Pencarian Hak Kekayaan Intelektual

Hak Cipta

DATASET OPTIMASI UKURAN UTAMA DESAIN KAPAL MINI LNG (LIQUIFIED NATURAL GAS) DENGAN ANALISIS MULTI-OBJEKTIF BERBASIS 3E (ENVIRONMENT, ENERGY DAN ECONOMY) KPI’S (KEY PERFORMANCE INDICATORS)

Dataset ini memberikan optimasi ukuran utama kapal mini Liquified Natural Gas (LNG) menggunakan variasi ukuran kapal yang dipenagaruhi variabel panjang dan diameter tangki kargo LNG. Dengan menganalisa dan mengevaluasi sektor Environment, Energy dan Economy (3E) pada kapal. Key Performance Indicators (KPIs) yang bersesuaian dengan sektor tersebut seperti EEDI (Energy Efficiency Design Index), (Carbon Intensity Indicator) CII, fuel cost, effective power dan NPV di kembangkan dengan melakukan variasi pada radius dan panjang tangki kargo LNG. Kemudian dilakukan Principal Component Analysis (PCA) pada tiap sektor 3E. Kemudian dilakukan Multiple Objective Optimization (MOO) dengan mengunakan algoritma (Non-dominated Sorting Genetic Algorithm II) NSGA-II untuk dapat menghasilkan solusi pareto yang optimal untuk tiap sektor 3E. Dengan dataset ini diharapkan dapat meningkatkan sektor keberlanjutkan, transparansi dan fleksibilitas didalam tahapan desain konseptual kapal

  • Hak Cipta
  • Tersertifikasi
  • - 20 April 2026
  • Detail
Hak Cipta
B-12928/III.6.4/TK.11.01/5/2026

LALITA Interactive Catalog: Library of Archaeological Legacies and Iconographic Treasures of Ancient Java

LALITA (Library of Archaeological Legacies and Iconographic Treasures of Ancient Java) adalah sebuah aplikasi web interaktif dan basis data yang dirancang khusus untuk dokumentasi, preservasi, dan visualisasi 3D artefak arkeologi, khususnya arca Hindu-Buddha peninggalan Jawa Kuno. Fitur utama platform ini mencakup 3D viewer interaktif yang memungkinkan pengguna mengeksplorasi detail morfologi arca secara presisi. Data yang disajikan merupakan hasil digitalisasi artefak dari berbagai situs bersejarah dan koleksi institusi global melalui teknik mutakhir seperti fotogrametri dan pemindaian LiDAR. Aplikasi web LALITA berfungsi sebagai arsip virtual untuk pelestarian benda cagar budaya sekaligus alat bantu penelitian inovatif di bidang arkeologi komputasional. Platform ini memfasilitasi akses digital tanpa batasan geografis bagi para peneliti, akademisi, dan masyarakat luas dalam mempelajari warisan sejarah.

  • Hak Cipta
  • Tersertifikasi
  • - 20 April 2026
  • Detail
Paten

FORMULA PAKAN PEMBESARAN IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) BERBASIS MAGOT FRESH (LARVA BSF) DAN METODE PEMBUATANNYA

Invensi ini mengungkapkan formula pakan pembesaran ikan patin (Pangasius hypophthalmus) berbasis magot fresh (larva BSF) dan metode pembuatannya. Proses diawali dengan produksi magot fresh (larva BSF) dan pembuatan pakan ikan patin. Bahan baku pakan yang digunakan meliputi magot fresh dari larva serangga spesies Hermetia illucens (Black Soldier Fly, BSF) (protein 40%), bungkil kelapa sawit (protein 18%), dedak poles (protein 13,41%), tepung tapioka (protein 2,6%), dan vitamin mix. Selanjutnya, seluruh bahan kering dicampur secara manual sampai merata. Pencampuran dimulai dari bahan yang jumlahnya paling sedikit, yaitu vitamin mix dan tapioka, kemudian secara berangsur-angsur ditambahkan bahan yang jumlahnya lebih banyak, yaitu dedak poles, bungkil kelapa sawit, dan magot fresh (larva BSF), hingga diperoleh campuran homogen. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa pakan mengandung protein kasar 25,05%, lemak kasar 8,04%, abu 11,81%, serat kasar 14,42%, energi total (GE) 382,64 kkal/gram pakan dan rasio energi terhadap protein dalam pakan (E/P) sebesar 15,27 kkal/gram protein. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari sebanyak 5–7% dari bobot tubuh ikan/hari. Penggunaan magot fresh (larva BSF) sebagai sumber protein hewani dapat menurunkan harga pakan sebesar Rp1.828/kg dan biaya produksi pakan sebesar Rp793/kg.

