Pencarian Hak Kekayaan Intelektual
Metoda Pembuatan Material Komposit Dari Campuran Poliasam Laktat (PLA) Dan Mikrofibril Selulosa (MFC)
Invensi ini berkaitan dengan suatu proses pembuatan material komposit dari campuran poliasam laktat (PLA) dan mikrofibril selulosa (MFC) melalui modifikasi mikrofibril MFC sebagai bahan pengisi material komposit yang dapat meningkatkan sifat-sifat komposit PLA. Tujuan invensi ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya khususnya pada MFC untuk bahan pengisi material komposit PLA yang memiliki kerapuhan, ketahanan rendah terhadap panas dan kristalisasi yang lambat sehingga membatasi aplikasi luas dari komposit poli-asam laktat. Modifikasi pada MFC untuk material komposit PLA pada invensi ini meliputi tahapan-tahapan yaitu menambahkan gugus kimia pada MFC melalui proses asetilasi parsial; mencangkok MFC yang telah dimodifikasi dengan monomer laktida melalui polimerisasi pembukaan cincin; mencampur MFC sebanyak 10% berat komposit dengan etanol selama 15 menit; menyaring campuran; mencampur kembali MFC dengan etanol aseton dan diklorometana; mengulang proses inklusi sebanyak 3 kali; melarutkan PLA sebanyak 90% berat komposit dalam diklorometana menggunakan homogenizer; mencampur larutan komposit PLA dengan MFC yang telah dimodifikasi dengan perbandingan 9:1; mengaduk suspense pada suhu kamar selama 1 jam; membiarkan campuran diklorometana-PLA-MFC menyebar pada wadah dan menguap dalam lemari asam selama 12 jam; mengeringkan komposit melalui pengeringan vakum pada suhu 50oC selama 8 jam; memotong komposit hingga ± 1 cm2; meremas komposit menggunakan alat laboplastomil pada 160 ° C, kecepatan 40 rpm selama 8 menit dan membentuk komposit menjadi lembaran kecil menggunakan panas pada suhu 180 ° C selama 14 menit.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 20 Desember 2016
- Detail
PROTON EXCHANGE MEMBRANE FUEL CELL PORTABEL
Telah didesain fuel cell khususnya berupa desain proton exchange membrane (PEM) fuel cell portabel dengan memanfaatkan printed circuit board (PCB), khususnya berupa disain PEM fuel cell portabel yang menggunakan satu proton exchange membrane (PEM) yang mengandung banyak sel, reaktan gas oksigen dari udara, dan penggunaan PCB sebagai end plate, bipolar plate, maupun current collector sekaligus. Penerapan banyak sel dalam satu lembar PEM dan pemanfaatan PCB memungkinkan diperoleh PEM fuel cell portabel dengan tegangan output yang memadai, dengan ukuran yang tipis/kecil, ringan, dengan biaya relatif murah.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 20 Desember 2016
- Detail
Serbuk Saus Salad Berbahan Dasar Inulin Terfermentasi Oleh Bakteri Asam Laktat Dan Proses Pembuatannya
Invensi ini berkaitan dengan produk serbuk saus salad (salad dressing) serta proses pembuatannya. Salad dressing serbuk menurut invensi ini memiliki komposisi yang mengandung hidrolisat inulin terfermentasi terhitung sebagai fruktooligosakarida (FOS), gelatin, saus tomat, skim, bubuk kuning telor, bahan penyedap, mustard, sukrosa dan asam (sitrat). bi dahlia untuk memperoleh FOS sebagai sumber serat pangan.Proses pembuatan serbuk salad dressing menurut invensi ini melalui tahapan-tahapan pencampuran bahan formulasi), homogenisasi, pengeringan, penghalusan partikel, pengayakan lolos 60-80 mesh dan pengemasan. Serbuk salad dressing ini memiliki keunggulan dalam hal penyajian yang praktis dan memiliki kapasitas pengikatan kolesterol sebesar 13-21 mg/g total serat.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail
