Pencarian Hak Kekayaan Intelektual
FORMULA SEDIAAN PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS KOLAGEN IKAN PATIN UNTUK MENINGKATKAN KADAR GLUTATION DALAM DARAH
Invensi ini berkaitan dengan suatu formula sediaan pangan fungsional berbahan dasar kolagen dari ikan patin yang digunakan untuk meningkatkan kadar glutation dalam darah yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Tujuan invensi ini adalah untuk mengatasi kelemahan pada invensi terdahulu dan tujuan khususnya yaitu untuk menyediakan suatu formula sediaan pangan fungsional berbasis kolagen ikan patin untuk meningkatkan kadar glutation dalam darah. Formula kolagen ikan patin sebanyak 70-75%; serbuk jahe sebanyak 5-7%; dan asam askorbat 20-25%. Sediaan pangan fungsional ini dapat meningkatkan kadar glutation sebesar 13,5%. Peningkatan kadar glutation dalam darah akan berefek pada peningkatan antioksidan alamai sedemikian hingga sediaan ini lebih lanjut dapat dapat berperan sebagai antidiabetes.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 14 Desember 2019
- Detail
Alat dan Metode Untuk Mengukur Pola Gerakan Telapak Kaki dengan Menggunakan Sensor Tekanan
Invensi ini berupa suatu alat dan metode untuk mengukur pola gerakan telapak kaki menggunakan sensor tekanan. Alat ini terdiri dari sensor-sensor tekanan yang dipasang pada sol alas kaki pintar tepat di bawah titik-titik anatomi telapak kaki yang meliputi ibu jari kaki, metatarsal pertama, ketiga, dan kelima, serta tumit, unit mikrokontroler yang dilengkapi unit power supply dan modul wifi, serta perangkat pengolah dan penampil data yang berupa perangkat lunak yang berada dalam komputer dan/atau telepon pintar. Metode dalam invensi ini dimana sinyal elektrik tekanan kaki diakusisisi oleh sensor tekanan FSR kemudian dikirimkan ke mikrokontroler yang dilengkapi modul wifi untuk kemudian ditransmisikan secara nirkabel ke perangkat penerima data pada sebuah komputer dan/atau telepon pintar. Sinyal elektrik sensor tekanan yang memiliki bias pengukuran akibat keausan ataupun efek elastis sol alas kaki pintar dinormalisasi berdasarkan nilai maksimum dan minimumnya. Tingkat simetri secara statis dianalisis dengan indeks simetri, sedangkan tingkat simetri dan pola gerakan telapak kaki secara dinamis dianalisis dengan fungsi korelasi silang (cross-correlation function/CCF). Nilai-nilai dari kedua metode analisis tersebut ditampilkan di layar komputer ataupun telepon pintar yang mengindikasikan kondisi cara berjalan pemakai alas kaki pintar yang berkaitan dengan kondisi kesehatannya.
- Paten
- Pemeriksaan Substantif Tahap I
- - 14 Desember 2019
- Detail
BRIKET BERBAHAN DASAR AMPAS SINGKONG, SERAT AMPAS AREN DAN TEPUNG ARANG DENGAN PEREKAT ALAMI MENGGUNAKAN MISELIUM JAMUR
Invensi ini menyediakan suatu briket berbahan dasar ampas singkong, serat ampas aren dan tepung arang dengan perekat alami menggunakan miselium jamur, sehingga tersedia sebuah produk briket yang ramah lingkungan. Briket berbahan dasar ampas singkong, serat ampas aren dan tepung arang dengan perekat alami menggunakan miselium jamur pada invensi ini memiliki komposisi awal bahan yang terdiri dari: 23,8% - 27,3% serat ampas aren, 44,2%-50,7% ampas singkong, 10%-20% tepung arang tempurung kelapa, 10% dedak, 1,5% kapur, 0,5% gipsum, dan air sampai kelembaban campuran sekitar 60%, dan starter inokulum cair sebanyak 3% v/b inokulum terhadap total berat padatan kering yang digunakan.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 14 Desember 2019