  • Paten
  • Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
  • - 20 April 2026
  • Detail
Hak Cipta
B-12250/III.6.4/TK.11.01/5/2026

Sistem Indeks Bela Negara : Modul Survei

Sistem Indeks Bela Negara (IBN) adalah sistem untuk mengukur tingkat kesadaran dan kesiapan bela negara masyarakat secara kuantitatif. Sistem ini mencakup tiga komponen utama: survei digital, pemrosesan data, dan visualisasi hasil. Survei mengukur niat membela negara serta unsur bela negara, yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan pada Pancasila, kerelaan berkorban, dan kemampuan awal bela negara. Data dikumpulkan melalui antarmuka digital dan disusun dalam kerangka terstruktur. Pemrosesan data menggunakan kombinasi metode PLS-SEM dan PCA. Tahapan meliputi pra-pengolahan (pembersihan, penskalaan 1–5, normalisasi), analisis PCA (kovarian, nilai dan vektor eigen, serta varian kumulatif), kemudian hasilnya digunakan dalam model PLS-SEM untuk menghitung indeks per responden. Nilai indeks diagregasi secara rata-rata geometrik pada tingkat lingkungan, daerah, hingga nasional. Indeks non-unsur dihitung dari 2–5 indikator eksternal yang dinormalisasi. Hasil akhir disajikan dalam dashboard interaktif yang menampilkan nilai IBN nasional dan per daerah kabupaten/kota untuk mendukung analisis dan pengambilan kebijakan. Sistem dikembangkan secara bertahap, dimulai dari (1) survei digital, (2) pemrosesan dan visualisasi hasil, (3) sistem manajemen konten, dan (4) evaluasi bela negara. Pada versi 1 ini, sistem hanya meliputi survei digital.

  • Hak Cipta
  • Tersertifikasi
  • - 20 April 2026
  • Detail
Hak Cipta
B-3413/III.8.4/FR.04.00/4/2026

Dataset Dokumentasi Bahasa Kowiai di Kampung Namatota, Distrik Kaimana, Papua Barat

Dataset Dokumentasi Bahasa Kowiai di Kampung Namatota, Distrik Kaimana, Papua Barat merupakan kumpulan data linguistik hasil penelitian lapangan yang disusun secara digital, sistematis, dan terstruktur. Dataset ini memuat rekaman audio dan video tuturan penutur asli bahasa Kowiai yang dilengkapi dengan transkripsi ortografis, terjemahan, serta anotasi linguistik berbasis waktu menggunakan perangkat lunak ELAN dan FLEx. Selain data utama, dataset ini juga mencakup metadata mengenai identitas penutur, lokasi, waktu perekaman, konteks sosial-budaya tuturan, serta informasi teknis lainnya. Seluruh komponen data disusun dalam format multimodal yang saling terhubung sehingga mendukung analisis linguistik secara komprehensif. Dataset ini dikembangkan sebagai upaya dokumentasi dan pelestarian bahasa Kowiai yang tergolong bahasa daerah terancam punah serta memiliki sumber daya kebahasaan yang terbatas. Sebagai kompilasi data hasil penelitian yang disusun secara sistematis, dataset ini memenuhi karakteristik ciptaan berupa basis data/dataset sesuai dengan ketentuan hak cipta. Selain berfungsi sebagai arsip ilmiah, dataset ini berpotensi dimanfaatkan untuk penelitian linguistik lanjutan, penyusunan kamus digital, pengembangan bahan ajar, revitalisasi bahasa berbasis komunitas, serta pengembangan teknologi bahasa bagi bahasa dengan sumber daya yang terbatas. Pengarsipan dataset dilakukan melalui LADIN pada repositori nasional RIN Dataverse guna menjamin keberlanjutan, aksesibilitas, interoperabilitas, dan pemanfaatan jangka panjang sesuai dengan prinsip FAIR data.