ALAT PENGHANCUR KOCOK BERENERGI TINGGI
Invensi ini berhubungan dengan suatu alat penghancur kocok berenergi tinggi, dimana jar yang berisi bola-bola penghancur dapat diletakkan dengan membentuk sudut terhadap arah gerakan pengocokan. Jar yang berisi bola-bola penghancur digerakkan oleh poros tidak simetris poros eksentrik (7) yang dihubungkan menggunakan per daun penggerak yang dapat meredam hentakan dari jar. Dudukan poros eksentrik dan dudukan motor penggerak dihubungkan dengan per daununtuk meredam getaran sebagai hasil dari gerakan kocok jar. Untuk meredam keseluruhan getaran dari basis, dipasang penyangga basis yang tersusun dari 3 per dengan posisi segi tiga sama kaki. Untuk meredam suara gerakan pengocokan, seluruh bagian ditutup dengan gabus peredam. Sehingga gerakan bola-bola penghancur dapat bergerak terkocok secara acak dan suara pengocokan yang bisa diredam dengan baik, sehingga menjadikan efek penghancuran maupun pencampuran sample menjadi lebih efektif, dapat digunakan untuk membuat nanostruktur material, alat dapat lebih tahan lama dan berperedam suara.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail
INKLINOMETER SERAT OPTIK UNTUK MENGUKUR KEMIRINGAN TANAH BERBASIS EFEK LENGKUNGAN SERAT
Invensi ini berkaitan dengan suatu alat geoteknik untuk mengukur kemiringan tanah, yaitu inklinometer serat optik untuk mengukur kemiringan tanah berbasis efek lengkungan serat. Inklinometer serat optik menurut invensi ini terdiri dari sistem sumber cahaya laser, kopler serat optik, kabel serat optik, pipa rumahan sensor, empat roda gelincir dan empat tuas penekan, tali stainless steel, bandul pemberat, serta sistem pendeteksi cahaya dan pembacaan data. Berkas cahaya laser dibagi menjadi dua oleh kopler serat optik untuk ditransmisikan ke serat sensor dan serat acuan didalam rumah sensor dimana terdapat roda gelincir dan tuas penekan. Bila terjadi suatu pergerakan tanah yang mengakibatkan rumah sensor mengalami kemiringan dan membentuk sudut terhadap sumbu gravitasi maka tuas-tuas penekan akan menekan serat optik sensor didalam silinder geoteknik dan serat optik akan mengalami pelengkungan dan menimbulkan efek rugi lengkungan pada serat dan selanjutnya mengakibatkan intensitas cahaya keluaran inklinometer serat optik yang diterima oleh sistem pendeteksi cahaya mengalami perubahan. Perubahan intensitas keluaran inklinometer serat optik yang terjadi ini bersesuaian dengan perubahan sudut kemiringan yang terdeteksi. Inklinometer serat optik ini mempunyai rentang pembacaan kemiringan tanah antara 0-7 derajat dengan satu arah sumbu kebebasan.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail
Enzim Termofilik L-Arabinose Isomerase V472L Dan Gen araA v472L Yang Menyandikan Enzim Tersebut
Invensi ini bertujuan menyediakan enzim L-Arabinose Isomerase V472L yang memiliki aktifitas hingga 3 kali lebih tinggi dari tipe liar. Gen araA v472L yang merupakan gen mutan dibuat dari gen araA menggunakan teknik site directed mutagenesis dengan melakukan substitusi asam amino pada sekuen nomor 472 dari valin (V) menjadi leusin (L) menggunakan primer forward : 5' -CA GG ATC GAATGT CTG GTG ATC-3' dan primer reverse : 5'-GAT CAC GAG ACA TTC GAT CCC TG-3'. Enzim L-Arabinose Isomerase V472L yang disandi oleh gen araA v4721 dan diekpresikan pada Escherichia coli BL21 (DE3) pLys mempunyai aktifitas hingga 3 kali lebih tinggi dari enzim L-Arabinose Isomerase tipe liar.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail
PRODUK KONSORSIUM BAKTERI LAUT YANG DIFORMULASIKAN UNTUK BIOREMEDIASI LIMBAH MINYAK
Invensi ini berkaitan dengan suatu produk konsorsium bakteri yang terdiri dari 2 isolat bakteri laut pendegradasi minyak yakni Labrenzia sp. MBTDCMFRIMab26 dan Labrenzia aggregata strain HQB397 yang diformasikan untuk bioremedisasi limbah minyak yang mengandung senyawa alkana baik rantai pendek, panjang, lurus dan bercabang dan hidrokarbon aromatik polisiklik, dimana masing-masing bakteri mengandung sel- 3x107- 3x108 untuk setiap 10% kandungan limbah minyak.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail
PROSES PEMBUATAN SERBUK NANOKRISTAL SPINEL CuMn2O4 BERBASIS OKSIDA Cu dan Mn
Invensi ini terkait dengan suatu metoda pembuatan serbuk nanokristal spinel CuMn2O4 menggunakan bahan baku serbuk oksida Tembaga dan Mangan dengan tahapan yang terdiri dari: tahap penentuan komposisi, proses pemaduan mekanik serbuk oksida Tembaga dan Mangan secara basah menggunakan pelarut selama 3 jam hingga tercampur merata dan homogen. Selanjutnya serbuk oksida Tembaga dan Mangan yang sudah tercampur dan halus dikeringkan di dalam alat pengering tertutup selama 5 jam untuk menguapkan pelarut. Pada tahapan proses selanjutnya serbuk hasil pengeringan dikalsinasi di dalam tungku suhu tinggi dengan suhu 600º sampai 1100ºC selama 18 jam untuk membentuk dan menghasilkan spinel Tembaga-Mangan (CuMn2O4). Serbuk hasil kalsinasi selanjutnya didinginkan di dalam tunggu yang sama secara alami hingga mencapai suhu ruang. Spinel CuMn2O4 yang terbentuk kemudian dihaluskan untuk menghasilkan serbuk nanokristal spinel CuMn2O4 dengan ukuran krital lebih kecil dari 50 nm.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail
Pembuatan Pekatan Dan Bubuk Isolat Protein Dari Kacang-Kacangan Terfermentasi Oleh Inokulum Rhizopus oligosporus Strain C1 Dan Inokulum Campuran Rhizopus sp Sebagai Fortifikan Asam Folat Alami
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail
Komposisi Minuman Sari Buah Pala
Telah diungkapkan invensi mengenai komposisi minuman sari buah pala, lebih khusus, invensi ini berhubungan dengan produk pangan berupa minuman siap saji berbahan utama daging buah pala, dengan komposisi: sari daging buah pala sebanyak 55 - 59% berat total, gula sebanyak 10 - 12% berat total, air scbanyak 29 = 35% berat total, dan natrium benzoat sebanyak 0,1% berat total. Proses pembuatan minuman ini terdiri atas tahapan sebagai berikut : mencuci daging buah pala menggunakan air ozon; meniriskan merebus daging buah daging buah pala yang telah dicuci; pala beserta kulitnya yang telah ditiriskan, hingga suhu 100°C, dengan air tertakar; lalu menyaring sari daging buah pala dari ampasnya; merebus gula bersamaan dengan merebus sari daging buah pala; dilanjutkan dengan mencampurkan hasil rebusan; kemudian menambahkan natrium benzoat dan air pada campuran; dilanjutkan dengan mendinginkan campuran sari daging buah pala, gula, natrium benzoat dan air hingga suhu '30°C; dan mengemas hasil campuran yang telah didinginkan. Dengan adanya invensi ini diperoleh produk minuman sari buah pala dengan keunggulan prosentase kandungan sari daging buah pala lebih dari 50% berat total, yang sekaligus mengatasi permasalahan berlimpahnya daging buah pala tidak termanfaatkan.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 25 November 2016
- Detail