2O4 BERBASIS OKSIDA Cu dan Mn

Invensi ini terkait dengan suatu metoda pembuatan serbuk nanokristal spinel CuMn2O4 menggunakan bahan baku serbuk oksida Tembaga dan Mangan dengan tahapan yang terdiri dari: tahap penentuan komposisi, proses pemaduan mekanik serbuk oksida Tembaga dan Mangan secara basah menggunakan pelarut selama 3 jam hingga tercampur merata dan homogen. Selanjutnya serbuk oksida Tembaga dan Mangan yang sudah tercampur dan halus dikeringkan di dalam alat pengering tertutup selama 5 jam untuk menguapkan pelarut. Pada tahapan proses selanjutnya serbuk hasil pengeringan dikalsinasi di dalam tungku suhu tinggi dengan suhu 600º sampai 1100ºC selama 18 jam untuk membentuk dan menghasilkan spinel Tembaga-Mangan (CuMn2O4). Serbuk hasil kalsinasi selanjutnya didinginkan di dalam tunggu yang sama secara alami hingga mencapai suhu ruang. Spinel CuMn2O4 yang terbentuk kemudian dihaluskan untuk menghasilkan serbuk nanokristal spinel CuMn2O4 dengan ukuran krital lebih kecil dari 50 nm.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 25 November 2016
  • Detail
Paten

PRODUK KONSORSIUM BAKTERI LAUT YANG DIFORMULASIKAN UNTUK BIOREMEDIASI LIMBAH MINYAK

Invensi ini berkaitan dengan suatu produk konsorsium bakteri yang terdiri dari 2 isolat bakteri laut pendegradasi minyak yakni Labrenzia sp. MBTDCMFRIMab26 dan Labrenzia aggregata strain HQB397 yang diformasikan untuk bioremedisasi limbah minyak yang mengandung senyawa alkana baik rantai pendek, panjang, lurus dan bercabang dan hidrokarbon aromatik polisiklik, dimana masing-masing bakteri mengandung sel- 3x107- 3x108 untuk setiap 10% kandungan limbah minyak.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 25 November 2016
  • Detail
Paten

Jaring Penutup Lereng Pencegah Erosi

-

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 23 November 2016
  • Detail
Paten

Media Tanam Penutup Lereng Pencegah Erosi

-

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 23 November 2016
  • Detail
Paten

BLOK REM KOMPOSIT DAN PROSES PEMBUATANNYA

Invensi ini berkaitan dengan suatu komposit untuk komponen kereta api. Khususnya, merupakan kampas blok rem komposit untuk kereta api yang mengandung bahan hayati. Komposisi blok rem komposit menurut invensi ini terdiri dari campuran alumunium oksida (Al2O3), grafit, barium sulfat (BaSO4), fenolik resin, kalsium hidroksida (Ca(OH)2), serbuk besi (ferrum), nitrile butadiene rubber (NBR), serat alam (sabut kelapa, sisal, atau tandan kosong kelapa sawit), serta bahan alam yang ditujukan untuk bahan pengganti grafit (arang tempurung kelapa dan arang cangkang buah kelapa sawit). Pembuatan kampas blok rem komposit diawali dengan proses penyaringan; pencampuran semua unsur pembentuk kecuali serat alam; pengadukan dan penambahan serat alam; pencetakan, penekanan panas; dan pengovenan.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 20 Oktober 2016
  • Detail
Paten

Baffle Kamera Bertingkat

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 18 Oktober 2016
  • Detail
Paten

Pengatur Fokus Lensa Kamera Menggunakan Motor Stepper

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 18 Oktober 2016
  • Detail
Paten

Metode Uji Homogenitas Adonan Propelan Berdasar Kesamaan Secara Simultan dari "Dua Sifat" Beberapa Propelan Padat Hasil

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 18 Oktober 2016
  • Detail
Paten

SISTEM INSTRUMEN DAN METODE PEMECAH BALON ATMOSFER MENGGUNAKAN PEGAS DAN KAWAT PANAS DENGAN MODA TERPROGRAM

Telah dijelaskan sistem dan metode pemecah balon atmosfer yang diperlukan pada pengukuran profil vertikal parameter atmosfer menggunakan wahana balon. Untuk menentukan capaian ketinggian balon yang ingin dicapai, digunakan sistem instrumen pemecah balon menggunakan tombak berujung runcing dan kawat pemanas yang dengan moda terprogram. Dengan sistem pemecah balon ini, balon tidak terbang terlalu tinggi dan bergerak secara bebas yang dapat mengganggu lalu lintas penerbangan. Pemecah balon ini dikendalikan oleh mikrokontroler dengan program perangkat lunak yang ditanam didalamnya. Program ini mengaktifkan saklar transistor yang mengalirkan arus listrik DC ke kawat pemanas secara otomatis berdasarkan perbandingan nilai batas dengan nilai pembacaan sensor baik sensor tekanan maupun ketinggian, maupun secara manual dari segmen bumi. Dalam desain ini kawat pemanas yang digunakan berbahan wolfram atau nikelin ditempelkan pada senar serta lubang kawat panas yang tegak lurus dengan lubang senar. Senar berfungsi sebagai penahan jeruji terhadap gaya regang pegas serta sebagai pengikat parasut bagian atas. Mikrokontroler mengendalikan aktif putus senar melalui kawat panas sesuai dengan nilai ketinggian, waktu dan tekanan yang telah ditentukan maupun dari kendali manual dari segmen bumi.

  • Paten
  • Tersertifikasi
  • - 18 Oktober 2016
  • Detail