  • Hak Cipta
  • Tersertifikasi
  • - 20 April 2026
  • Detail
Hak Cipta

DATASET POHON INDUSTRI AYAM PEDAGING

Dataset pohon industri ayam pedaging merupakan kompilasi data yang disusun secara sistematis dalam bentuk pohon industri untuk menggambarkan keterkaitan rantai nilai dari sektor hulu hingga hilir. Dataset ini mengintegrasikan klasifikasi HS Code, data paten, serta data ekspor–impor, sehingga memberikan gambaran komprehensif mengenai struktur industri, penguasaan teknologi, dan potensi nilai tambah industri ayam pedaging di Indonesia. Pohon industri yang dikembangkan merepresentasikan rantai nilai secara terstruktur, mulai dari tahap hulu yang mencakup industri pakan, pembibitan (breeding), dan penyediaan input produksi, hingga tahap produksi (on-farm), pengolahan, dan hilir berupa berbagai produk turunan bernilai tambah tinggi. Struktur ini menggambarkan keterkaitan antar proses, teknologi, dan jenis produk secara hierarkis, sehingga memberikan pemahaman menyeluruh mengenai alur transformasi produk dari ayam hidup hingga menjadi produk industri strategis. Pengembangan pohon industri ini berbasis dataset teranotasi dan terstruktur menggunakan HS Code, yang tidak hanya berfungsi sebagai alat visualisasi, tetapi juga sebagai dasar analisis, klasifikasi, dan pemodelan hubungan industri. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun rantai nilai industri ayam pedaging di Indonesia relatif lengkap, struktur industrinya masih didominasi oleh aktivitas produksi primer, sementara nilai tambah terbesar terkonsentrasi pada sektor pengolahan dan pengembangan produk turunan. Pada tahap hulu, industri pakan, pembibitan, dan input produksi menjadi fondasi utama dengan tingkat konsentrasi tinggi serta penguasaan teknologi yang relatif lebih maju. Sebaliknya, pada tahap produksi, peternak sebagai tulang punggung industri cenderung berada pada posisi dengan margin rendah akibat ketergantungan terhadap input dan fluktuasi harga, yang mencerminkan ketimpangan distribusi nilai tambah di sepanjang rantai industri. Transformasi nilai tambah terutama terjadi pada tahap pengolahan, ketika ayam hidup diubah menjadi produk segar atau beku (HS Code 0207), yang menjadi titik awal peningkatan nilai ekonomi. Namun demikian, keterbatasan kapasitas dan adopsi teknologi pengolahan menyebabkan potensi nilai tambah belum dimanfaatkan secara optimal. Nilai tambah tertinggi selanjutnya terkonsentrasi pada tahap hilir, khususnya pada produk olahan seperti nugget, sosis, dan makanan siap saji (HS Code 1602). Meskipun demikian, data perdagangan menunjukkan bahwa Indonesia masih bergantung pada impor untuk kategori ini, yang mengindikasikan belum kuatnya industri hilir domestik. Temuan ini diperkuat oleh data paten yang menunjukkan dominasi negara maju dalam inovasi teknologi pengolahan dan pengawetan. Selain produk utama, pohon industri ayam pedaging juga mencakup pemanfaatan hasil samping menjadi berbagai produk turunan, seperti tepung tulang, kolagen, dan bahan bioindustri lainnya. Segmen ini memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan ekonomi sirkular, namun tingkat pemanfaatannya di Indonesia masih relatif terbatas. Secara keseluruhan, integrasi data menunjukkan adanya keterkaitan erat antara klasifikasi produk, dinamika perdagangan, dan penguasaan teknologi, di mana produk bernilai tambah tinggi umumnya didukung oleh inovasi berbasis paten dan memiliki kontribusi signifikan dalam perdagangan internasional. Secara strategis, temuan ini menegaskan bahwa tantangan utama industri ayam pedaging di Indonesia tidak lagi terletak pada peningkatan produksi, melainkan pada transformasi struktur industri melalui hilirisasi dan penguatan inovasi. Tanpa pengembangan sektor pengolahan, peningkatan penguasaan teknologi, serta diversifikasi produk turunan, Indonesia berisiko tetap terperangkap sebagai produsen bahan mentah dengan nilai tambah rendah. Oleh karena itu, pengembangan pohon industri ayam pedaging perlu difokuskan pada penguatan industri hilir berbasis teknologi, peningkatan kapasitas inovasi domestik, serta integrasi sistem produksi dan distribusi yang efisien guna meningkatkan daya saing global dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi seluruh pelaku industri.