- Detail
Metode Pembuatan Konjugat Asam Ferulat Dengan Kitosan
-
- Paten
- Terdaftar - Formalitas Terpenuhi
- - 14 Desember 2019
- Detail
PROSES PEMISAHAN ION Cr(VI) YANG MENGGUNAKAN GRAFENA
Invensi ini berupa suatu proses pemisahan ion Cr(V) menggunakan grafena oksida reduksi magnet berbasis karbon dari limbah ampas tahu sebagai sumber karbon yang dijadikan sebagai media penyerap. Limbah ampas tahu ini dibuat dengan metode Hummer yang termodifikasi menjadi suatu material grafena oksida yang memiliki sifat magnet (Grafena oksida reduksi magnet ). Teknik penyerapan ion Cr(VI) dilakukan dengan mengencerkan larutan standard Cr(VI) dalam pelarut air. Menambahkan grafena oksida reduksi magnet ke dalam larutan standar Cr(VI) yang telah ditentukan konsentrasinya dengan tepat dengan rasio 1:400 (b/v). setelah itu, diatur kondisi pH pada larutan pada pH 5, kemudian dihomogenkan menggunakan alat sonikasi selama waktu 10 menit, dan disaring menggunakan kertas saring 0,45 µm. Larutan diukur dengan GF-AAS. Hasil dari invensi ini, %adsorpsi ion Cr(VI) yang teserap sebesar 90,81% menggunakan jumlah grafena oksida reduksi magnet sebesar 0,05 g, kemudian pH larutan optimum pada pH 5 dengan waktu kontak selama 10 menit.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 14 Desember 2019
- Detail
MINUMAN HERBAL YANG MENGANDUNG SENYAWA BIOAKTIF ANTIDIABETES DARI DAUN SALAM DAN KULIT BATANG KAYU MANIS
Invensi ini berhubungan dengan minuman herbal yang mengandung senyawa bioaktif antidiabetes dari simplisia daun salam dan simplisia kulit batang kayu manis, di mana minuman tersebut dapat menghambat kinerja enzim alfa-glukosidase yang mampu menurunkan kadar gula darah. Minuman herbal pada invensi ini memiliki rasio antara simplisia daun salam dan kulit batang kayu manis serta air yaitu sebesar 1:20, sedemikian hingga memiliki aktivitas 90% inhibisi atau penghambatan terhadap enzim alfa-glukosidase. Minuman herbal ini dapat disiapkan melalui penyeduhan dan perebusan. Minuman herbal yang disiapkan melalui penyeduhan memiliki perbandingan simplisia daun salam terhadap simplisia kulit batang kayu manis sebesar 1:9 sampai dengan 3:7. Sedangkan Minuman herbal yang disiapkan melalui perebusan memiliki perbandingan simplisia daun salam terhadap simplisia kulit batang kayu manis sebesar 1:9 sampai dengan 5:5.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 13 Desember 2019
- Detail
Formulasi Biskuit Berbasis Rumput Laut (Caulerpa Lentillifera) Sebagai Imunomodulator
Invensi ini berkaitan dengan penyediaan pangan fungsional berupa biskuit rumput laut hijau C. Lentillifera yang mudah dikonsumsi oleh balita sehingga dapat menjadi imunomodulator untuk mencegah stunting. Tahapan-tahapan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu mencuci rumput laut hijau C. Lentillifera, mengeringkan rumput laut hijau C. Lentillifera, dan membuat biskuit rumput laut hijau C. Lentillifera menggunakan basis berupa butter unsalted, tepung terigu rendah protein, dan gula tepung. Hasil pengujian pada invensi ini menunjukkan bahwa biskuit rumput laut C. Lentillifera menunjukkan aktivitas sebagai imunomodulator.