  • Hak Cipta
  • Tersertifikasi
  • - 20 April 2026
  • Detail
Hak Cipta
NOMOR B-1201/III.3.14/HK.06/4/2026

Dataset Pohon Industri Lithium

Dataset Pohon Industri Lithium ini mencakup data Kode HS, data paten, data ekspor–impor, dan hasil perhitungan value added. Pengembangan data set ini dilakukan secara sistematis dan ditampilkan dalam bentuk rantai industri lithium nasional dari sektor hulu hingga hilir. Tujuan pembuatan dataset adalah untuk memetakan industri lithium nasional dalam rangka mendukung pengembangan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah lithium.

  • Hak Cipta
  • Tersertifikasi
  • - 20 April 2026
  • Detail
Hak Cipta
B-1134/III.3.14/HK.06/4/2026

Dataset Riset Inovasi berbasis Komoditi Cabe Merah

Dataset Riset Inovasi Industri Komoditas Cabai Merah ini disusun sebagai hasil kegiatan penelitian yang bertujuan untuk memetakan, menganalisis, dan mendokumentasikan struktur rantai nilai industri cabai merah di Indonesia secara komprehensif dan berbasis data. Dataset ini merepresentasikan integrasi berbagai sumber informasi, meliputi aspek hulu, produksi, pengolahan, hingga hilirisasi, termasuk keterkaitan dengan klasifikasi produk (HS Code), dinamika perdagangan, serta perkembangan inovasi teknologi yang relevan. Sebagai salah satu komoditas hortikultura strategis, cabai merah memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, khususnya dalam pengendalian inflasi pangan dan pemenuhan kebutuhan konsumsi domestik. Namun demikian, struktur industri cabai merah di Indonesia masih didominasi oleh aktivitas produksi primer dengan tingkat nilai tambah yang relatif terbatas. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi ekonomi komoditas dengan realisasi nilai tambah yang dihasilkan dalam rantai industri secara keseluruhan. Dataset ini secara sistematis mengidentifikasi dan mengelompokkan komponen utama dalam rantai nilai industri cabai merah, yang mencakup sektor hulu (penyediaan benih, pupuk, dan sarana produksi), sektor produksi (kegiatan budidaya oleh petani), sektor pengolahan (transformasi produk segar menjadi produk antara maupun produk olahan), serta sektor hilir (distribusi dan produk siap konsumsi). Selain itu, dataset ini juga mencakup informasi terkait produk turunan dan potensi pemanfaatan limbah sebagai bagian dari pendekatan ekonomi sirkular. Dalam konteks inovasi industri, dataset ini memuat analisis keterkaitan antara struktur produk, arus perdagangan, dan penguasaan teknologi, termasuk indikasi aktivitas penelitian dan pengembangan yang tercermin melalui data paten dan inovasi terkait. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai posisi daya saing industri cabai merah Indonesia dalam konteks nasional maupun global. Penyusunan dataset ini dilakukan dengan pendekatan metodologis yang terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dengan mengacu pada prinsip validitas, konsistensi, dan keterlacakan data. Dataset ini tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan data, tetapi juga sebagai instrumen analitis yang dapat digunakan untuk mendukung perumusan kebijakan, pengembangan industri, serta penguatan ekosistem inovasi berbasis komoditas cabai merah. Sehubungan dengan hal tersebut, dataset ini diajukan untuk memperoleh perlindungan hak cipta sebagai karya ilmiah dalam bentuk kompilasi data yang memiliki nilai kebaruan dalam aspek strukturisasi, integrasi, dan penyajian informasi. Perlindungan ini mencakup keseluruhan isi dataset beserta sistematika, metode pengolahan, dan representasi data yang dikembangkan oleh penyusun, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang hak kekayaan intelektual. Dengan adanya perlindungan hak cipta ini, diharapkan dataset Riset Inovasi Industri berbasis Komoditas Cabai Merah dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan penelitian, pengembangan, dan pengambilan kebijakan, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip pengakuan terhadap hak moral dan hak ekonomi pencipta.

  • Hak Cipta
  • Tersertifikasi
  • - 20 April 2026
  • Detail
Hak Cipta

Dataset Pohon Industri Cobalt

Dataset Pohon Industri Cobalt disusun sebagai hasil pengolahan dan penggabungan berbagai sumber data yang diorganisasi secara terstruktur dalam format pohon industri, dengan tujuan merepresentasikan hubungan antar tahapan dalam rantai nilai cobalt dari aktivitas hulu hingga ke tahap hilir. Perancangan struktur pohon industri cobalt tersebut dilakukan dengan memanfaatkan dataset yang telah diperkaya melalui proses anotasi dan penyusunan sistematis, sehingga mampu mendukung kebutuhan analisis secara lebih komprehensif.

  • Hak Cipta
  • Tersertifikasi
  • - 20 April 2026
  • Detail
Hak Cipta
B-11286/III.6.7/TK.11.01/5/2026

Dataset Geospasial Perubahan Garis Pantai Kota Sibolga Tahun 1994–2024 Berbasis Citra Satelit Multitemporal

Dataset ini merupakan kumpulan data geospasial berupa vektor garis pantai yang merepresentasikan dinamika perubahan garis pantai di Kota Sibolga selama periode 30 tahun (1994–2024). Dataset disusun berdasarkan hasil ekstraksi garis pantai dari citra satelit Landsat multitemporal yang diolah melalui platform Google Earth Engine. Garis pantai dihasilkan untuk empat periode, yaitu tahun 1994, 2004, 2014, dan 2024. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) dan Otsu Thresholding untuk memisahkan darat dan perairan. Analisis perubahan garis pantai dilakukan menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan tiga parameter utama, yaitu Net Shoreline Movement (NSM), Shoreline Change Envelope (SCE), dan End Point Rate (EPR). Nilai positif pada NSM dan EPR menunjukkan garis pantai maju (akresi), sedangkan nilai negatif menunjukkan garis pantai yang mundur (abrasi). Dataset ini tidak hanya memuat geometri garis pantai tiap periode, tetapi juga dilengkapi dengan atribut spasial hasil analisis perubahan, sehingga memungkinkan pengguna untuk melakukan evaluasi dinamika pesisir secara kuantitatif dan spasial. Selain itu, didalam dataset ini juga terdapat perhitungan luas abrasi dan akresi di setiap kecamatan yang dapat dimanfaatkan pengambil kebijakan dalam mengevaluasi perencanaan dan pembangunan pesisir Kota Sibolga.

  • Hak Cipta
  • Tersertifikasi
  • - 20 April 2026
  • Detail