- Paten
- Pemeriksaan Substantif Tahap Lanjut
- - 13 Desember 2019
- Detail
Makanan Siap Saji Tinggi Serat Sebagai Pangan Darurat
Invensi ini berhubungan dengan formulasi dan proses pembuatan food bar tinggi serat dengan bahan dasar tepung pisang, tepung ubi jalar, dan tepung kacang hijau, yang dapat dimanfaatkan sebagai pangan darurat. Proses pembuatannya meliputi tahapan-tahapan: proses pembuatan flakes dengan bahan tepung komposit: tepung pisang dan tepung ubi jalar; proses pembuatan food bar; dan proses karakterisasi dan pengujian makanan darurat siap saji food bar tinggi serat. Adonan flakes dibuat dari tepung pisang dan tepung ubi jalar dengan perbandingan 2:1 dengan bahan tambahan berupa gula halus (11%) dan air (40%). Adonan flakes dicetak dan dipanggang pada suhu 120C selama 20 menit. Food bar dibuat dengan bahan dasar flakes tepung komposit, bahan pengisi, dan bahan pelengkap lainnya. Formulasi didasarkan pada variasi bahan pengisi, yaitu tanpa penambahan tepung pisang dan dengan penambahan tepung pisang.
- Paten
- Pemeriksaan Substantif Tahap I
- - 13 Desember 2019
- Detail
Formula Pupuk Organik Hayati Untuk Tanaman Singkong
Invensi ini berkaitan dengan suatu proses pembuatan pupuk organik hayati (POH) spesifik untuk tanaman singkong/singkong kaya beta karoten (KBK) dan proses pembuatannya. Isolat bakteri starter terdiri dari 10 isolat RPPT (Rhizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman) potensial dan terseleksi hasil isolasi dari perakaran tanaman singkong dan singkong kaya beta karoten (KBK) yang termasuk dalam genus Burkholderia, Paenarthrobacter, Klebsiella, Kocuria, Rhizobium dan Bacillus. Tahap awal dalam invensi ini adalah pembuatan starter, dengan kerapatan 107 – 108 CFU/ml dari masing-masing bakteri. Bahan pembuatan pupuk organik hayati dalam invensi ini terdiri starter bakteri sebanyak 1-2%, tauge sebanyak 5-7%, gula merah sebanyak 3-4%, pakan ikan sebanyak 2-4%, tepung jagung sebanyak 2-4%, agar-agar sebanyak 0,04-0,06%, telur ayam sebanyak 0,3-0,4%, dedak sebanyak 2-4%, molase sebanyak 5-7%, air kelapa muda sebanyak 3-4%, TSP/kapur sebanyak 0,75-1,5%, dan asam humat sebanyak 0,05-0,15% dan air mineral.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 13 Desember 2019
- Detail
PROSES PEMBUATAN MINUMAN KESEHATAN BERBAHAN DASAR DAUN KATUK TERFERMENTASI
Invensi ini berhubungan proses pembuatan minuman kesehatan berbahan dasar daun katuk terfermentasi dengan kultur Symbiotic Culture of Bacteria and Yeasts (SCOBY) sebagai terapi dislipidemia, penurun obesitas dan penurun kolesterol. Komposisi produk minuman kesehatan menurut invensi ini digunakan ekstrak sayuran hijau daun katuk sebagai bahan dasar, kultur SCOBY, dan sukrosa. Proses pembuatan minuman kesehatan berbahan dasar daun katuk terfermentasi yang terdiri dari tahapan-tahapan : membuat inokulum kultur SCOBY dari daun katuk, melakukan sortasi dan membersihkan daun katuk, melakukan proses blansing daun katuk, melakukan ekstraksi daun katuk menggunakan air dengan perbandingan daun katuk dan air sebesar 1:6 hingga 1:10, melakukan penyaringan hasil ekstraksi lolos ukuran 100 mesh, melakukan penambahan sukrosa sebanyak 10-20% kedalam larutan hasil ekstraksi, melakukan proses pasteurisasi pada suhu 90-100oC selama 15 menit, mendinginkan campuran bahan yang telah dipasteurisasi hingga suhu kamar, menginokulasikan inokulum kultur SCOBY dari daun katuk sebanyak 10-20% b/v, melakukan proses fermentasi pada suhu ruang selama 1 – 12 hari. Produk minuman fermentasi ini telah diuji memiliki rasa manis sedang dan rasa asam ringan, serta memiliki rasa yang unik khas daun katuk serta memiliki kemampuan dalam hal penghambatan aktivitas lipase pankreas secara in vitro.
- Paten
- Tersertifikasi
- - 13 Desember 2019
- Detail